Pusing Atur Keuangan Keluarga? Ini Tips Untuk Para Ibu

Meydian Eka Rini - detikFinance
Jumat, 04 Agu 2017 07:07 WIB
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - "Sudah sekolah tinggi-tinggi. Eeeh, ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga. Ngurus anak"

Mungkin itu adalah salah satu ungkapan yang sering kita dengar saat kita memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Memang tidak semua wanita beranggapan menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan pilihan atau profesi yang salah. Justru menjadi seorang ibu rumah tangga adalah suatu amanah yang berat dan langsung kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan.

Menjadi seorang ibu memang dituntut harus pandai dalam berbagai hal terutama dalam hal finansial. banyak sekali di luar sana yang memandang remeh profesi menjadi ibu rumah tangga sehingga tidak peduli dengan urusan keuangan padahal sebenarnya kita adalah seorang menteri keuangan dalam keluarga kita.

Sebenarnya apa saja yang harus kita lakukan supaya duit belanja kita cukup?

1.Bagilah ke beberapa rekening

Sebelum menikah ibu saya pernah memberi nasihat jika kita menerima uang belanja bulanan atau gaji bulanan dari suami maka masukkan ke dalam beberapa amplop supaya uangnya tidak bocor ke mana-mana. Misal uang belanja bulanan dibagi menjadi 5 amplop, amplop pertama berisi uang arisan, amplop kedua berisi uang tagihan listrik dan air, amplop ketiga berisi uang untuk membayar SPP sekolah anak, amplop keempat berisi uang membayar asuransi dan investasi dan amplop kelima berisi uang untuk kebutuhan sehari-hari. Itu hanyalah sebuah contoh saja karena kebutuhan bulanan setiap orang berbeda. Bila cara tersebut terlalu sederhana atau kurang aman karena harus disimpan di rumah maka kita bisa membaginya ke beberapa rekening bank. Cara tersebut juga pernah diajarkan oleh seorang Perencana Keuangan yaitu Bapak Aidil Akbar Madjid dalam bukunya yang berjudul Manajemen by Amplop.

2. Sisihkan selembar sehari
Meskipun kita hanya seorang ibu rumah tangga pastinya kita mempunyai keinginan atau cita-cita misalnya ingin membeli gadget atau barang favorit. Daripada merepotkan suami maka kita bisa menyisihkan selembar sehari dari uang belanja. Misalnya sehari bisa mengumpulkan Rp 20.000 maka bila dikumpulkan selama sebulan menjadi Rp 300.000 dan setahun menjadi Rp 3.600.000 sudah bisa membeli gadget baru tanpa harus merepotkan suami. Selain itu seorang ibu rumah tangga haruslah sadar investasi,sebenarnya tidak perlu modal besar untuk berinvestasi cukup dengan modal sedikit kita sudah bisa berinvestasi di reksa dana dengan hasil yang sangat memuaskan. Tahukah anda bahwa dengan menyisihkan Rp 300.000 per bulan dari hasil menyisihkan selembar sehari secara rutin di produk reksa dana saham (asumsi return 20% per tahun) selama 10 tahun maka uang itu akan menjadi kurang lebih sebesar Rp 2,1 miliar.

3. Mengubah hobi menjadi penghasilan
Profesi ibu rumah tangga adalah profesi yang membutuhkan waktu 24 jam non stop dan tanggung jawab yang berat. Bila seorang ibu rumah tangga ingin menambah penghasilan tanpa harus bekerja di luar rumah salah satu caranya adalah mengubah hobi menjadi sebuah penghasilan. Untuk menawarkan barang atau jasa hasil karya kita, pakailah kecanggihan tekhnologi saat ini seperti menawarkan lewat media sosial. Selain melalui media sosial kita juga bisa menawarkan kepada kerabat dekat kita agar mau memakai jasa atau membeli barang hasil karya kita sendiri, bila perlu berilah diskon. Jadikanlah orang-orang terdekat kita sebagai konsumen awal.

4. Ajak pasangan untuk berdiskusi masalah finansial
Libatkan suami atau pasangan Anda dalam mengelola keuangan keluarga. Gunakan waktu yang tepat untuk ngobrol finansial. Dan kebanyakan para suami menyerahkan semua urusan keuangan keluarga kepada istrinya selaku menteri keuangan di dalam keluarga. Menurut saya meluangkan waktu sejenak setiap bulan untuk ngobrol atau berdiskusi santai tentang keuangan keluarga bisa meminimalisasi pertengkaran atau kesalahpahaman.

Ngatur duit itu menyenangkan bila tahu caranya. Mau tahu caranya? Untuk di Jakarta anda bisa memakai info ini sebagai rujukan, buka di sini, untuk Bali buka di sini dan di sini, selain itu di Jakarta akan ada kelas Basic FP info di sini untuk CPMM Jakarta di sini, sementara untuk reksa dana Jakarta di sini berbarengan dengan di Yogya, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa lihat info di sini dan di sini.

Selamat ngatur duit! (wdl/wdl)