Follow detikFinance
Jumat 08 Sep 2017, 06:32 WIB

Sudah Ada Dana Pensiun dari Kantor, Apakah Cukup?

Mohamad Taufiq Ismail - detikFinance
Sudah Ada Dana Pensiun dari Kantor, Apakah Cukup? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Anda yang statusnya masih pegawai atau karyawan suatu perusahaan, pasti sudah didaftarkan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan? Kalau belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, coba tolong ditanyakan kepada perusahaannya maasing-masing, karena perusahaan wajib mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk mengikuti program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, program jaminan pensiun, dan program jaminan kematian.

Nah kita coba membahas yang terkait dengan jaminan pensiun, ini akan sangat berguna untuk Anda dalam menjalani kehidupan saat pensiun. Salah satu fungsi jaminan pensiun ini adalah mempertahankan derajat derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Fungsi ini kurang lebih sama dengan dana pensiun. Iuran jaminan pensiun ini dibayarkan 3% dari upah per bulan secara patungan, yaitu 2% ditanggung oleh perusahaan, dan sisanya 1% ditanggung oleh peserta alias karyawan.

Nah pertanyaannya kemudian, dengan iuran sebesar 3% per bulan, selama masa kerja Anda, dan dengan asumsi pengembangan investasi sebesar sekian persen per tahun, apakah jumlahnya sudah mencukupi kebutuhan untuk mempertahankan derajat kehidupan Anda yang layak?

Pertama, coba hitung berapa dana Jaminan Pensiun yang akan Anda dapatkan sekian tahun lagi (pada saat Anda memasuki usia pensiun). Kemudian bandingkan dengan kebutuhan Anda pada saat pensiun nanti. Jika jumlahnya masih kurang, maka Anda perlu menambah dana pensiun Anda. Anda bisa menambah dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) karena DPLK menerima kepesertaan umum.

Apa itu DPLK sudah pernah dibahas di dalam tulisan saya sebelumnya yang mengupas perbedaan antara Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dengan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). Untuk belajar detil tentang DPPK, DPLK, Perencanaan Keuangan dan investasi lainnya bisa cek di beberapa workshop berikut ini.

Untuk workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info bisa dibuka di sini berbarengan dengan kelas Belajar Asuransi info buka di sini, sementara untuk reksa dana Jakarta info bisa dibuka di sini berbarengan dengan di Yogya, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa lihat info di sini dan di sini.

Jangan lupa untuk memonitor dana pensiun ini paling tidak setahun sekali, sesuaikan asumsi-asumsi yang dipergunakan, seperti asumsi inflasi, investasi, usia harapan hidup, serta kondisi keluarga terkini. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed