Follow detikFinance
Sabtu 14 Oct 2017, 09:12 WIB

Begini Keuangan Anda Seharusnya Ketika Usia 50 Tahunan (1)

Aidil Akbar Madjid - detikFinance
Begini Keuangan Anda Seharusnya Ketika Usia 50 Tahunan (1) Foto: Ari Saputra
Jakarta - Artikel ini tidak saja untuk anda yang sudah berusia 50 tahunan, tapi bisa menjadi bahan pelajaran bagi anda yang masih di usia 20, 30, dan 40 tahunan. Oke, anda sudah berusia di 50 tahunan, baru masuk atau mendekati usia ini.

Pensiun yang dahulu terlihat masih lama, tanpa terasa sudah di depan mata. Apa kabar dengan keuangan anda? Sudah benarkah? Sudah cukupkah dana investasi anda untuk masa tua nanti?

Usia 50 tahunan adalah marka dalam kehidupan banyak orang. Saat ini kebanyakan anak sudah tumbuh dewasa (mulai kuliah atau sudah hampir selesai). Sementara itu utang anda seperti KPR ataupun untuk pendidikan anak (bila ada), sudah lunas atau mendekati lunas.

Perencanaan Keuangan di usia ini sedikit lebih unik dibandingkan usia sebelum-sebelumnya. Nah, Apa saja yang harus anda perhatian dengan keuangan anda ketika anda memasuki usia 50 tahunan.

1. Saatnya melepas anak anda secara finansial
Bagi anda yang memiliki anak yang sudah kuliah ataupun bekerja, maka saat ini adalah saat yang tepat untuk mendidikan mereka untuk memulai menjadi Financial Independent alias tidak bergantung finansial lagi ke diri anda.

Anda bisa mulai mendidikan anak anda untuk mulai bekerja secara paruh waktu, pekerjaan apapun asal halal dan baik, sambil di saat yang bersamaan mengajarkan mereka bagaimana harus berjuang mencari penghasilan dan mengelola penghasilan tersebut dengan benar.

Ketika anak anda sudah bekerja, maka mereka sudah mempunyai kemampuan untuk mencicil sendiri apakah itu membeli kendaraan sendiri atau apartemen. Lebih baik anak anda mencicil untuk utang jangka panjang anda, karena anda sendiri sudah tidak mungkin mencicil jangka panjang untuk utang anda, apalagi untuk pensiun anda.

2. Hindari utang besar dan jangka panjang
Beberapa dari anda mungkin berfikiran bahwa aset maupun investasi yang anda miliki masih belum cukup untuk bertahan hidup pasca pensiun. Anda kemudian menjadi kreatif dengan berfikiran untuk meminjam.

Hal ini banyak dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bahkan mereka berbekal surat dinas dan surat pernyataan pensiun untuk meminjam.

Hal ini tidak bisa ditolerir apalagi bila meminjamnya untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif. Bila dana pensiun anda kurang, maka usahakan untuk hidup sesuai dengan dana pensiun anda.

3. Hilangkan semua pengeluaran yang tidak penting
Bila masih kurang maka pikirkan mana dari aset-aset anda yang bisa mulai dijual terutama aset yang nilainya turun atau menuntut pengeluaran yang mahal untuk memelihara aset tersebut. Atau bila asset anda berupa property pikirkan bagaimana caranya agar asset anda menghasilkan income dengan cara disewa-sewakan.

Bisa dengan menyewakan tahunan, atau bahkan sekarang dengan kemajuan teknologi anda bisa menyewakan property anda secara harian, mingguan dan bulanan seperti halnya sebuah hotel.

Terakhir pikirkan apabila ada kesempatan untuk bekerja di usia pensiun anda nanti. Pekerjaan tersebut biasanya sesuai dengan bidang kerja yang anda geluti selama ini.

Beberapa orang tetap bekerja di tempat yang sama tapi menggunakan status sebagai 'konsultan'. Pekerjaan lain yang bisa dilakukan adalah mengajar di sekolah ataupun kampus misalnya menjadi dosen lepasan, dan masih banyak pilihan pekerjaan lainnya.

Ternyata perencanaan di usia senja jauh lebih rumit dan harus dipersiapkan dengan baik ya. Bila anda tertarik untuk belajar cara mempersiapkannya, anda bisa ikuti workshop dan kelas kami.

Di bulan Oktober akan ada workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info di sini https://bit.ly/PMJKT10 sementara untuk Kaya Raya dengan Reksadana Jakarta info buka di sini https://bit.ly/RDJKT10 berbarengan dengan workshop Intermediate Financial Planning info buka di sini https://bit.ly/INTJKT17.

Apakah cuma dua saja yang harus anda persiapkan? Belum, masih ada beberapa lagi yang akan kita bahas di tulisan selanjutnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed