Follow detikFinance
Kamis 18 Jan 2018, 07:45 WIB

Dampak Buruk Bagi Keuangan Pasca Bercerai

Tung Desem Waringin - detikFinance
Dampak Buruk Bagi Keuangan Pasca Bercerai Foto: internet
Jakarta - Beberapa hari ini banyak netizen yang tergemparkan dengan adanya kabar yang sempat viral dan menimbulkan banyak tanda tanya dan ketidakpercayaan, bahwa Basuki Tjahya Purnama alias Ahok menjatuhkan gugatan cerainya terhadap istri tercintanya, Veronica Tan.

Ahok dan Veronica yang selalu terlihat harmonis, ternyata mengalami keguncangan juga terhadap bahtera rumah tangganya. Ahok yang selalu terlihat memposting wajah istri tercintanya itu dan terlihat sering memuji kehebatan istrinya, ternyata kini sudah melayangkan surat gugatan cerai ke pengadilan negeri.

Selama 20 tahun bersama, nampaknya tidak bisa dijadikan tolak ukur apakah hubungan tersebut bisa bertahan ataupun kandas. Ahok dan Veronica yang sudah dikaruniai 3 orang anak.

Di pernikahan yang memasuki usia 20 tahun ini, Ahok mengajukan surat gugatan cerai kepada Vero di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pada Jumat 5 Januari 2018 pukul 14.30 WIB. Materi gugatan tersebut berisi dua hal yaitu cerai dan hak asuh anak.

Perceraian juga bisa menimbulkan berbagai macam faktor. Salah satunya adalah dampak negatif terhadap keuangan. Apa saja itu? Simak faktor-faktor berikut ini:

1. Hilangnya Kepala Keluarga = Hilangnya Pencari Nafkah
Saat kita memutuskan untuk menikah, maka pasangan kita (re: suami) sudah memupukkan janjinya kepada seorang istri untuk menafkahi secara lahir dan batin. Memang terkadang tidak hanya seorang suami saja yang bekerja, tetapi ada juga istri yang ikut mencari nafkah untuk keluarga. Tapi pada dasarnya, seorang laki-laki lah yang wajib menafkahi keluarganya.

Ketika sepasang suami istri memilih untuk berpisah, maka bukan lagi kewajiban suami nya untuk menfakahi sang istri. Itu artinya, hilanglah pencari nafkah dalam keluarga, termasuk kepada anak jika memang sudah memiliki anak. Walaupun tidak semuanya seperti itu, ada juga yang masih menafkahi tapi hanya untuk anaknya saja.

2. Hilangnya Investasi Bersama
Ketika sepasang suami istri memutuskan untuk membeli atau melakukan investasi untuk kepentingan bersama, itu artinya keduanya akan mengantisipasi kemungkinan adanya pengeluaran dana darurat suatu saat pada keluarganya. Ini merupakan solusi yang bagus, di mana mereka 'saling' melakukan antisipasi pada hal apa saja yang akan dialami nantinya.

Namun jika hanya melakukan investasi bersama, artinya mereka tidak memikirkan dampak yang lebih buruk dari itu. Ketika bercerai, maka investasi pribadi bisa saja diambil alih oleh penanam modal terbesar, atau mengalami pembagian yang tidak rata.

Maka dari itu memiliki tabungan atau investasi masing-masing adalah solusi terbaik daripada investasi bersama. Ketika sang istri maupun suami mempunyai tabungan masing-masing. Semisal ada apa-apa, misalnya ada yang cedera janji, maka masing-masing pihak masih bisa memenuhi pengeluarannya pribadi.

3. Biaya Pendidikan Anak Jadi Korban
Salah satu dampak dari perceraian adalah mengenai biaya nafkah dan pendidikan untuk anak yang selama ini ditanggung oleh misalnya pencari nafkah, atau kedua belah pihak. Dalam perceraian, pasti anak lah yang akan jadi korban yang paling dirugikan.

Namun ketika perceraian sudah terjadi, sudah menjadi kewajiban seorang suami sebagai kepala keluarga yang membiayai semua keperluan sang anak, sekalipun anak tersebut dipegang hak asuhnya oleh ibunya.

Walau sering sekali pula, kewajiban tersebut tidak dituntaskan meski telah menyatakan kesangggupan masing-masing pasangan nantinya akan terpisah saat perceraian. Untuk itu, pemisahan antara keuangan masing-masing pasangan tadi menjadi perlu, agar masalah pendidikan anak pun bisa ditanggung oleh suami maupun istri. Tujuannya untuk memastikan masa depan anak bisa tetap terjaga.

Ketiga hal itu adalah sebagian kecil dampak keuangan yang ditimbulkan akibat adanya perceraian yang terjadi. Selain kasih sayang yang tidak bisa lagi disatukan, banyak hal yang harus menjadi korban dalam kasus perceraian.

Entah anak yang akan menjadi korban, ataupun keuangan keluarga yang menjadi berantakan. Maka sebisa mungkin ketika 2 orang telah mengikrarkan janjinya untuk saling kasih, dan menjaga tidak akan goyah ketika badai menerpa. Sekeras dan seberat apapun badai itu. Semoga bermanfaat.

Sudah Siapkah Anda di Tahun 2018? Apakah Goal Secara Finance Anda Sudah Tercapai di Tahun 2017 Ini? Download Sekarang Juga Rangkuman "Financial Revolution" 3 Hari Seminar seharga Rp 1.997.000.

Khusus Untuk 97 Orang Pembaca detikFinance Hari Ini, Saya Beri GRATIS + Anda Berkesempatan Mendapatkan Kalender Tung Desem Waringin Edisi 2018 Yang Dijual Rp 99.000 Secara GRATIS, Klik di Sini Untuk Download. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed