Follow detikFinance
Kamis, 25 Jan 2018 06:57 WIB

Motivasi Keuangan (2)

Aidil Akbar Madjid – AAM & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Di tulisan sebelumnya sudah dibahas bahwa di dalam setiap tahap kehidupan kita selalu butuh motivasi untuk mencapai sesuatu. Termasuk juga motivasi keuangan.

Hal ini yang kemudian membedakan mana orang yang bisa mengelola keuangan, rajin menabung dan berinvestasi dengan mereka yang tidak melakukan apa-apa.

Di tulisan sebelumnya sudah dibahas 5 motivasi keuangan pertama yang bisa anda lakukan agar anda termotivasi dan disiplin, apa saja itu?:
1. Buat Papan Visi Bergambar
2. Buat Tujuan Keuangan Secara Spesifik
3. Buat Kata Kunci Belanja
4. Sayangi Diri Anda
5. Buat Tujuan Keuangan Skala Kecil


Nah, apakah hanya itu saja yang bisa kita harapkan untuk membantu meningkatkan motivasi keuangan kita agar bisa mengatur dan mengelola serta menabung dan investasi dengan baik? Berikut kita bahas lagi kelanjutan dari motivasi keuangan yang harus anda lakukan.

6. Pikiran Duit Yang Beracun
Anda mungkin sering mendengar perkataan ini "tenaaaang, rejeki udah ada yang ngatur, ngak perlu ngoyo" atau "ngapain banyakin duit dan aset, nanti malah jadi masalah", atau "santaaaai Belanda masih jauh kok, nyari duitnya ngak usah nge gas gitu" dan masih banyak lagi pernyataan dari orang-orang sekitar kita yang cenderung menjadi Racun Duit bagi pikiran dan keuangan kita.

Yes, racun duit ini berbahaya dalam hal motivasi keuangan anda untuk mendapatkan keuangan yang lebih baik dimasa depan.

Oleh sebab itu hindari racun-racun pikiran seperti ini. Sebaliknya anda harus menggunakan kalimat positif dan keinginan serta tujuan keuangan untuk melawat kalimat negative dan pikiran racun negative ini.

7. Sehat Dompet Sehat Badan
Hasil riset menunjukan bahwa semakin sering anda berolah raga bisa berdampak pada penghasilan yang lebih tinggi. Mengapa demikian? Karena anda menjadi lebih produktif setelah berolah raga dan berkeringat terutama di pagi hari.

Jadi, ber-olah raga-lah agar kondisi keuangan anda juga ikut "olah raga." Selain itu semua disiplin anda yang anda pakai di saat berolah raga akan berguna dalam disiplin anda ketika mengatur keuangan.
Jangan lupa, dengan berolah raga tubuh anda juga akan menjadi lebih sehat, di mana kemungkinan anda menjadi sakit parah sangat kecil. Demikian juga akan berdampak pada premi asuransi anda, baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa.

8. Belajar Bersyukur
Sebenarnya ini adalah domainnya orang Asia terutama orang Indonesia di mana kita dari kecil selalu diajarkan untuk bersyukur. Akan tetapi dengan kondisi hidup yang semakin hedon dan status sosial seseorang dinilai dari apa yang dimiliki, membuat orang berlomba-lomba menunjukan kekayaan mereka. Akibatnya bisa ditebak, anda akan menjadi boros.

Nah, back to basic, bersyukurlah. Ajarkan pasangan dan anggota keluarga anda untuk bersyukur atas apa yang telah dimiliki selama ini. Sehingga anda dan keluarga tidak terjebak untuk mencari kebahagiaan dengan cara membeli atau memiliki barang lain.

9. Cari Partner (kawan) Mencapai Tujuan
Menurut hasil riset juga, memiliki partner atau teman atau pasangan hidup dengan pola yang sama (memiliki tujuan dan keinginan keuangan) akan saling memberikan kebiasaan positif satu dengan yang lain.

Sebagai contoh, ketika anda ingin berolah raga dan ke gym, maka anda akan semangat ketika ada partner nge-gym anda. Demikian juga dengan keuangan. Memiliki "kawan" akan membuat anda untuk selalu mengukur dengan kawan anda ini seberapa keberhasilan anda dalam mengatur dan mengelola keuangan serta menabung dan berinvestasi.

Tapi pastikan anda dan partner alias lawan anda tahu dan mengerti aturan dasar untuk mengelola, mengatur keuangan serta menabung dan berinvestasi agar anda tidak salah langkah. Karena akan percuma bila yang anda lakukan selama ini salah. Itulah sebabnya sangat disarankan juga untuk melakukan yang berikut ini.

10. Investasi Otak
Investasi otak alias belajar tentang apapun (dalam hal ini mengelola keuangan) sangat disarankan. Dengan anda belajar maka anda akan tahu lebih dalam tips dan trik bagaimana cara mengatur dan mengelola keuangan anda.

Dari situlah akan timbul motivasi keuangan pada diri anda untuk memiliki aset lebih banyak dan mengelola keuangan lebih baik. Sayangnya tidak banyak orang yang tahu ke mana harus belajar.

Nah, Pendidikan baik seminar dan workshop sudah banyak, hanya tidak semua bisa diaplikasikan dengan mudah.

Sangat dianjurkan untuk mengambil workshop yang yang dilakukan baik oleh AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB maupun IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy.

Info workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana January 2018 buka di sini http://bit.ly/WRD0118. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info di sini http://bit.ly/PMM0118.

Untuk di Bali atau anda ingin belajar sambil liburan bisa ikutan di bulan Februari workshop mengelola keuangan, info http://bit.ly/PMDPS02, dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan Reksa Dana di Bali, info http://bit.ly/RDDPS02.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan ikutan workshop Basic Financial Planning info lihat di sini http://bit.ly/BFP0118.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik disini t.me/seputarkeuangan.

So, belajar sudah, mengerti sudah, merencanakan sudah, sekarang tinggal anda mempraktekkan apa yang sudah anda dan pelajari baik di kelas ataupun tempat lain. Tumbuhkan rasa motivasi keuangan anda agar anda semakin sukses secara finansial di masa yang akan datang. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed