Follow detikFinance
Kamis 10 Aug 2017, 06:47 WIB

Nih! Cara Mudah Ketahui Kesehatan Keuangan Sendiri (1)

Annissa Sagita - detikFinance
Nih! Cara Mudah Ketahui Kesehatan Keuangan Sendiri (1) Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pernahkah Anda melakukan medical check up di lab/rumah sakit? Mungkin sebagian besar dari Anda pernah, baik karena keinginan diri sendiri ataupun keperluan lembaga: perusahaan tempat bekerja atau sebagai syarat untuk masuk ke suatu institusi. Apa yang Anda dapatkan dari hasil pemeriksaan tersebut?

Ada beberapa angka-angka yang menggambarkan kondisi kesehatan Anda, di antaranya kolesterol, gula darah, fungsi hati dan lain sebagainya. Dengan berpatokan pada hasil pemeriksaan ini, Anda ataupun dokter Anda bisa menentukan langkah selanjutnya untuk menuju kesehatan yang prima.

Sama halnya dengan financial check up, dengan melakukan financial check up Anda bisa mengetahui sehat atau tidaknya kondisi keuangan saat ini, dan menentukan langkah apa yang harus diambil agar tujuan keuangan Anda tercapai.

Sehatkah keuangan Anda? Pertanyaan ini seringkali hanya bisa terjawab jika Anda berkonsultasi dengan perencana keuangan. Perencana keuangan tentu punya beberapa kriteria yang berkaitan dengan angka sebagai parameter kesehatan keuangan klien. Angka-angka ini akan diperoleh dari data keuangan klien secara menyeluruh.

Berbeda dengan medical check up, Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan keuangan sendiri, dengan ceklist poin-poin di bawah ini yang juga termasuk bagaimana perilaku Anda terhadap uang. Tentunya tidak sama dengan apabila Anda langsung menemui perencana keuangan terpercaya, tapi setidaknya Anda bisa mengetahui gambarannya. Jika salah satunya tidak terlaksana, besar kemungkinan keuangan Anda tidak sehat dan butuh bantuan profesional.

1. Anda tahu ke mana uang anda pergi
Sebagian besar klien, peserta workshop/training & seminar yang saya temui, tidak mengetahui ke mana uangnya pergi. Seringkali mereka menyatakan bahwa gajinya habis sebelum tanggal gajian datang lagi, merasa gaji tidak cukup, dan sebagainya. Mereka yang merasa keuangannya berantakan, adalah mereka yang tidak sadar akan pengeluaran mereka. Ketika pos pengeluaran satu persatu dirinci, maka terbukalah tabir misteri ke mana uangnya pergi. Dari data pengeluaran ini barulah bisa ditentukan mana pengeluaran yang termasuk kebutuhan, mana yang termasuk keinginan dan bisa fleksibel pengaturannya.

Ketahui bahwa uang Anda terbatas. Jika uang Anda tidak terbatas, Anda mungkin tidak akan tertarik membaca artikel ini. Ada prioritas yang harus Anda dahulukan, apalagi jika sudah berkeluarga. Pengeluaran yang tidak terlacak harus diminimalisir karena biaya sekolah anak mahal, dan tidak akan ada yang membiayai gaya hidup pensiun yang Anda inginkan kecuali Anda sendiri.

2. Anda tidak melakukan pembelian impulsif dan berdasarkan emosi
Pernahkah Anda menerima gaji dan kemudian berbelanja di bazaar yang ada di lobi kantor? Atau membeli suatu barang hanya semata karena harganya murah dan Anda sangat mampu membelinya? Pembelian impulsif semacam ini bisa berbahaya bagi keuangan karena Anda menghabiskan uang secara tidak sadar. Lain halnya apabila Anda memang sudah menganggarkan bahwa ada biaya belanja pribadi setiap bulan, misalnya, dan melakukannya dengan sadar. Setelah anggaran untuk belanja pribadi sudah habis, Anda menunggu gaji bulan depan untuk kembali berbelanja.

Hati-hati juga apabila Anda sering berbelanja untuk meredakan stress/belanja berdasarkan emosi. Memang, setelah berbelanja Anda akan merasakan kebahagiaan yang sesaat dan bertahan beberapa hari setelahnya. Namun apabila Anda uang Anda pas-pasan dan Anda memiliki tujuan keuangan yang besar di masa depan, lebih baik miliki skala prioritas supaya tujuan keuangan juga bisa tercapai.

3. Anda yakin produk keuangan yang Anda miliki benar
Produk keuangan saat ini semakin banyak. Tabungan, asuransi, reksa dana, saham, ORI, Sukri, dan lain sebagainya. Tahukah Anda mana yang cocok untuk tujuan keuangan Anda? Produk yang bagus pun belum tentu cocok untuk Anda. Untuk menentukan produk yang cocok, penting untuk bisa membaca kebutuhan Anda sendiri seperti apa. Dengan banyaknya agen penjual produk keuangan yang berorientasi pada komisi penjualan produk dan belum tentu bisa membaca kebutuhan Anda, tentu Anda harus ekstra hati-hati. Salah beli produk tentu akan menyebabkan uang Anda 'terbuang' sia-sia. Yah, Anda bisa menganggapnya sebagai 'uang belajar', tapi tentu saja lebih baik belajar di tempat yang benar daripada menghabiskannya di produk keuangan yang salah. Dengan membeli produk yang salah, selain kerugian uang juga akan ada kerugian waktu, di mana dengan prinsip investasi, waktu yang terbuang adalah kerugian yang lebih besar daripada kerugian uang.

Banyak ya? Belum semua. Bila ingin tahu lebih detil bisa belajar di workshop dan kelas yang kami rekomendasikan. Untuk di Jakarta akan ada kelas Basic Financial Planning info di sini, atau CPMM di sini, sementara untuk reksa dana Jakarta info bisa dibuka di sini berbarengan dengan di Yogya, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa lihat info di sini dan di sini.

Bagaimana, apakah Anda lolos dari ketiga ceklist tersebut? Masih ada empat poin kesehatan keuangan lainnya yang perlu Anda periksa untuk memastikan bahwa keuangan benar-benar sehat, di artikel berikutnya.

Semoga berguna! (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed