Follow detikFinance
Minggu 31 Dec 2017, 08:47 WIB

Mau Punya Penghasilan 'Tanpa Kerja'?

Mohamad Taufiq Ismail – AAM & Partners - detikFinance
Mau Punya Penghasilan Tanpa Kerja? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Hampir semua dari kita yang bekerja saat ini, sebagian besar pendapatannya berada dalam kategori active income, kurang lebih artinya kita dibayar atas apa yang kita kerjakan.

Misalnya karyawan, mendapat gaji bulanan setelah bekerja selama sebulan penuh. Seorang dokter yang dibayar setelah memberikan jasa konsultasi kesehatan kepada pasiennya. Seorang pedagang yang dibayar setelah menjual barang dagangannya kepada konsumennya. Semua itu adalah contoh-contoh active income.

Bagaimana dengan passive income?

Passive income adalah penghasilan yang bisa kita dapatkan walau kita tidak bekerja. Kok bisa?

Bisa saja, karena pekerjaannya telah kita lakukan di awal. Jadi sebenarnya passive income bukan berarti kita tidak melakukan apapun ya. Tetap saja sebelumnya ada pekerjaan aktif yang telah kita lakukan di awal. Contoh beberapa passive income adalah:

1. Royalti, misalnya royalti dari menulis buku. Tentu saja di awal kita harus menulis buku terlebih dulu. Kemudian kita memastikan buku kita terbit dan laris. Untuk memastikan buku kita laris tentu kita melakukan promosi. Dari setiap buku yang terjual maka kita akan mendapatkan royalti. Bisa juga royalti dari hasil menulis lirik lagu. Untuk memastikan kita mendapatkan royalti dari menulis buku, maka kita harus bisa menulis dan menerbitkan buku secara berkala.

2. Iklan, misalnya dari penempatan iklan di blog. Pada awalnya kita harus membuat blog dengan konten yang menarik pembaca sehingga traffic di blog kita menjadi tinggi. Keseriusan kita dalam mendesain blog serta selalu memasukkan konten-konten yang menarik akan membuat pengiklan bersedia menempatkan iklannya di blog kita.

3. Menyewakan properti. Pada awalnya kita harus memiliki properti tersebut terlebih dulu. Apakah itu properti berupa tanah yang disewa sebagai tempat usaha, atau bangunan yang disewa sebagai tempat kost. Bisa juga Anda membeli sebuah apartemen tipe studio di dekat kampus yang kemudian disewakan untuk para mahasiswa. Apabila demikian, jangan lupa menatanya sedemikian rupa sehingga nyaman untuk disewa. Jika kita telah memiliki properti untuk disewakan, kita tinggal merawat dan mempromosikannya agar ada yang menyewa properti kita dan kita bisa mendapatkan income.

4. Saham. Untuk saham yang dijual di pasar reguler di Bursa Efek Indonesia, kita bisa mendapatkan passive income dari dividen yang dibagikan setiap tahunnya. Pada awalnya tentu kita harus menjadi investor saham. Jadi jangan sampai salah pilih saham yang jarang membagikan dividen. Pilih saham yang rutin membagikan dividen setiap tahunnya. Jika kita lebih berani mengambil risiko, maka terjun langsung atau menjadi pemodal pada sebuah bisnis juga bisa menjadi passive income. Urusan jalannya usaha serahkan kepada mitra Anda, Anda cukup terima bagi hasilnya setiap bulan. Sebelumnya pastikan Anda mengerti proses bisnisnya dan monitor apakah bisnis tersebut dijalankan dengan baik oleh mitra Anda.

Apa sebenarnya manfaat dari memiliki passive income?

Anggap saja dari segi waktu, kita tidak perlu melakukan aktivitas seperti layaknya active income, namun kita tetap akan mendapatkan pendapatan.

Misalnya dari bisnis penyewaan kamar kost. Kita pasti akan repot di awal masa investasi, membangun rumah kost khusus sebanyak 5 pintu beserta kelengkapannya seperti kamar mandi, kamar penjaga, lahan parkir. Kemudian mengisi kamar kost dengan perabotan, tempat tidur, meja, lemari, AC. Semua itu membutuhkan modal uang, tenga, dan waktu. Namun setelah semua fasilitas itu terbangun, yang perlu kita lakukan hanyalah merawat bangunan tersebut dan tentu saja, menagih uang sewa kamar kost yang tersewa.

Manfaat lainnya, bisa untuk mengisi waktu kita di masa pensiun dan sekaligus menjadi penambah uang pensiun bulanan kita. Otak dan badan menjadi tetap aktif, serta kantong pun tetap tebal. Jadi segeralah membuat aset passive income Anda!

Mau bisa belajar punya pasif income lebih detil lagi? Ikuti workshopnya yang dilakukan baik oleh AAM & Associates maupun IARFC Indonesia. Info workshop Kaya Raya Dengan Reksadana January 2018 buka di sini .

Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info disini https://bit.ly/PMM0118. Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan ikutan workshop Basic Financial Planning info lihat di sini.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini.

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed