Follow detikFinance
Selasa 10 Oct 2017, 06:55 WIB

Beli Unit Link? Pahami Risiko Ini (1)

- detikFinance
Beli Unit Link? Pahami Risiko Ini (1) Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Zaman sudah semakin mutakhir, e-money, fintech namun masih saja bahasan seputar unit link tak pernah berakhir. Ditawarkan dan jual dengan berbagai nama, mulai dari dana pensiun, dana pendidikan, dana haji, dana wakaf, asuransi jiwa dan lainnya. Penawarannya pun semakin beragam salah satunya dengan sistem mirip Multi Level Marketing (MLM). Masyarakat sering tidak menyadari bahwa produk tersebut adalah unit link.

Meskipun tumbuh paling fenomenal, Asuransi Jiwa unit link tidak jarang menimbulkan kontroversi dan perdebatan. Selain karena unit link cukup advanced, pemahaman soal manfaat dan risiko produk ini kerap kurang tepat. Kurangnya pemahaman berisiko salah pilih produk. Dan data dari IARFC Indonesia menyatakan bahwa 9 dari 10 orang indoneisa salah beli asuransi. Anda tidak termasuk kan?

Para perencana keuangan di IARFC menggunakan unit link untuk kebutuhan asuransi dengan kasus-kasus khusus, berdasarkan analisa mendalam terhadap kondisi keuangan masing-masing orang. Seperti jenis pekerjaan, posisi, jabatan, besar aset, beban pajak dan lain sebagainya.

Apa Itu Unit Link?
Unit link adalah produk yang menggabungkan antara proteksi dan investasi, sehingga proteksi dan investasi ada dalam satu paket. Proteksi dan investasi adalah 2 hal yang wajib dalam hal perencanaan keuangan, investasi untuk memenuhi tujuan keuangan, dan proteksi untuk melindungi risiko seperti hilangnya pendapatan karena meninggal, cacat tetap atau sakit.

Unit link menjadi produk yang 'dianggap' menarik, karena memberikan ilustrasi return atau imbal hasil atau keuntungan di atas tabungan dan deposito. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat untuk berasuransi, karena beranggapan jika berasuransi tidak ada manfaat dan duit hangus, menjadikan produk unit link tumbuh dan berkembang,

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Maret 2014, dari 240 juta penduduk indonenesia hanya, hanya sekitar 43,7 juta orang atau hanya sekitar 18 persen dari total penduduk Indonesia memiliki perlindungan asuransi jiwa. Dan dari 43,7 juta orang tersebut, hanya sekitar 11 juta orang atau hanya 4,5 persen dari total populasi yang memiliki asuransi jiwa individu.

Cara kerja Unit Link
Premi atau kontribusi yang dibayarkan oleh nasabah dibagi ke dalam 2 keranjang, yaitu keranjang asuransi dan keranjang investasi. Keranjang asuransi untuk membayar premi risiko, meninggal, cacat tetap, sakit dll. Keranjang Investasi di investasikan dan di potong beban-beban biaya, inilah yang menjadi milik nasabah, yang (sebenarnya) bisa diambil sewaktu-waktu, dengan risiko nilai tunai lebih kecil dari jumlah dana yang sudah disetorkan.

Proteksi Dalam Unit Link
Dalam produk unit link terdapat 1 proteksi wajib (asuransi jiwa) dan sekitar 8 proteksi tambahan /rider: kecelakaan, cacat tetap total, Critical illness, payor term, payor tpd, payor ci, cash plan, Hospital Rider (asuransi kesehatan).

1. Proteksi WAJIB
Santunan meninggal atau biasa disebut Uang Pertanggungan (UP)

2. Proteksi Tambahan (Rider)
a. Santunan Kecelakaan (meninggal karena kecelakaan)
b. Santunan Cacat Tetap Total (Total Permanent Dissability), akan sekian persen, jika mengalami cacat tetap sebagian, misal kehilangan ibu jari tangan, lengan, atau kaki saja.
c. Santunan Harian Rawat Inap (Cash Plan), berlaku double/triple klaim atau lebih, klaim dengan menggunakan dokmen yang dilegalisir, karena asli biasanya di minta oleh asuransi yang mengcover rawat inap di rumah sakit.
d. Hospital Rider (Biaya Rawat Inap/Asuransi Kesehatan), single klaim, berlaku dokumen Asli. Hanya dicover (diganti) oleh salah satu asuransi, jika memiliki lebih dari 1, maka tidak bisa diklaim ke yang lain, kecuali kekurangannya. Misal, rawat inap habis Rp 30 juta, sudah dicover semua oleh Asuransi A, maka Asuransi B, tidak akan membayar, kecuali, asuransi A hanya mengcover Rp 20 juta atau berapa, maka asuransi B akan membayar kekurangannya, jika sudah memiliki cover , tidak perlu membeli manfaat ini.
e. Santunan Penyakit Kritis (Criticall Illness), harus anda baca detail dalam polis, kapan dicovernya, apakah begitu dokter menyatakan terdeteksi, atau setelah stadium atau pada kondisi tertentu, sehingga tidak terjadi salah persepsi, salah Klaim
f. Payor (waver Premium) TPD/DD: pembebasan kontribusi jika cacat tetap total karena kecelakaan.
g. Payor CI: pembebasan premi jika sakit kritis, harus dibaca detail syarat dan ketentuan , seperti poin f.
h. Payor Term: pembebasan premi jika Pemegang Polis/Penanggung Tutup Usia.

Banyak ya? Iya dooonk… dan ini belum semua. Produk unitlink ini produk advance jadi dibahas sangat detil dan serius di kelas dan workshop Perencana Keuangan. Kalau mau tahu lebih detil sebaiknya ikutan deh. Di bulan Oktober akan ada workshop Asuransi info bisa dibuka di sini bersamaan dengan workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info di sini sementara untuk Kaya Raya dengan Reksa Dana Jakarta info buka di sini berbarengan dengan workshop Intermediate Financial Planning info buka di sini.

Kalau di artikel ini kita sudah bahas apa itu unit link, maka di artikel selanjutnya akan kita bahas risiko-risiko apa yang akan anda hadapi ketika membeli unit link ini. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed