Follow detikFinance
Rabu 15 Nov 2017, 07:27 WIB

Asuransi Pendidikan, Yakin? (2)

Ila Abdulrahman - detikFinance
Asuransi Pendidikan, Yakin? (2) Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -
Sebelum memutuskan untuk menyiapkan dana pendidikan anak melalui asuransi pendidikan, pada artikel sebelumnya di bagian pertama, sudah dibahas fakta biaya pendidikan dan fakta asuransi. Dalam artikel kedua ini akan dibahas apa saja fakta asuransi pendidikan.

"Tahukah Anda bahwa 9 dari 10 orang Indonesia salah beli asuransi?" (IARFC Indonesia).

Kategori
Asuransi pendidikan masuk ke dalam kategori asuransi jiwa, mengganti kehilangan pendapatan pencari nafkah utama akibat kematian.

Benefit/Manfaat/Proteksi
Selain Uang Pertanggungan (UP), terdapat manfaat tambahan yang biasa disebut RIDER, seperti: Payor Term, Payor CI, Payor TPD, yaitu pembebasan pembayaran premi jika pemegang polis meninggal, terserang penyakit dan sudah dalam kondisi kritis, atau cacat tetap total. Pada produk Unit Link, proteksi tambahan ini sifatnya pilihan. Namun pada jenis produk tradisional sifatnya wajib.

Peserta dan Pemegang Polis (Tertanggung dan Penanggung)
Pada Asuransi pendidikan, anak adalah sebagai peserta atau tertanggung, sehingga bukan pencari nafkah utama yang dilindungi kehilangan penghasilannya, maka uang pertanggungan mungkin akan diberikan jika peserta (anak) tutup usia. Jika mengambil benefit payor, maka polis bebas premi, ketika pemegang polis tutup usia, menderita penyakit dengan kondisi sudah kritis dan atau mengalami cacat tetap total. Perlu diingat bahwa premi untuk manfaat critical illness ini relatif mahal.

Produk asuransi pendidikan tradisional karena rider sifatnya wajib, maka manfaat dobel proteksi yaitu UP (Uang Pertanggungan) dan pembebasan premi baik peserta ataupun pemegang polis tutup usia. Khusus jika pemegang polis tutup usia, setiap tahun peserta juga akan mendapatkan santunan tambahan.

Kontribusi atau Premi
Premi dibagi ke dalam dua keranjang yaitu, investasi dan proteksi, 2 in 1 berasuransi dan berinvestasi. Apakah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan baik nilai tunai investasi maupun proteksi UPnya?

Biaya
Premi akan dipotong untuk berbagai macam biaya dan komisi, biaya paling besar adalah yang biasa disebut dengan biaya akuisisi selain juga biaya asuransi yang terus ada sepanjang polis masih aktif. Pemotongan biaya akuisisi ini dilakukan 2 - 5 tahun pertama, total sampai dengan 300% dihitung dari premi per tahun.

Misalkan Anda membeli asuransi pendidikan sebesar Rp 500 ribu per bulan (Rp 6 juta per tahun), maka premi Anda akan dipotong untuk biaya sebesar 18 juta (6 juta kali 300%), dibagi selama 5 tahun, misalnya dengan komposisi pemotongan: 100% (6 juta) tahun ke-1, 100% (Rp 6 juta) tahun ke-2, 50% (Rp 3 juta) tahun ke-3, 25% (Rp 1,5 juta) tahun ke-4 dan 25% (Rp 1,5 juta) tahun ke-5, sisanya untuk proteksi dan investasi. Kebayangkan berapa sisanya di 5 tahun pertama?

Imbal Hasil
Besar Return of Investment (RoI) atau imbal hasil selain tergantung pilihan penempatan dana dan rider yang diambil, semakin banyak rider yang diambil, maka RoI semakin rendah, juga disebabkan adanya biaya akuisisi yang relatif besar.

RoI yang digambarkan dalam ilustrasi Asuransi Pendidikan mulai dari tingkat rendah di 3%, sedang di 15% dan tinggi di 25%. Ingat ini HANYA ilustrasi atau ASUMSI. Riilnya ?

BEP (Break Event Poin)
Waktu BEP, yaitu jumlah yang disetor sama dengan jumlah nilai tunai akan investasi, pada tingkat investasi sedang (10-15%/tahun) tercapai antara tahun ke-5 sampai tahun ke-10, karena beberpa hal diatas : biaya akuisisi, jumlah proteksai yang diambil, usia tertanggung dan penanggung, penempatan investasi, dll. Artinya berinvestasi selama 5 atau 10 tahun belum ada tambahan imbal hasil.

Misal Anda ikut Asuransi pendidikan Rp 500 ribu per bulan (Rp 6 juta per tahun), maka kemungkinan pada tahun ke-5 nilai tunai berjumlah Rp 30 juta, atau pada Rp 60 juta pada tahun ke 10. Bagimana jumlah di tahun-tahun sebelumnya?

Ribet ya? Padahal ini baru sebagian kecil dari informasi yang diberikan di kelas maupun workshop keuangan yang kami rekomendasikan.

Di kelas dan workshop banyak sekali kita (100%) kami jumpai muka-muka stress karena salah beli asuransi, dan anda mungkin saja salah satu korbannya. Bagaimana cara menghindari menjadi korban?

Nah, mulailah dengan menjadi consumer yang lebih pintar. Caranya? Ya belajar dan sekolah di kursus yang kami rekomendasikan.

Ke mana? Untuk workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana di bulan November bisa dibuka di sini. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info buka di sini.

Yang di Surabaya bisa cek info workshop di sini dan di sini. Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya, info buka di sini dan di sini.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini.

Nah, jadi yakin menjadikan Asuransi Pendidikan, untuk menyiapkan dana pendidikan anak-anak? Kembali, silakan dibuka polis yang sudah Anda miliki, atau ilustrasi yang Anda dapat dari agen asuransi, catat besaran angka masing-masing dari poin uraian diatas.

Yes Or No akan dibahas pada artikel ke-3, artikel terakhir Asuransi Pendidikan, Yes Or No?

Salam finansial! (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed