Follow detikFinance
Selasa 02 May 2017, 06:38 WIB

Agar Tua Bahagia, Ini Langkah Mempersiapkan Dana Pensiun

Mohamad Taufiq Ismail - detikFinance
Agar Tua Bahagia, Ini Langkah Mempersiapkan Dana Pensiun Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Sebagai seorang karyawan, kita tentu dibatasi dengan masa kerja kita di perusahaan. Hanya beberapa orang terpilih saja yang mungkin bisa terus dipertahankan perusahaan untuk tetap bekerja. Artinya pada usia tertentu (kebanyakan di usia 56 tahun), kita akan berhenti bekerja di perusahaan kita.

Apakah itu artinya kita tidak bekerja lagi? Belum tentu… itu tergantung situasi dan kondisi saat kita pensiun. Apakah kita sudah bisa hidup tanpa bekerja lagi? Atau kita masih harus bekerja mencari uang untuk tetap hidup?

Sebagian besar dari kita pasti ingin hidup di masa pensiun dengan tenang, menikmati kehidupan setelah puluhan tahun bekerja, siklus kehidupan kita sebentar lagi sudah selesai.. syukur jika diberi umur yang panjang ammiinn… Harapan hidup orang Indonesia saat ini sekitar 70-75 tahun. Nah apakah sampai ajal menjemput kita masih bisa hidup nyaman? Masih bisa makan dan minum dengan enak? Liburan sambil menengok cucu kita? Masih bisa membayar tagihan rumah sakit?

Tentunya kita memerlukan persiapan untuk menghadapi masa pensiun kelak. Caranya adalah dengan mempersiapkan dana pensiun sejak sekarang hingga tiba masa pensiun nanti. Dana tersebut akan kita gunakan mulai saat kita pensiun hingga kita meninggal nanti. Sebagian dari kita ada yang perusahaannya telah menyiapkan uang pensiun para karyawannya dengan cara membentuk sebuah divisi yang bertugas untuk hal tersebut, yaitu lembaga Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).

Bagi yang perusahaannya tidak memiliki DPPK, maka perusahaan tersebut bisa mempersiapkan dana pensiun bagi karyawannya di Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Jika dana pensiun kita sudah ada dan disiapkan di lembaga-lembaga tersebut akan sangat baik dan bermanfaat untuk Anda sebagai bekal hidup saat pensiun nanti.

Namun masih ada satu hal yang harus Anda cermati. Apakah Anda yakin jumlahnya cukup untuk dipergunakan pada saat pensiun? Apakah Anda sudah tahu kira-kira berapa uang pensiun bulanan yang akan Anda terima nantinya?

Untuk mengetahuinya Anda bisa bertanya kepada bagian Sumber Daya Manusia di tempat Anda bekerja. Atau Anda juga bisa bertanya pada karyawan di perusahaan Anda yang sudah memasuki usia pensiun. Tanyakan kepada mereka, berapa jumlah yang didapatkan setiap bulannya. Serta tanyakan apakah secara umum jumlah tersebut telah mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari pada saat pensiun?

Bukan tidak mungkin pada saat pensiun nanti, Anda hanya akan mendapatkan sekitar 10-25% dari gaji terakhir Anda bekerja. Maka dari itu pastikan dari sekarang, berapa kisaran uang pensiun Anda nanti. Setelah itu Anda bisa berhitung apakah jumlah tersebut cukup atau tidak untuk kehicupan sehari-hari Anda nantinya.

Untuk menghitung kebutuhan pensiun nanti, Anda cukup perkirakan pos-pos kebutuhan hidup Anda pada saat pensiun, dan hitung berapa nilai tunainya saat ini. Kemudian Anda hitung nilai Future Valuenya pada saat Anda pensiun nanti. Maka Anda akan menemukan berapa nilai pengeluaran Anda pada saat pensiun nanti.

Apabila nilai pengeluaran Anda pada saat pensiun nanti diperkirakan cukup atau seimbang dengan pendapatan pensiun Anda, maka Anda bisa sedikit bernafas lega. Namun apabila jumlahnya kurang, maka untuk berjaga-jaga Anda bisa menyiapkan dana cadangan tambahan secara mandiri untuk masa pensiun Anda.

Bagaimana cara mempersiapkan dana pensiun kita secara mandiri? Kita dapat meniru cara dari DPPK dan DPLK mempersiapkan dana pensiun kita. Yaitu dengan cara berinvestasi. Dana bisa diinvestasikan di instrumen investasi jangka panjang, seperti obligasi, reksa dana saham, ataupun ke dalam instrumen saham secara langsung. Anda bisa membuka rekening investasi di perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini pun sudah banyak perusahaan sekuritas memberikan kemudahan membuka rekening secara online.

Sebelum Anda berinvestasi dalam instrumen saham, atau sebenarnya instrumen apa pun, pastikan bahwa Anda mengenali profil risiko Anda dalam berinvestasi. Apakah konservatif, moderat, moderat agresif, atau agresif. Profil ini akan menentukan dalam cara Anda berinvestasi, di manakah dana investasi akan paling banyak dibenamkan.

Pilihan lainnya adalah Anda bisa juga membuka rekening dana pensiun baru di Dana Pensiun Lembaga Keuangan lain secara mandiri. Jadi Anda akan memiliki dua dana pensiun, dan pada saat Anda pensiun nanti Anda akan mendapatkan uang pensiun dari dua lembaga tersebut, sehingga Anda tidak bergantung semata dengan dana pensiun dari perusahaan.

Masih kurang detil? Mau tahu lebih detil? Anda bisa ikut workshop atau kelas-kelas seperti workshop regular merencanakan keuangan 29 April ini, info di sini, dan workshop Cara kaya dengan reksa dana tanggal 30 April infonya bisa dibuka di sini. Untuk bulan Mei ada kelas Basic Financial Planing complit bergelar Registered Professional Planner, info buka di sini, Selain itu ada workshop komunikasi yang menghipnotis, info buka di sini, sementara Ramadan ada kelas Syariah lho tanggal 9-11 Juni Info di sini.

Selamat menyiapkan dana pensiun! (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed