Follow detikFinance
Jumat 25 Aug 2017, 07:05 WIB

Langkah Mudah Mandiri Secara Finansial

Bareyn Mochaddin - detikFinance
Langkah Mudah Mandiri Secara Finansial Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Beberapa pendapat menyatakan umumnya seseorang baru dapat mandiri secara finansial pada usia 24-25 tahun. Artinya, dibutuhkan 2-3 tahun penantian bagi seseorang yang baru selesai kuliah Strata 1 (S1) untuk mandiri secara finansial. Anggapan ini sebetulnya relatif - anda boleh setuju atau tidak - tapi bisa jadi benar, seseorang yang baru lulus kuliah biasanya membutuhkan waktu untuk mencari pekerjaan, mendapat penghasilan, dan kemudian beradaptasi dan hidup dari penghasilannya tersebut.

Arti mandiri secara finansial di sini adalah 'mampu membiayai segala keperluan diri dan tidak lagi mengharapkan bantuan dari orang tua' - definisi ini tidak berlaku baku dan anda pasti punya definisi sendiri. Namun katanya, sangat lah sulit untuk anak muda - khususnya bagi mereka yang baru lulus kuliah dan baru mulai bekerja - untuk mencapai level mandiri secara finansial ini. Diperlukan proses transisi, waktu, dan usaha yang dinilai tidak mudah agar mereka dapat mandiri secara keuangan.

Sebetulnya, bukan prosesnya yang tidak mudah, tetapi yang membuat sulit adalah ketidaktahuan hal-hal apa saja yang seharusnya menjadi prioritas bagi anak muda agar mereka mencapai level 'mandiri secara finansial'. Apakah lebih penting investasi saham di pasar modal? apakah lebih baik menabung di bank? Atau, apakah asuransi saja yang memberikan perlindungan sekaligus investasi? Dengan adanya ketidaktahuan ini, biasanya membuat anak muda menjadi tidak fokus dan akhirnya melakukan hal-hal yang mereka anggap penting padahal belum tepat untuk mencapai level 'mandiri secara finansial'.

Jadi, apa saja langkah penting bagi anak muda untuk mencapai level 'mandiri secara finansial'?

Pertama, hal yang paling penting untuk memulai langkah mencapai 'mandiri finansial' bagi anak muda adalah merefleksikan pepatah yang menyatakan bahwa 'yang mahal adalah gaya hidup, bukan biaya hidup'. Artinya, harus mencukupkan diri dengan penghasilan yang anda miliki dan jangan terjebak pada gaya hidup di lingkungan baru. Bukan artinya harus menjadi asosial, pelit, atau sangat membatasi diri, tetapi jangan juga memaksakan diri untuk sarapan di tempat yang menghabiskan budget weekend anda.

Kedua, buat target realistis kapan ingin lepas dari bantuan orang tua setelah lulus kuliah dan memiliki penghasilan. Bagi beberapa orang, lepas dari kebiasaan itu menantang dan butuh persiapan matang, dan kebiasaan dibiayai oleh orang tua sampai masa kuliah sangatlah membuat nyaman. Tidak jadi masalah bila seseorang kesulitan mengelola keuangan dalam waktu 1-2 bulan pertama, tapi setelah 3 bulan bekerja? Sepertinya ini saat yang tepat untuk mencapai target anda.

Ketiga, hati-hati dengan kartu kredit. Saat ini siapa sih yang tidak tergoda untuk memiliki kartu kredit? Menggunakan kartu kredit sangat memudahkan ketika kita akan transaksi tiket pesawat untuk jalan-jalan, booking hotel, belanja barang secara online dan bahkan membayar tagihan spotify anda. Tapi, jangan sampai terlena dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh kartu kredit sehingga menjebak anda sebagai pengguna dengan utang kartu kredit.

Sebetulnya, sangat mudah bila anda ingin aman dalam bertransaksi dengan kartu kredit. Yang harus diingat adakah selalu gunakan kartu kredit untuk kemudahan transaksinya, jangan anggap kartu kredit sebagai dana tambahan, dan selalu bayar lunas apa yang telah anda bayar dengan kartu kredit. Anda abai dengan hal-hal tadi, maka kemungkinan anda terjebak dengan utang kartu kredit akan semakin besar.

Langkah selanjutnya yang juga harus anda lakukan adalah mempersiapkan dana darurat. Apakah dana darurat itu? Adalah dana yang dapat anda gunakan untuk membiayai sesuatu yang sifatnya darurat. Misalnya mobil atau motor anda mengalami kecelakaan dan harus membayar ganti rugi, anda bisa membayar ganti rugi dari dana darurat yang anda persiapkan. Dengan memiliki dana darurat ini maka anda akan menunjukkan kemandirian di mana anda tidak harus meminta bantuan berupa uang lagi pada orang tua anda, bukan?

Contoh lainnya, anda bosan dengan pekerjaan anda saat ini lalu anda keluar dari kantor. Dengan tidak bekerja lagi artinya anda tidak akan mendapatkan penghasilan, meski tidak ada penghasilan anda tetap harus memenuhi kebutuhan hidup anda, lalu darimana uangnya kalau anda tidak punya dana darurat? Berbeda tentunya kalau anda punya dana darurat, maka anda akan menunjukkan kemandirian dengan tidak meminta bantuan berupa uang lagi pada orang tua anda selagi mencari pekerjaan yang anda suka. Seru, kan?

Mau lebih seru lagi? Kalau bisa juga sambil ngitung dan tahu caranya lebih detil. Cobain deh belajar. Coba ikutan workshop atau kelas di workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info bisa dibuka di sini berbarengan dengan kelas Belajar Asuransi info buka di sini, sementara untuk reksa dana Jakarta info bisa dibuka di sini berbarengan dengan di Yogya, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa lihat info di sini dan di sini.

Seharusnya, bila anda telah melakukan langkah-langkah mudah di atas maka anda akan mencapai level mandiri finansial tingkat awal. Namun, bila anda masih kesulitan melakukan beberapa langkah yang telah disebutkan, artinya ada yang kurang tepat dengan kondisi keuangan anda. Apakah gaji-nya yang kurang? Belum tentu, bisa jadi anda belum menerapkan dengan paripurna langkah yang telah disebutkan tadi di paragraf kelima.

Chao! (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed