Follow detikFinance
Selasa 17 Oct 2017, 06:40 WIB

Sudah Amankah Masa Pensiun Anda?

Meydian Eka Rini - detikFinance
Sudah Amankah Masa Pensiun Anda? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Siapa yang tidak ingin mapan di masa tua? Siapa yang tidak ingin mapan di saat masa pensiun? Setiap orang pasti mendambakan masa tua yang mapan. Sebenarnya apa sih pengertian dari pensiun? Pensiun adalah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan harus diberhentikan, ataupun atas nama sendiri (pensiun muda). Seseorang yang pensiun mendapatkan hak atas dana pensiun.

Tidak hanya pekerja atau karyawan yang mengalami masa pensiun,pengusaha juga akan mengalami masa pensiun atau masa di mana produktivitasnya menurun atau sudah tidak maksimal lagi. Biasanya di Indonesia, pekerja akan menjalani masa pensiun di usia 55-60 tahun. Pada saat itu baru akan merasakan manfaat dana pensiun.

Sesuai dengan peraturan Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,bukan hanya pegawai negeri sipil (PNS) yang mendapatkan hak dana pensiun lagi, melainkan juga pekerja swasta. Perusahaan yang menaungi pekerja swasta itu mengikutsertakan karyawan dan karyawatinya ke dalam program dana pensiun lembaga keuangan.

Hasil survei mengatakan, sebagian besar orang Indonesia mengalami kecemasan menghadapi masa pensiun. Lembaga ESQ telah mengadakan survei ARS (Anxiety Rating Scale) bahwa lebih dari 63% para pegawai jelang pensiun merasakan kondisi cemas sedang hingga panik. Sementara yang merasakan kecemasan ringan yang dapat memotivasi mereka untuk dapat beraktivitas secara aktif pada masa pensiun hanya 37% saja. Penyebab utama kecemasan adalah 51% kecemasan berasal dari masalah emosional spiritual. Dan terlihat pula bahwa kehilangan sumber keuangan adalah kecemasan kedua sebanyak 29% dari seluruh responden. Sementara penyebab kecemasan berikutnya dengan proporsi 20% mengalami kecemasan yang disebabkan oleh menurunnya tingkat kesehatan mereka.

Meskipun banyak beberapa perusahaan yang memperkerjakan lagi karyawan mereka yang sudah pensiun, namun pada akhirnya tetap saja siap atau tidak siap setiap orang akan mengalami pensiun. Tetapi mengisi masa pensiun secara produktif dan menjadi pensiun sejahtera adalah pilihan. Agar kita tidak mengalami kecemasan saat masa pensiun adalah dengan mempersiapkan dana pensiun.

Hitung dana pensiun yang harus dipersiapkan
Apakah anda pernah menghitung berapa dana pensiun yang harus dipersiapkan? Banyak sekali pasangan yang kurang sadar akan pentingnya menyiapkan dana pensiun. Apalagi bila sang suami bekerja di BUMN atau sebagai pegawai negeri, kebanyakan mereka berpikir tidak perlu lagi menyiapkan dana pensiun. Coba hitung kembali apakah cukup dana pensiun yang diberikan perusahaan. Ingat bahwa uang kita akan tergerus dengan inflasi yang semakin lama semakin naik. Cobalah untuk menetukan berapa dana yang dibutuhkan untuk pensiun anda dan pasangan. Dengan begitu anda dan pasangan dapat menyiapkan dana pensiun mulai dari sekarang.

Saat pensiun sebenarnya kita harus mengubah gaya hidup kita. Kalua kita tidak bisa mengubah gaya hidup kita maka kita harus menambah dana pensiun kita. Menyesuaikan gaya hidup kita artinya kita tidak boros atau hidup sederhana.

Berinvestasi dengan instrumen yang tepat
Kecenderungan dari kita memilih investasi yang aman seperti pasar uang dan pendapatan tetap. Tapi perputarannya tidak memberikan hasil yang optimal. Kalau anda masih muda dan aktif bekerja maka pilihkah instrumen yang agresif seperti instrumen saham. Instrumen saham bisa menghasilkan return yang sangat tinggi hingga 25%. Diharapkan ketika pensiun mendapatkan hasil yang optimal.

Setelah anda berinvestasi jangan lupa untuk memantau investasi dana pensiun anda, akan lebih baik bila anda mendapatkan laporan tiap bulan dari perusahaan investasi yang mengelola dana pensiun anda. Evaluasi berguna untuk memberikan informasi kepada anda apakah instrumennya perlu diganti sebagian atau semuanya supaya dana pensiun yang anda dapatkan bisa maksimal.

Sebelum anda berinvestasi maka ingatkah beberapa hal berikut ini:
1 Pelajari produknya
2 Kenali profil risiko anda
3. Jangan berinvestasi pada instrumen yang tidak anda pahami
4. Selalu disiplin untuk meyisihkan sebagian dana anda untuk berinvestasi

Ketika kita terlambat menyiapkan dana pensiun, misalkan saat ini kita berusia 40 tahun dan kita pensiun di usia 55 tentu cicilannya lebih berat ketimbang kita menyiapkan dana pensiun sejak usia 25 tahun. Semakin dini kita menyiapkan dana pensiun maka cicilannya semakin ringan. Semakin dekat dengan waktu pensiun maka cicilannya juga semakin berat.

Semakin awal semakin baik. Ketika kita pertama kali bekerja dan menerima gaji, maka seharusnya kita sudah mulai menyiapkan atau merencanakan dana pensiun. Karena semakin awal kita menyiapkan dana pensiun maka cicilan investasi yang kita bayarkan semakin ringan.

Mau bisa melakukan ini semua dan memastikan pensiun anda aman? Belajar di workshop dan kelas yang kami adakan. Di bulan Oktober akan ada workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info di sini sementara untuk Kaya Raya dengan Reksa Dana Jakarta info buka di sini berbarengan dengan workshop Intermediate Financial Planning info buka di sini.

Selamat ngatur duit! (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed