Follow detikFinance
Minggu 30 Apr 2017, 08:05 WIB

Kapan Saat yang Tepat Membobol Tabungan Dana Darurat?

Annissa Sagita - detikFinance
Kapan Saat yang Tepat Membobol Tabungan Dana Darurat? Foto: Istimewa
Jakarta - Dana darurat, sesuai dengan namanya adalah dana siap sedia yang dapat sewaktu-waktu Anda ambil untuk keperluan darurat. Tapi kondisi apa yang disebut darurat? Apakah midnight sale yang hanya berlangsung satu malam tergolong darurat? Atau ketika butuh liburan sekeluarga? Jangan sampai tabungan dana darurat yang sudah dikumpulkan susah payah terbuang sia-sia untuk keperluan yang ternyata bukan darurat.

Pengertian darurat di sini adalah kejadian yang membutuhkan uang tunai secara cepat dan tidak dapat ditunda. Jika ditunda, akan ada konsekuensi yang terjadi. Apabila pengeluaran uang masih bisa ditunda, maka kejadian tersebut bukan tergolong kejadian darurat. Kejadian darurat juga akan mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari, dalam beberapa kasus bahkan bisa mengancam nyawa. Secara singkat kriterianya ada 2: penting dan mendesak. Salah satunya tidak terpenuhi, maka bukan kejadian darurat.

Apabila Anda memiliki tabungan di rekening terpisah yang tidak diutak-atik dan tidak akan digunakan untuk suatu tujuan lain, maka tabungan itulah tabungan dana darurat. Banyak juga yang menyebutnya tabungan 'untuk jaga-jaga', apabila ada hal-hal penting dan mendesak yang butuh dana cukup besar. Bagi beberapa orang, sulit untuk memiliki tabungan seperti ini karena alasan 'tidak bisa melihat uang nganggur'. Nah jika Anda termasuk golongan yang seperti ini, agar tidak tergoda untuk selalu memakai tabungan, coba cek dulu kondisi-kondisi seperti apa yang mungkin memerlukan tabungan jaga-jaga ini.

1. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Tidak ada seorang pun yang berharap terkena PHK. Namun terkadang datangnya PHK sangat tiba-tiba tanpa diduga. Dalam hal ini dana darurat dapat menopang biaya hidup Anda sehari-hari termasuk cicilan-cicilan yang masih tetap berjalan setelah tidak adanya gaji, selama mencari pekerjaan baru.

2. Sakit
Meskipun Anda punya asuransi, Anda tetap harus punya tabungan dana darurat. Ada kemungkinan sakit yang diderita ternyata tidak ditanggung oleh asuransi, atau yang sakit adalah keluarga dekat Anda yang tidak memiliki asuransi (misalnya orang tua). Atau terjadinya komplikasi dan hal-hal lain yang menyebabkan biaya rumah sakit membengkak. Atau adanya biaya rawat jalan yang jumlahnya cukup menguras kantong.

3. Rusaknya kendaraan/gadget atau peralatan apapun yang mengganggu operasional pekerjaan Anda
Ini juga termasuk hal darurat, karena jika peralatan Anda sehari-hari rusak, pekerjaan Anda akan terganggu dan apabila pekerjaan terganggu, pemasukan Anda juga akan terganggu. Perbaikan kendaraan atau gadget tentu butuh biaya yang tidak sedikit. Bisa saja Anda menggunakan gaji Anda bulan itu, namun cashflow bulanan pasti akan terganggu.

4. Dana menikah di bawah satu tahun
Datangnya jodoh siapa yang tahu pasti. Memiliki kekasih bukan jaminan akan menikah dalam waktu dekat, yang tidak memiliki kekasih pun bisa saja tiba-tiba ada yang datang melamar atau melamar orang lain apabila dirasa cocok. Apabila sudah merasa cocok dan masing-masing sudah bertemu keluarga pasangan, umumnya pernikahan akan dilangsungkan dalam waktu kurang dari setahun. Nah dalam hal ini, Anda boleh menggunakan dana darurat karena biaya menikah (atau biaya resepsi) cenderung besar. Menggunakan dana darurat untuk menikah menuntut Anda untuk merencanakan pesta pernikahan yang sesuai dengan anggaran, dan juga menghindari berutang untuk biaya pernikahan ini.

5. Pemakaman
Sama seperti jodoh, kematian adalah rahasia Tuhan. Umur manusia tidak ada yang tahu. Kematian yang datang mendadak juga ternyata butuh biaya untuk pengurusan jenazah, ambulans, peti mati, gali kubur makam, tenda, kavling makam dan lain-lain. Dalam kondisi sedih akibat kehilangan orang terdekat, hal yang sangat tidak diinginkan adalah kesedihan itu ditambah dengan pusingnya mencari biaya. Apakah ada yang bisa memberi pinjaman uang? Bagaimana kalau sulit/tidak bisa? Inilah pentingnya Anda menyiapkan tabungan jaga-jaga.

Jadi kurang lebih seperti itulah saat yang tepat membobol tabungan dana darurat. Bukan midnight sale, diskon, expo/pameran, atau butuh liburan mendadak karena stres. Tabungan ini bisa diibaratkan sebagai jaring pengaman, apabila kondisi keuangan Anda terpaksa 'jatuh bebas' akibat suatu kondisi, jaring pengaman yang sudah Anda siapkan di bawah akan meminimalisir 'luka-luka' yang mungkin terjadi. Dana darurat juga menghindarkan Anda dari utang, baik utang ke lembaga keuangan ataupun utang ke perorangan. Hal terakhir yang penting mengenai dana darurat, setelah Anda memakainya, isi lagi dengan rutin 'menyicil' ke tabungan dana darurat tersebut.

Ingin tahu lebih detil tentang mempersiapkan dana darurat dana tau mengatur keuangan bulanan kamu? Coba ikutan di workshop regular merencanakan keuangan 29 April ini, info di sini, dan workshop Cara kaya dengan reksa dana tanggal 30 April infonya bisa dibuka di sini. Untuk bulan Mei ada kelas Basic Financial Planing complit bergelar Registered Professional Planner, info buka di sini, Selain itu ada workshop komunikasi yang menghipnotis, info buka di sini, sementara Ramadhan ada kelas Syariah lho tanggal 9-11 Juni Info di sini.

Semoga membantu! (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed