Follow detikFinance
Jumat 24 Nov 2017, 06:56 WIB

Perlukah Ayah Merencanakan Keuangan?

Agus Sudiyar Tanjung - detikFinance
Perlukah Ayah Merencanakan Keuangan? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Baru saja pada tanggal 12 November 2017 kemarin kita memperingati Hari Ayah Nasional. Yang mana untuk pertama kalinya diperingati di Solo pada tahun 2006 pada masa pemerintahan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).

Seorang ayah so pasti mempunyai peranan yang sangat penting didalam rumah tangga. Selain sebagai pemimpin dalam keluarga, peran ayah juga sebagai pencari nafkah untuk keluarganya. Sebagai penentu arah kehidupan dalam rumah tangganya, sang ayah selalu memiliki kedudukan yang penting dalam segala hal pengambilan keputusan.

Tak lepas dari itu, sang Ayah juga perlu merencanakan kehidupan keluarga sampai ke masa depan. Lebih-lebih yang berkaitan dengan keuangan, merencanakan keuangan keluarga. Jelas dong, hidup itu kan bukan untuk hari ini saja.

Seorang ayah yang menyayangi keluarganya tidak akan tega melihat anak istrinya hidup menderita. Semua cara pasti akan dilakukan yang penting keluarganya bisa bahagia.

Memang sih, uang itu bukan segala-galanya, tapi tanpa uang apa yang bisa kita rencanakan untuk masa depan keluarga.

Nah, khusus buat para Ayah, perlukah membuat perencanaan keuangan? So, ya pasti perlu dong. Kita harus menyusun perencananaan keuangan yang memang perlu disiapkan oleh para Ayah.

Mau tahu pos-pos apa saja yang perlu disiapkan? Yuk, dikupas satu persatu di bawah ini:

1. Dana Pensiun, dalam fase kehidupan pada akhirnya kita juga akan masuk ke usia pensiun. Rata-rata usia pensiun di Indonesia antara 55-60 tahun lah ya. Nah pada masa yang sudah tidak produktif lagi, sudah sepantasnya kita menikmati kehidupan dengan nyaman dan bahagia.

Tapiiii.., bagaimana mana mau bahagia, jika di usia senja kita masih juga harus memikirkan biaya hidup harian. Lha, masa muda kemana ajaah ayah!!

Untuk itulah penting bagi si Ayah untuk menyiapkan dana pensiun sejak dini. Kalau belum punya plan, yuk langsung mulai sekarang. Tentukan berapa tahun lagi kita pensiun, biaya hidup yang kita inginkan saat pensiun, berapa lama kira-kira masa pensiun kita nantinya.

Dengan parameter tersebut kita akan bisa menghitung (dengan bantuan financial planner tentunya), berapa dana yang harus diinvestasikan setiap bulannya.

2. Proteksi Jiwa, sebagai pencari nafkah utama bagi keluarga, pastikan bahwa anda terlindungi oleh asuransi jiwa. Karena apabila suatu saat meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan masih dapat menjalani kehidupan secara financial dari uang pertanggungan yang dipersiapkan.

Untuk itu dalam memenuhi kebutuhan asuransi ini, tentukan dulu berapa uang pertanggungan yang Anda butuhkan. Hati-hati jangan sampai salah hitung karena ini akan berdampak pada kehidupan keluarga anda nantinya.

Oh ya, sebelum melangkah lebih jauh, ingat ya yang perlu di beli adalah asuransi jiwa murni. Tanpa ada embel-embel investasi.

3. Asuransi Aset/Kerugian, lho kan sudah beli asuransi jiwa? Mengapa harus beli asuransi kerugian juga. Ya jelas dong, bagaimana nanti kalau mobil tabrakan atau hilang dibawa maling, kan kerugiannya bisa dicover oleh asuransi.

Begitu juga dengan rumah, kalau terjadi kebakaran atau dibobol maling, bisa terlindungi oleh polis yang kita miliki. Sehingga dengan demikian resiko yang kita hadapi atas aset yang dimiliki oleh keluarga bisa lebih terlindungi.

4. Pos Khusus Pengeluaran Pribadi, sebagai laki-laki seorang ayah juga membutuhkan kebebasan untuk menikmati penghasilannya dong. Betul kan? Nah, sehingga tidak ada salahnya sang Ayah juga mempunyai pos pengeluaran pribadi.

Terutama buat menyalurkan hobi dan kumpul bareng komunitasnya. Hal ini bisa dibicarakan dengan pasangan biar jelas dan tidak ada prasangka, misalnya 5% dari penghasilan khusus buat pos pengeluaran pribadi Ayah.

Sehingga dengan demikian, sang Ayah mau belanja apa saja yang berhubungan dengan pribadinya, tidak ada yang melarang. Selama anggarannya memang diambil dari pos pribadinya dan tidak mengganggu pos keuangan keluarga.

Banyak ya? Mau belajar lebih detil lagi? Ikuti kelas dan workshop yang ada.

Ke mana saja? Ada yang dilakukan baik oleh AAM & Associates https://ow.ly/pxId30gC3BB maupun IARFC Indonesia https://ow.ly/NbPy30gC3Dy.

Untuk workshop Kaya Raya Dengan Reksadana di bulan Desember bisa dibuka di sini https://bit.ly/RDJKT12. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info buka di sini https://bit.ly/PMJKT12.

Yang di Surabaya bisa cek info workshop di sini https://bit.ly/PMSBY17 dan di sini https://bit.ly/RDSBY12. Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan ilmu advance, info buka di sini https://bit.ly/ADV1217 dan https://bit.ly/ADV1217.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini t.me/seputarkeuangan.

Jadi jangan sampai lengah ya buat para Ayah, siapkan perencanaan keuangan demi keluarga yang sangat kita cintai. Sehingga masa depan kita nantinya akan jauh lebih baik dan bahagia. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed