Follow detikFinance
Rabu 04 Oct 2017, 06:44 WIB

Anggaran untuk Hobi Harus Dihapus? Ah Siapa bilang!

Bareyn Mochaddin - detikFinance
Anggaran untuk Hobi Harus Dihapus? Ah Siapa bilang! Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Katanya, urusan hobi adalah pos yang harus dihapuskan dari anggaran belanja bulanan, anggaran belanja tahunan, dan bahkan dari rencana anggaran belanja di masa depan. Meski ada kemungkinan kenaikan jabatan di kantor yang berdampak kepada naiknya penghasilan, pos pengeluaran untuk hobi adalah salah satu pos pengeluaran yang tidak boleh naik atau bahkan tidak boleh dicantumkan.

Ah, siapa bilang?

Hobi atau kesenangan memang bukan sesuatu kebutuhan yang bersifat primer. Seperti yang telah kita pelajari bersama, kebutuhan itu dibagi tiga, ada kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Nah, mungkin hobi ini termasuk pada tingkatan kebutuhan tersier. Memang tidak penting, namun bukan berarti harus dihapuskan lho!

Hobi, dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai 'kesenangan istimewa pada waktu senggang'. Maka, jika hobi ini termasuk pada kategori 'bersenang-senang' maka janganlah dihapuskan, karena 'bersenang-senang' adalah kebutuhan dasar dari manusia. Tapi juga rus hati-hati dengan hobi. Kenapa? Karena tidak sedikit orang yang terlalu sibuk dengan hobinya kemudian merusak kondisi keuangan mereka.

Cukup banyak contoh di mana orang yang terlalu senang dengan hobi mengabaikan pekerjaan mereka. Mungkin tidak mengabaikan pekerjaan mereka tetapi mengganggu keuangan mereka. Mungkin beberapa mengabaikan keduanya (baik pekerjaan atau kondisi keuangan) karena hobi yang ditekuninya. Sehingga, beberapa kehilangan pekerjaan karena hobi dan beberapa sampai berutang untuk memenuhi hobinya.

Memang, ada beberapa hobi yang kemudian menghasilkan uang tambahan untuk belanja bulanan. Tapi berapa banyak juga yang menghabiskan uang belanja bulanan untuk hobi? Sesuatu yang kemudian menjadi pertanyaan adalah agar kondisi keuangan tetap nyaman namun hobi tetap jalan, apa sih yang harusnya di lakukan?

Sebetulnya, agar kondisi keuangan tetap nyaman namun hobi tetap jalan kuncinya gampang, gampang sekali. Bila anda memiliki hobi dan anda tidak ingin menghapuskannya dari daftar anggaran belanja bulanan anda, maka anda cukup menganggarkan belanja keperluan untuk hobi dari sisa belanja bulanan utama.

Bayarlah terlebih dahulu utang kartu kredit dan KPR; belanja dulu untuk kebutuhan rumah tangga; investasi dulu untuk dana pendidikan anak; nabung dulu. Jangan sampai keperluan untuk hobi kita dahulukan baru kemudian belanja kebutuhan rumah tangga di selesaikan. Bila anda punya hobi modifikasi mobil sedangkan anda belum belanja bulanan, memang anak-istri mau diberi makan velg racing?

Selanjutnya, hal yang harus anda lakukan agar kondisi keuangan tetap nyaman, namun hobi tetap jalan adalah santai terhadap tren terbaru dan tetap berorientasi pada fungsi.

Misal, anda suka olahraga sepak bola dan anda tergabung dalam sebuah fans club. Biasanya dalam musim baru, klub akan mengeluarkan jersey terbaru di mana setiap anggota dari fans club memiliki jersey baru tersebut. Nah, di sini anda harus belajar tahan terhadap godaan memiliki jersey baru tersebut dan tetap santai dengan jersey lama anda. Yang penting dari sebuah jersey itu logo di dada, bukan?

Terakhir, yang harus anda lakukan agar keuangan tetap nyaman namun hobi tetap jalan adalah budgeting yang baik. Meski pada bagian awal telah disampaikan bahwa seseorang boleh belanja untuk hobi dari sisa belanja bulanan utamanya, tetap saja anggaran untuk hobi harus ada batasannya. Ini penting, penting sekali.

Contoh mudahnya adalah seperti ini: Anda punya sisa belanja bulanan sebesar Rp 500.000,sampai dengan Rp 1.000,000 per bulan. Usahakan jangan gunakan semuanya untuk keperluan hobi anda, tapi baiknya anda coba juga seimbangkan. Bagi dua sisa uang yang anda dapatkan dari belanja bulanan utama: setengahnya untuk hobi dan setengahnya untuk anda investasikan.

Katakanlah anda investasi pada produk keuangan yang memberikan imbal hasil 10-12% seperti logam mulia, dengan Rp 500.000 per bulan maka anda akan mendapatkan Rp 6.300.000 dalam satu tahun. Kalau 5 tahun? Anda bisa pilih produk investasi yang lebih agresif, potensi dana yang bisa anda dapatkan bisa sampai Rp 48 jutaan. Menarik bukan?

Yuk belajar yuk di workshop di bulan Oktober akan ada workshop Asuransi info bisa dibuka di sini bersamaan dengan workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info di sini sementara untuk Kaya Raya dengan Reksa Dana Jakarta info buka di sini berbarengan dengan workshop Intermediate Financial Planning info buka di sini.

Chao! (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed