Follow detikFinance
Rabu 18 Oct 2017, 06:37 WIB

Faktor Ekonomi Penyebab Angka Perceraian Tinggi? Ini Cara Atasinya

Agus Sudiyar Tanjung - detikFinance
Faktor Ekonomi Penyebab Angka Perceraian Tinggi? Ini Cara Atasinya Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Bicara tentang keuangan selalu saja mempunyai daya tarik tersendiri, karena uang merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan. Apalagi dikaitkan dengan rumah tangga… haduuueh bisa tambah seru jadinya. Lha emangnya kenapa?? Terkadang, keuangan ini merupakan salah satu faktor utama yang bisa menyebabkan pertengkaran bahkan retaknya hubungan rumah tangga. Tidak jarang kan kita lihat realita dalam kehidupan di sekeliling kita ataupun informasi dari media-media.

Belum lama ini beberapa media memberitakan bahwa Pengadilan Agama (PA) di Cianjur Jawa Barat telah mencatat angka perceraian yang tinggi di wilayah tersebut. Mau tahu apa penyebabnya?? Pemicu utamanya adalah faktor ekonomi yang berujung terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tidak tanggung-tanggung lho, dari periode Januari hingga Juli gugatan cerai yang masuk ada sebanyak 6.000 perkara dan sebanyak 2.500 perkara sudah dikabulkan PA Cianjur. Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 20% dari tahun sebelumnya. Cukup fantastis kan?

Sehingga jelas di sini, bahwa keuangan merupakan salah satu aspek kehidupan yang perlu diprioritaskan. Apalagi bagi pasangan yang sudah berumah tangga. Masalah seperti ini bisa diminimalkan jika kita paham dan mengerti cara pengelolaan keuangan rumah tangga dengan baik. Nah, pastinya timbul pertanyaan, sebenarnya susah tidak sih mengatur keuangan dalam rumah tangga? Kalau ditanya mengaturnya susah atau tidak, sebetulnya susah-susah gampang ya. Karena ini semua kembali lagi kepada pasangan yang ada dalam keluarga itu sendiri. Dalam mengatur keuangan rumah tangga dibutuhkan komunikasi, artinya komunikasi secara terbuka tentang berapa besarnya uang masuk atau gaji yang diterima, terus berapa banyak pengeluaran setiap bulannya. Ini semua harus dikomunikasikan dengan jujur dan transparan terlebih dahulu.

Ada beberapa langkah yang biasa dijalankan dalam mengatur keuangan rumah tangga, misalnya:
1. Pastikan, berapa PENDAPATAN yang bisa kita terima setiap bulannya. Kalau untuk pekerja biasanya sudah terpola dari gaji bulanan. Tapi ada kemungkinan juga kan dari pendapatan-pendapatan lainnya, misalnya dari uang lembur, penyewaan mobil, hasil kerja sambilan, hasil bisnis dengan teman atau lain-lainlah. Nah itu semuanya dipastikan dulu berapa nilai yang akan kita terima sebagai pendapatan.
2. Sisihkan untuk TABUNGAN & INVESTASI. Ubah cara kita dalam mengelolah keuangan. Mungkin sebelumnya kalau mau menabung atau investasi kita menunggu dulu sampai ada sisa uangnya, nah sekarang di balik, SISIHKAN dulu buat tabungan dan investasi. Kalau hanya menunggu sisa, belum tentu ada sisa toh.
3. Susun BUDGET bulanan, artinya pengeluaran rutin yang biasa kita keluarkan dalam satu bulan atau 30 hari ke depan. Utamakan yang pokok-pokok dulu, dan penuhi yang sifatnya kebutuhan bukan keinginan.
4. Jangan lupa, persiapkan DANA DARURAT. Ini penting kita lakukan, agar suatu saat jika ada keperluan dana yang sifatnya mendesak/darurat kita sudah siap. Misalnya terjadi kecelakaan, rumah bocor, orang tua atau saudara sakit, atau terjadinya PHK. Kalau kita tidak mempersiapkan dana darurat ini, so kita akan kerepotan mencari dananya sementara biaya itu harus segera dibayarkan. Sudah pusing jadi tambah pusing nantinya…
5. Buatlah rencana-rencana keuangan lainnya. Kan hidup ini tidak saja hanya memikirkan untuk keperluan bulanan saja. Tapi kita juga perlu punya tujuan-tujuan keuangan masa depan. Misalnya untuk persiapan pensiun, persiapan dana pendidikan anak disekolah yang bagus, liburan keluarga, atau beribadah ke tanah suci.

Kalau kita sudah membuat langkah-langkah seperti ini dan terbuka dalam hal keuangan serta kepercayaan masing-masing pasangan juga sudah terbangun, ini semua akan menjadi gampang. Dan diharapkan angka perceraian lambat laun akan semakin menurun, serta rumah tangga setiap keluarga akan terbina dengan baik. Tinggal kita perlu tahu cara yang efektif untuk mengatasi masalah keuangan dalam rumah tangga. Caranya pasti akan beda-beda di setiap keluarga. Namun secara umum bisa kita lakukan dengan cara:
1. Jalankan dan Patuhi Budget yang sudah kita buat dan selalu berdiskusi untuk menjalankan budget kita.
2. Usahakan masing-masing pasangan tidak menyimpan rahasia masalah keuangan. Biasakanlah selalu terbuka dan transparan, jangan ada dusta di antara kita.
3. Miliki tujuan yang sama dalam keuangan rumah tangga, harus dibicarakan dari awal. Kalau dari awal tujuannya saja sudah beda, yaaa bagaimana akhirnya?? So pasti bermasalah dong.
4. Kalau memang tidak bisa memiliki rekening bersama, tidak ada salahnya juga membuat rekening secara terpisah. Toh terkadang laki-laki dan perempuan juga punya kebutuhan masing-masing kan?
5. Nah selanjutnya konsultasikan dengan Financial Planner, ini agar lebih terarah lho.

Atau, anda bisa belajar sendiri di workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info di sini sementara untuk Kaya Raya dengan Reksa Dana Jakarta info buka di sini berbarengan dengan workshop Intermediate Financial Planning info buka di sini. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed