Follow detikFinance
Selasa 24 Oct 2017, 09:36 WIB

Tips Jadikan Emas Alat Investasi Alternatif

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Tips Jadikan Emas Alat Investasi Alternatif Foto: Ari Saputra
Jakarta - Instrumen atau alat investasi saat ini makin beragam. Mulai dari surat berharga, saham, properti hingga emas.

Kali ini Perencana Keuangan, Aidil Akbar menjelaskan emas sebagai alat investasi alternatif dari investasi yang sudah Anda punya selama ini.

Aidil menjelaskan, sebenarnya emas bisa dijadikan sebagai pelengkap portofolio investasi pribadi anda. Jadi, misalnya anda telah memiliki sejumlah instrumen seperti reksa dana, saham atau properti dan emas bisa menjadi pilihan untuk melengkapi.

Hal ini karena, selama 5 tahun terakhir tidak mengalami penurunan. Kemudian emas adalah alat investasi yang likuid dan harganya terus mengikuti inflasi. Dan emas juga bisa dengan mudah dicairkan.

"Kalau emas itu kan ada barangnya, jadi kita pegang asetnya dan jelas. Sangat likuid kapan kita butuh bisa kita cairkan dengan cara dijual. Beda dengan investasi lain, properti misalnya, kita harus tunggu beberapa lama dulu kan," kata Aidil saat dihubungi detikFinance, Selasa (24/10/2017).

Dia menjelaskan, untuk berinvestasi emas. Baiknya, anda menggunakan metode tabungan emas atau membeli langsung. Jangan menggunakan gadai emas, karena akan ada biaya-biaya yang dikenakan dalam proses kepemilikan.

Pembelian langsung juga akan memungkinkan anda mendapatkan harga yang lebih murah dan lebih cepat memegang aset likuidnya. Namun, juga harus disesuaikan dengan kemampuan, tak usah dipaksakan beli langsung.

"Tabungan emas adalah cara yang paling baik, karena hanya dengan Rp 200.000-300.000 setiap kali setoran. Beberapa bulan kemudian anda sudah bisa memiliki sejumlah gram. Kan kalau beli langsung memang agak berat, tabungan bisa jadi solusinya," ujar Aidil.

Sebelum berinvestasi, menurut Aidil ada baiknya anda melakukan survei atau membandingkan harga cicilan tabungan emas atau memperhatikan pergerakan harga emas setiap harinya. Hal ini memungkinkan anda untuk memudahkan anda dalam memilih kapan waktu yang tepat untuk mengeksekusi pembelian emas.

Aidil menjelaskan, di tengah kondisi penurunan daya beli. Emas juga dinilai cocok untuk berinvestasi, karena saat ini orang cenderung menahan belanja akibat perlambatan ekonomi.

"Orang-orang tahan belanja karena ekonomi melambat, waktu yang pas untuk berinvestasi, termasuk emas yang bisa juga untuk jangka panjang. Meski return-nya tidak terlalu signifikan, tapi likuid dan asetnya ada di kita," ujarnya.

Ingin dapat emas gratisan? Bisa kok. Caranya dengan menabung di Bank Mega, melalui program Mega Super Vaganza Gemilang Emas.

Setiap bulan ada 30 nasabah beruntung dapat emas batangan 10 gram dan satu nasabah dapat 100 gram secara gratis jika ikut program tersebut.

Selain itu, dua orang nasabah juga berkesempatan memenangkan grand prize masing-masing 500 gram emas di akhir periode.

Program Mega Supervaganza Gemilang Emas telah dimulai sejak 25 September 2017 dan akan berakhir pada 11 Maret 2018.
(ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed