Sudah berhasil? Jika belum semoga secuil tulisan ini bisa lebih mencerahkanmu.
Oke, tulisan kali ini adalah untuk kamu yang masih bingung atau ragu setelah membaca sekian banyak buku dan artikel tentang bagaimana melakukan sebuah perencanaan keuangan yang baik. Ada yang menyuruh membuat tabungan dana darurat, lunasi utang konsumtif, boleh berutang untuk hal yang produktif, beli properti saat ini karena harga properti sedang stagnan, ada yang menyuruh menyimpan emas batangan dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya semua saran yang telah kamu baca dan pahami itu semuanya tidak salah, namun kondisinya tentu berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain. Dan jangan lupakan bahwa ada asumsi-asumsi di balik itu semua.
Misalnya, investasi di tanah karena luas tanah jumlahnya tetap, sedangkan jumlah manusia bertambah, itu benar. Tapi jangan lakukan investasi di tanah dalam jumlah besar kalau rumah sendiri kamu juga belum punya.
Kemudian melakukan investasi di beberapa instrumen sementara dana darurat sebesar 3 bulan saja belum ada. Jadi sebaiknya gunakan skala prioritas.
Gunakanlah jasa perencana keuangan, itu kalau kamu tidak bisa melakukan perencanaan keuangan secara mandiri. Kalau bisa membuat sendiri, ya tetep perlu perencana keuangan sih biar lebih mantap dan ada yang membantu memonitor keuanganmu.
Oke, jika semua artikel yang pernah ditulis benar dan bermanfaat, kenapa kamu masih bingung dalam memulai perencanaan keuangan? Kamu pasti bingung memulai dari langkah yang mana? Apabila demikian, berikut beberapa step paling ringan buat kamu.
1. Tanyakan pada diri kamu sendiri, apa keinginan-keinginanmu. Terutama yang terkait keuangan ya, misalnya ingin punya mobil, menikah, rumah, ingin mempersiapkan dana pendidikan, serta memiliki dana pensiun yang cukup. Tuliskan.
2. Spesifikkan keinginan kamu tersebut. Misalnya mobil apa, warna apa, dan kapan kamu ingin tujuan tersebut tercapai. Menikah dengan siapa, kapan, hmm⦠yang ini agak susah ya. Mungkin kamu bisa impikan menikah di mana, honeymoon di mana. Mau anak sekolah di mana, lalu hidup pada di masa pensiun di mana dan dengan standar hidup seperti apa. Tuliskan lebih spesifik.
3. Cari informasi berapa dana yang dibutuhkan untuk masing-masing tujuan keuanganmu. Detilkan informasi ini.
4. Siapkan uangnya di keranjang investasinya masing-masing. Tempatkan pada beberapa keranjang investasi. Misal untuk dana pensiun, tempatkan sebagian di reksa dana saham, dan sebagian di reksa dana pendapatan tetap.
5. Lalu cicil penambahan investasinya secara berkala dari pendapatanmu. Tambahkan secara berkala masing-masing investasi tersebut.
6. Jika uang untuk tambahan investasi tidak ada, coba kurangi pengeluaranmu, atau tambah penghasilanmu.
7. Jangan lupa dalam perencanaan keuangan ini, utang tidak boleh lebih dari 30% ya, dana darurat juga sudah ada sesuai jumlah pengeluaran dan tanggungan, uang pertanggungan asuransi juga sudah kamu miliki.
8. Ambil kelas pembelajaran untuk mengasah kemampuan perencanaan keuanganmu.
9. Kalau masih bingung hubungi perencana keuangan terdekat karena tugas perencana keuangan adalah mengumpulkan semua data, memberikan potret awal, melakukan analisa dan memberikan rekomendasi perbaikan. Perencana keuangan akan membantu kamu melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan keuangan.
Untuk bisa melakukan semua diatas ini kamu harus belajar cara mengelola keuangan yang baik dan benar. Bisa melalui tulisan-tulisan, buku, video youtube, atau kelas dan workshop yang bagus.
Nah, Di bulan Oktober akan ada workshop Asuransi info bisa dibuka di sini http://bit.ly/LIFE1609 bersamaan dengan workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info di sini http://bit.ly/PMJKT10 sementara untuk Kaya Raya dengan Reksadana Jakarta info buka di sini http://bit.ly/RDJKT10 berbarengan dengan di Yogya, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa liat info di sini http://bit.ly/PMJOG17 dan di sini http://bit.ly/RDJOG17.
(ang/ang)











































