Follow detikFinance
Sabtu 19 Aug 2017, 08:45 WIB

Mengajarkan Anak Berinvestasi

Mohamad Taufiq Ismail - detikFinance
Mengajarkan Anak Berinvestasi Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Kemungkinan Anda pasti akan protes nih, masak masih anak-anak sudah diajarkan berinvestasi, bagaimana mau ngajarin, lha wong orang tuanya aja masih sulit berinvestasi! Nah… justru karena orang tuanya masih sulit berinvestasi, jangan sampai anak kita juga memiliki kesulitan yang sama. Mari kita ajarkan anak-anak kita kebiasaan berinvestasi sejak kecil, agar kelak saat dewasa nanti, mindset-nya mengenai investasi sudah terbentuk, sehingga mereka sudah dapat memilih instrumen investasi apa yang paling tepat sesuai dengan profil mereka masing-masing.

Baik, jika Anda setuju, bahwa anak-anak sebaiknya diajarkan berinvestasi sejak kecil, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membangun kebiasaan berinvestasi. Tips-tips ini saya rangkum berdasarkan pengalaman pribadi saya.

1. Biasakan menabung terlebih dulu
Biasakan anak menabung di celengan, jika ada uang receh kembalian, minta mereka masukkan ke dalam celengan masing-masing. Nanti jika sudah penuh boleh dipecah dan uangnya digunakan untuk jajan makanan atau benda yang mereka sukai. Beli atau buatkan celengan yang tidak terlalu besar terlebih dulu agar cepat penuh, karena jika celengannya terlalu besar anak-anak tidak akan sabar menunggu sehingga momen semangatnya sudah luntur. Bisa celengan tanah liat, plastik, atau kaleng yang tidak terlalu besar.

2. Buatkan mereka tujuan
Pada saat sudah mulai menabung, Anda bisa tambah tujuan menabung. Gunanya untuk melatih komitmen. Sehingga pada saat celengan dipecah jangan sampai mereka merubah tujuan yang telah ditetapkan. Misalnya untuk membeli buku A, ternyata pada saat akan dieksekusi, ada mainan baru yang lebih mengasyikkan. Ajarkan mereka untuk menabung lagi untuk membeli mainan tersebut. Buku yang telah ditetapkan sebagai tujuan mereka menabung tetap harus dieksekusi. Ini sekaligus mendidik anak-anak untuk konsisten dan menepati janji mereka.

3. Tanamkan kegiatan dalam aktivitas keluarga
Misalnya siapa yang mau membantu menyapu rumah, mencuci piring, akan mendapatkan uang saku. Namun sebelumnya jangan lupa 'panaskan' anak-anak dengan impian mereka, sehingga begitu mereka mendapat kesempatan menambah uang saku, mereka akan lebih antusias untuk menerima tugas. Sambil menemani mereka bekerja, Anda bisa mengingatkan kembali akan tujuan mereka, sarankan meraka untuk menabung demi tujuan mereka. Aktivitas ini selain dapat mengajarkan tentang menabung juga mengajarkan mereka kemandirian. Jumlah uang saku yang diberikan jangan terlalu besar, agar mereka lebih bekerja keras untuk tujuannya.

4. Perkenalkan dengan dunia saham
Jangan muluk-muluk mengajarkan mereka untuk membuka rekening sekuritas agar dapat membeli saham. Maksud saya adalah Anda bisa menceritakan pada anak-anak, bahwa barang atau jasa yang kita nikmati sehari-hari ini, ternyata ada perusahaanya lho. Dan perusahaan itu Ayah Bunda yang punya! Haha.. dijamin mereka akan terkagum-kagum! Padahal sih Anda cuman punya 1 lot!

Misalnya, mobil yang berseliweran di jalan itu produksi perusahaan mana, kode sahamnya apa, dan saham perusahaan tersebut dijual di bursa efek Indonesia. Ponsel terbaru yang Anda miliki, merupakan buatan perusahaan Amerika yang listing di bursa saham Amerika sana. Atau mie instan yang mereka makan, sabun yang mereka gunakan juga bisa sebagai contoh. Jangan lupa sesekali saat anda membuka chart daily price, terangkan kepada mereka fluktuasi harga yang terjadi serta keuntungan berinvestasi di saham.

5. Dongeng
Anak-anak sangat senang mendengar cerita atau dongeng, tidak ada salahnya anda mendongeng mengenai seorang Warren Buffett, atau mengenai bank BUMN yang punya satelit itu. Ingat ya, jangan lupa sebelumnya googling biar ada bahan dan Anda tidak salah bercerita!

Mau bisa mengenalkan saham, investasi dan terminologi lainnya ke anak anda? Anda sendiri juga harus tahu dan mengerti terlebih dahulu. Anda bisa belajar di banyak tempat antara lain yang kami rekomendasikan adalah kelas Basic Financial Planning info di sini, Untuk CPMM Jakarta di sini atau tunggu bulan September, sementara untuk reksa dana Jakarta info bisa dibuka di sini berbarengan dengan di Yogya, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa lihat info di sini dan di sini.

Masih ada banyak tips-tips lain tentunya dari banyak sumber yang juga dapat diikuti. Dengan menjalankan tips-tips tersebut, mudah-mudahan anak-anak kita sejak kecil sudah terbuka mindset-nya mengenai menabung, tujuan keuangan, serta dunia pasar modal. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed