Follow detikFinance
Kamis 09 Nov 2017, 06:50 WIB

Prioritas Pengeluaran Anda

Mohamad Taufiq Ismail – AAM & Partners - detikFinance
Prioritas Pengeluaran Anda Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -
Akhir bulan.. sudah gajian? Coba Anda ingat-ingat, setelah menerima gaji, kira-kira hal apa yang pertama kali Anda lakukan dengan uang gaji tersebut. Pergi makan siang bersama pasangan Anda? Membelikan makan malam sepulang kantor untuk keluarga? Membelikan anak Anda mainan yang sudah diidam-idamkan sejak lama? Atau membayar cicilan kredit mobil Anda? Macam-macam cara bagaimana orang dalam menghabiskan dan menggunakan gajinya. Pada sesi ini saya ingin mencoba membahas mengenai prioritas pengeluaran. Apa yang sebaiknya pertama kali dikeluarkan dan apa yang sebaiknya menjadi prioritas berikutnya dari pengeluaran Anda.

Pertama. Yang sebaiknya menjadi prioritas pertama Anda dalam pengeluaran adalah pembayaran kewajiban. Kewajiban apa? Kewaijban alias utang. Apakah Anda ingin mobil Anda yang masih kredit ditarik pihak leasing? Atau rumah yang Anda tempati tiba-tiba disegel oleh bank dan kemudian langsung dilelang dengan harga murah hanya untuk mengembalikan utang Anda? Tentu tidak bukan.. Tapi.. Selain utang, ada satu kewajiban lagi yang seharusnya menjadi prioritas pertama sebelum membayar cicilan utang. Yaitu sedekah Anda. Sisihkan sebagian dari penghasilan Anda untuk sedekah, kemudian baru lakukan pembayaran kewajiban Anda. 2,5%? 10%? Tergantung Anda.. tapi jangan sampai tidak sedekah ya.

Setelah membayar kewajiban, barulah Anda menabung untuk dana darurat. Minimal jumlah tabungan dana darurat adalah 3 kali pengeluaran bulanan Anda. Jika sudah berkeluarga, tingkatkan hingga 12 kali pengeluaran bulanan. Apabila tabungan dana darurat sudah terkumpul, lakukan analisa apakah Anda masih memerlukan asuransi jiwa atau tidak. Ini gunanya sebagai biaya hidup bagi keluarga Anda apabila terjadi kondisi meninggal. Jangan sampai keluarga Anda kebingungan bagaimana caranya untuk melanjutkan hidup jika Anda sebagai pencari nafkah utama meninggal dunia tiba-tiba. Kalau asuransi kesehatan sepertinya sudah Anda miliki dari kantor bukan? Jika belum, pertimbangkan untuk mengikuti asuransi kesehatan dari BPJS Kesehatan. Maka pengeluaran premi asuransi ini menjadi prioritas berikutnya setelah Anda menabung untuk pembentukan dana darurat.

Pengeluaran berikutnya adalah investasi untuk pemenuhan tujuan-tujuan keuangan Anda. Berinvestasilah dengan jumlah sesuai dengan target Anda, jangan asal-asalan, kecuali Anda memang tidak punya tujuan keuangan. Berinvestasilah dengan uang Anda yang idle atau dengan dana yang memang Anda khususkan untuk berinvestasi.. Jangan gunakan uang 'panas' atau hasil berutang untuk berinvestasi, karena dalam investasi terdapat risiko penurunan nilai. Pertimbangkan dengan baik sebelumnya apabila Anda menggunakan utang untuk berinvestasi. Jangan sampai hutang Anda justru akan memberatkan apabila hasil investasi tidak sesuai harapan.

Setelah Anda mengeluarkan uang untuk sedekah, cicilan utang, dana darurat, asuransi, dan investasi, barulah sisa uang tersebut Anda gunakan untuk pengeluaran bulanan Anda. Seperti untuk tagihan air, listrik, SPP anak, belanja bulanan dapur, dan lain-lainnya. Porsi untuk pengeluaran bulanan ini biasanya berkisar dalam jumlah 40% dari penghasilan bulanan Anda.

Ribet yah mengatur prioritas pengeluaran anda? Anda bisa belajar lebih detil dengan cara mengikuti workshop dan kelas-kelas yang ada. Untuk workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana di bulan November bisa dibuka di sini. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info buka di sini. Yang di Surabaya bisa cek info workshop di sini dan di sini. Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya, info buka di sini dan di sini. Selain itu bisa juga bergabung di akun Telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini.

Apakah kira-kira cukup gaji Anda untuk semua pengeluaran tersebut? Harus cukup ya.. jika tidak cukup ada dua pilihan, tambah penghasilan Anda dengan berbagai cara yang halal, seperti bekerja lembur, menjadi guru les privat, menjadi driver taksi atau ojek online setelah jam kerja. Kemudian juga atur kembali pengeluaran Anda agar cukup dengan penghasilan yang Anda miliki. Hapus atau kurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak terlalu penting. Seperti berlangganan TV kabel (cukup dari TV nasional), iuran klub kesehatan (olahraga dengan fasilitas di rumah saja), kurangi frekuensi belanja di mal, dan lain sebagainya. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed