Menikah Tanpa Merepotkan Orang Tua

Menikah Tanpa Merepotkan Orang Tua

Stanley Christian - detikFinance
Sabtu, 12 Agu 2017 08:12 WIB
Menikah Tanpa Merepotkan Orang Tua
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Banyak orang yang bilang saat ini adalah musim menikah. Setuju atau tidak, banyak yang mengaitkan musim menikah dengan pasca Lebaran dan bila diperhatikan, saat ini banyak yang memutuskan untuk menikah di usia muda.

Dengan mengambil keputusan besar dalam hidup, tentu anda wajib menyiapkan berbagai hal untuk pernikahan anda tersebut. Menjadi mandiri dari segi finansial juga menjadi hal yang membanggakan bagi diri sendiri dan orang tua. Untuk anda yang ingin menikah dan menyiapkan keuangan secara mandiri serta tidak merepotkan orang tua, anda bisa menyimak ulasan berikut.

Tetapkan Target
Layaknya dalam perjalanan menggunakan taksi, anda sudah menetapkan tujuan atau bisa dikatakan target. Dari awal anda dan pasangan membentuk komitmen, sangat disarankan anda sudah menetapkan target bersama. Misal dalam kurun waktu dua tahun, anda menyiapkan atau menabung bersama untuk biaya pernikahan. Setelah menetapkan target, anda dan pasangan dapat membuat tabungan bersama, dan juga jangan lupa membuat kesepakatan berapa besar yang harus disetorkan setiap bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merencanakan Membeli rumah
Jika anda dan pasangan ingin tinggal berdua saja tanpa perlu menumpang di rumah mertua maupun orang tua setelah menikah nanti, bersiaplah untuk memiliki rumah sendiri. Sebelum mampu memiliki uang sendiri untuk membeli rumah, kalian bisa menyiasatinya dengan mengontrak rumah. Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah sebagai uang muka proses KPR. Mulai dari menabung atau memasukkan dalam instrumen investasi seperti Logam Mulia atau reksa dana.

Hemat Dalam Berkencan
Setiap akhir pekan rasanya anda ingin menghabiskan waktu dengan pasangan, entah itu nonton atau sekedar makan bersama. Boleh saja dan itu sah-sah saja anda melakukan itu, namun bila anda masih dalam proses pengumpulan dana untuk pernikahan, sebaiknya mulai dikurangi. Anda bisa menonton DVD di rumah atau membuat masakan bersama. Alokasikan dana kencan akhir pekan tersebut untuk keperluan lain dalam pernikahan nanti. Misal biaya cetak undangan, foto prewedding atau tambahan modal untuk keperluan lainnya lagi, seperti rumah tadi.

Bagi anda dan pasangan yang masih suka merayakan hari jadi atau sekedar memberi kejutan, anda sebaiknya mulai memperhitungkan kembali. Lagi-lagi dana tersebut bisa anda alokasikan untuk keperluan pernikahan anda nanti. Komunikasi sangat penting, maka hal-hal seperti ini bisa anda bicarakan terlebih dahulu dengan pasangan anda sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

Catat Pengeluaran
Menambahkan mengenai hemat di atas, anda sebagai calon pasangan muda kelak, sebaiknya mulai terbiasa untuk membuat catatan pengeluaran. Baik sendiri ataupun bersama. Ini melatih kesiapan anda kelak berumah tangga. Setelah menetapkan target dan menabung serta berinvestasi, anda dan pasangan juga harus mulai mengatur pemasukan dan pengeluaran kalian. Catat segala pendapatan serta pengeluaran kalian dalam sebulan supaya pengelolaan uang lebih rapi dan uang kalian tidak terbuang percuma. Bedakan antara pelit dan hemat ya. Jangan terkesan anda membuat catatan pengeluaran berarti anda menjadi pelit. Karena dua hal tersebut sangatlah berbeda. Anda bisa melakukan pencatatan dengan sederhana, yang terpenting dicatat, bukan hanya diingat-ingat. Catat ya.

Kalau lupa mencatat, bisa coba belajar di workshop dan kelas yang kami rekomendasikan. Untuk di Jakarta akan ada kelas Basic Financial Planning info di sini http://bit.ly/BFPJKT2, atau CPMM di sini http://bit.ly/PMJKT02, sementara untuk reksa dana Jakarta info bisa dibuka di sini http://bit.ly/RDJKT01 berbarengan dengan di Yogya, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa liat info di sini http://bit.ly/PMJOG17 dan di sini http://bit.ly/RDJOG17.

Mempersiapkan dan membiayai sendiri hari bahagia anda tentu menjadi hal yang menyenangkan dan membanggakan. Namun semua itu butuh proses dan perjuangan. Jadi pastikan anda dan pasangan memiliki komitmen bersama yang kuat untuk mencapai tujuan tersebut. Selamat menyiapkan hari bahagia anda dan Happy Planning. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads