Follow detikFinance
Rabu 13 Sep 2017, 13:58 WIB

Begini Cara Atur Duit Supaya Bisa Beli iPhone X Rp 15 Juta

Danang Sugianto - detikFinance
Begini Cara Atur Duit Supaya Bisa Beli iPhone X Rp 15 Juta Foto: iPhone X
Jakarta - Bagian sebagian orang memiliki produk prestisius seperti iPhone menjadi sebuah impian. Kini, Apple Inc kembali membuat penggemarnya ngiler dengan mengeluarkan iPhone X.

Apple Inc mematok harga yang cukup fantastis untuk produk terbarunya iPhone X. Untuk versi 64 GB dijual US$ 999 atau setara Rp 13,2 juta (kurs Rp 13.200) dan versi 256 GB seharga US$ 1.149 atau Rp 15,1 juta.

Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno tidak menyarankan untuk membeli produk tersebut. Akan tetapi jika sudah menjadi impian ada beberapa cara bijak untuk mendapatkan.

"Bisa menabung atau mencicil sebagai alternatifnya. Tapi harus dipastikan bahwa fungsi dan spesifikasi iPhone tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan. Sehingga di kemudian hari tidak menyesal," tuturnya kepada detikFinance, Rabu (13/9/2017).

Saat ini banyak perusahaan leasing yang menawarkan kredit handphone. Bisa juga dengan menggunakan kartu kredit. Namun harus diketahui juga akan bunga yang dibebankannya.

Lalu biasanya cicilan untuk sebuah handphone maksimal 12-18 bulan. Biasanya leasing menarik uang muka 10% sisanya menjadi pembiayaan. Jika Rp 13 juta uang mukanya berarti Rp 1,3 juta. Belum lagi ada biaya administrasi.

"Taruhlah cicilannya ditambah bunga menjadi Rp 1,5 juta. Nah itu harus tidak lebih 30% dari pemasukan kita. Karena maksimal cicilan itu tidak boleh lebih dari itu. Itu pun kalau tidak punya cicilan lainnya," tambahnya.

Jika dihitung maka penghasilan yang harus dipunyai sekitar Rp 4,5-5 juta per bulan. Akan tetapi Mike tetap tidak menyarankan untuk yang memiliki gaji sebesar itu mencicil iPhone X.

"Karena gaji segitu biasanya fresh graduate, yang kebutuhannya masih banyak. Mereka harus beli rumah, kendaraan ataupun biaya nikah. Jadi harus dipikirkan lagi," tegasnya.

Selain mencicil ada juga cara lain dengan menabung. Jumlah uang yang ditabung juga harus konsisten misalnya Rp 1,3 juta per bulan. Hal itu agar dalam jangka waktu kurang dari satu tahun sudah bisa membelinya.

"Jika kelamaan maka harganya akan jatuh, atau ada versi baru lagi. Nanti jadi percuma. Teknologi itu cepat sekali berkembangnya. Jadi sebenarnya tidak pantas jadi impian, karena nanti pasti akan jatuh harganya jika sudah ada yang baru lagi," tukasnya.

[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed