Follow detikFinance
Rabu 08 Nov 2017, 06:58 WIB

UMP Jakarta Naik, Ini Cara Menahan Gaya Hidup

Tung Desem Waringin - detikFinance
UMP Jakarta Naik, Ini Cara Menahan Gaya Hidup Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Kamis kemarin, pemerintah mengumumkan adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dengan kenaikan 8,71%, atau sekitar Rp 3.648.000.

Keputusan ini sudah ditetapkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam penetapan UMP Jakarta 2018 sesuai dengan formula PP No. 78 Tahun 2015 adalah untuk kepentingan bersama, antara pengusaha dan pekerjanya.

Nah, biasanya para penerima gaji akan senang jika gaji mereka naik. Sudah dipastikan bahwa pendapatan mereka bertambah, namun sayangnya juga pengeluaran pun akan ikut bertambah. Adanya kenaikan gaji, biasanya mempengaruhi adanya peningkatan gaya hidup atau lifestyle yang juga meningkat. Akibatnya, yang seharusnya dengan adanya kenaikan gaji selisihnya bisa kita tabung. Tapi ini malah sebaliknya. Walaupun gaji meningkat, tetapi kita akan terus kekurangan jika kita tidak segera membatasi peningkatan lifestyle kita.



Berikut adalah tips bagaimana gaji naik tetapi lifestyle mempengaruhi peningkatan lifestyle.

1. Mencatat Biaya

Adanya pencatatan memang kelihatannya harus selalu dan wajib. Dengan melakukan pencatatan, kita jadi tahu di mana beban terbanyak kita keluarkan dari pemasukan, dan kita bisa membedakan antara pencatatan bulan lalu dengan bulan saat ini. Ketika kita menemukan adanya balancing antara pengeluaran bulan lalu dengan bulan saat ini, artinya Anda berhasil untuk melakukan penyeimbangan keuangan Anda. Namun jika ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pelonjakan biaya pada bulan ini, artinya Anda harus evakuasi, apakah keperluan tersebut diperlukan untuk bulan berikutnya atau tidak?

2. Menabung
Adanya kenaikan gaji, berarti kita akan menemukan selisih dengan gaji kita sebelumnya. Jika ternyata misalnya bulan lalu gaji yang diterima hanya Rp 2 juta, dan sekarang Rp 3,6 juta itu artinya akan ada selisih Rp 1,6 juta. Selisih ini akan sah-sah saja jika memang Anda akan gunakan untuk menambah biaya hidup yang semula tidak tercukupi. Namun, jangan semua selisih Anda tambahkan ke beban biaya hidup Anda. Sisihkan setidaknya paling sedikit 40% untuk Anda tabung. Jika dikalkulasikan selisihnya Rp 1.600.000 x 40% = Rp 640.000/bulan. Berarti dalam setahun Anda sudah mempunyai tabungan sebesar Rp 7.680.000, dan 10 tahun mendatang Anda akan punya tabungan sebesar Rp 76.800.000.

3. Life Balance
Jangan karena gaji naik, lifestyle juga jadi keikutan naik. Menambah lifestyle memang sah-sah saja, tapi juga harus diperhatikan keuangannya. Jangan sampai mengalami pengeluaran yang signifikan. Jika bisa Anda harus menjaga lifestyle seimbang seperti saat gaji belum naik. Ini artinya, Anda harus cermat dalam mengatur keuangan dengan kondisi lifestyle yang bisa saja meningkat kapan pun.

Mau Menjadi Kaya Atau Bahkan Lebih Kaya di Tahun 2017? Download Sekarang Juga "61 Cara Menjadi Kaya by Tung DW dan Robert T.Kiyosaki" seharga Rp 997.000. Khusus Untuk 100 Orang Pembaca detikFinance Hari Ini, Saya Beri GRATIS, Klik di Sini Untuk Download (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed