Follow detikFinance
Sabtu, 16 Des 2017 16:08 WIB

Begini Cara Kumpulkan Dana Darurat, Persiapan Jika Ada Gempa

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Jakarta - Bencana alam seperti gempa memiliki banyak dampak bagi masyarakat, termasuk dampak kerugian materil. Oleh sebab itu, dana darurat diperlukan untuk bisa digunakan di saat-saat yang mendesak, contohnya saat terjadi bencana seperti gempa.

Perencana keuangan dari Finansia Consulting, Eko Endarto, menjelaskan dana darurat harus dikumpulkan sebesar tiga sampai enam kali pengeluaran rutin setiap bulannya. Caranya, dengan menyisihkan 10% penghasilan setiap bulan.

"Dimulai untuk menyisihkan 10% dari penghasilan bulanan. Jadi bisa disisihkan 10% setiap bulan sampai terkumpul tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan," kata Eko kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (16/11/2017).

Contohnya, bila seseorang memiliki penghasilan Rp 10 juta perbulan, dan memiliki pengeluaran rutin Rp 8 juta per bulan. Maka orang itu bisa menyisihkan Rp 1 juta setiap bulannya sampai terkumpul tiga hingga enam kali besaran pengeluaran.

"Misalnya dia punya penghasilan 10 juta, bisa disisihkan 1 juta per bulan sampai terkumpul tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan. Dia punya pengeluaran bulanan Rp 8 juta, jadi harus bisa terkumpul Rp 24 juta sampai Rp 48 juta," jelasnya.

Dana darurat tersebut, lanjut Eko, tak boleh dipergunakan bila tidak benar-benar mendesak. Bila nilai dana darurat berkurang, maka harus segera dikumpulkan kembali.

"Itu harus selalu ada, jumlahnya harus srgitu terus. Kalau berkurang dibentuk lagi, kurang dibentuk lagi. Itu sangat diperlukan, untuk hal-hal yang di luar penggunaan rutin," pungkasnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed