Follow detikFinance
Rabu 03 May 2017, 06:50 WIB

Mau Menikah? Ini Persiapan Keuangan yang Harus Dilakukan

Hasan Azzahid - detikFinance
Mau Menikah? Ini Persiapan Keuangan yang Harus Dilakukan Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Masa-masa sebelum pernikahan adalah masa paling deg-degan untuk kedua calon. Biasanya perasaan campur aduk, antara senang, was-was, cemas, mungkin bisa membuat anda sulit berpikir jernih untuk mempersiapkan apa saja agar pernikahan anda berjalan dengan baik.

Hampir semua persiapan pernikahan berdampak pada finansial atau persiapan finansial dapat berdampak pada kelancaran pernikahan. Berikut beberapa persiapan yang harus anda siapkan sebelum menikah.

Menyadari bahwa pernikahan juga memiliki akhir

Banyak sekali kampanye untuk menyegerakan menikah, seakan-akan jika menikah maka anda akan hidup bersama selama-lamanya. Jika sudah menikah, selesailah perjuangan anda untuk menjalin hubungan. Padahal layaknya kita makhluk hidup yang sudah pasti akan menghadapi kematian, pernikahan juga sudah pasti akan menghadapi perceraian!

Kemungkinan cerai dalam suatu pernikahan adalah cerai hidup dan cerai mati. Tidak ada satu pernikahan pun yang menginginkan cerai hidup. Namun faktanya Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat cerai hidup yang tinggi di dunia. Pun cerai mati banyak juga terjadi, seperti anak yatim yang ditinggal mati oleh orang tuanya saat mereka masih kecil.

Pada dasarnya, kita sebenarnya menginginkan perceraian berupa cerai mati pada usia lanjut. Namun justru pertanyaannya, apakah anda yakin hidup akan selancar itu? Kami para perencana keuangan saja selalu menekankan pentingnya dana darurat dan proteksi cashflow karena kami sadar hidup seseorang tidak mungkin selalu lancar. Apakah anda yakin kehidupan pernikahan anda akan lancar hingga usia tua?

Maka persiapkanlah dengan calon pasangan anda apa yang harus dibuat untuk menghadapi kedua perceraian itu dengan baik. Untuk menghadapi cerai hidup, bicarakanlah dengan calon pasangan hal apa saja yang mungkin dapat menjadi pertengkaran di kemudian hari. Apakah itu berupa cara asuh anak, masalah ekonomi, dan masalah prinsip hidup lainnya. Lalu yang paling penting bagaimana cara menyelesaikannya. Komunikasi di awal sebelum pernikahan menjadi kuncinya.

Sementara untuk cerai mati, pastikanlah anda mengetahui nilai tanggung jawab anda pada keluarga baru anda. Pastikan anda memiliki harta yang cukup untuk diwariskan agar tanggungan anda cukup dan tidak membuat tanggungan anda mengalami kesulitan finansial. Apabila tanggung jawab anda lebih besar dibanding harta yang anda wariskan, maka anda membutuhkan asuransi jiwa murni.

Cash flow, Gaya Hidup dan Masa Depan

Setelah mempersiapkan hal yang paling prinsip pada akhir pernikahan anda, maka selanjutnya anda harus mempersiapkan 'operasional' kehidupan pernikahan anda. Yang pertama adalah bagaimana cashflow keluarga baru anda. Jika anda berdua bekerja, pendapatan siapa yang digunakan untuk pengeluaran apa harus ditentukan. Contohnya pendapatan suami untuk pengeluaran konsumtif, sementara pendapatan istri untuk pengeluaran pendidikan anak.

Lalu bisa jadi anda memiliki gaya hidup yang berbeda dengan pasangan anda. Anda harus menyepakati bagaimana gaya hidup anda setelah menikah. Misalkan gaya hidup anda lebih tinggi dari pasangan anda. Apakah gaya hidup anda mau anda turunkan atau pasangan yang mengikuti gaya hidup anda. Tentunya harus disesuaikan dengan cash flow gabungan setelah menikah. Uang siapa yang dipakai untuk gaya hidup juga penting untuk dibahas.

Yang terakhir dan yang paling penting adalah masa depan. Sepakati tujuan keuangan anda bersama. Tujuan keuangan yang besar tentu saja memerlukan pengorbanan yang besar juga. Hal ini dikarenakan pendapatan gabungan anda juga memiliki batasan. Anda tidak bisa mendapatkan semuanya. Ketika anda memaksakan untuk mempertahankan gaya hidup dan tujuan keuangan yang melebihi pendapatan, tentu saja anda pasti nombok setiap bulannya. Nombok itu akan membawa anda pada jerat utang.

Anda harus menentukan seberapa besar tujuan keuangan yang disepakati. Misalnya akan membeli rumah, semakin besar nilai rumah yang ditargetkan, semakin kecil pula sisa pendapatan yang dapat anda gunakan. Demikian pula dengan anak. Semakin banyak anak, maka semakin besar pula dana pendidikan yang dibutuhkan untuk anak.

Makanya penting untuk mengetahui ilmu tentang mengatur keuangan, sebelum maupun setelah pernikahan. Coba belajar lagi deh, Bisa ikut workshop regular merencanakan keuangan 29 April ini, info di sini, dan workshop Cara kaya dengan reksa dana tanggal 30 April infonya bisa dibuka di sini. Untuk bulan Mei ada kelas Basic Financial Planing complit bergelar Registered Professional Planner, info buka di sini, Selain itu ada workshop komunikasi yang menghipnotis, info buka di sini, sementara Ramadhan ada kelas Syariah lho tanggal 9-11 Juni Info di sini.

Terakhir, untuk anak, anda jangan terlalu bergantung pada mindset bahwa rezeki anak ada yang mengatur. Faktanya, pada tahun 2014 hanya 3 dari 10 anak yang menikmati bangku kuliah. Perguruan tinggi masih cukup eksklusif di Indonesia. Anak adalah amanah dari Tuhan sehingga anda harus mengusahakan dengan benar rezekinya terlebih dahulu sebelum berserah diri. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed