Follow detikFinance
Kamis, 01 Feb 2018 07:38 WIB

Yuk Investasi Saham

Stanley Christian – AAM & Partners - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Salah satu instrumen investasi yang memberikan return cukup besar adalah saham. Namun perlu dipahami juga bahwa saham memiliki tingkat risiko paling besar, ya prinsip high risk high return selalu berlaku dalam berinvestasi.

Sebelum anda mulai berinvestasi di saham, ada beberapa hal yang harus anda pelajari terlebih dahulu, misal mengenali profil risiko dari diri anda sendiri dan masih banyak lagi yang harus dipelajari terlebih dahulu, antara lain seperti di bawah ini.

Memahami Analisa Fundamental dan analisa teknikal
Sebelum berinvestasi saham, anda sebaiknya sudah memahami analisa fundamental secara sederhana mengenai perusahaan uang akan anda beli. Salah satunya dengan mengamati berita-berita terkait perusahaan tersebut, seperti rencana bisnis perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut memiliki rencana untuk ekspansi bisnis, akuisisi perusahaan baru, atau sebaliknya memiliki rencana untuk pengurangan atau penyusutan bisnis.

Anda bisa mengakses informasi tersebut dari website BEI tentang prospektus perusahaan, profile perusahaan, laporan keuangan, hingga berita pasar modal lainnya. Tujuannya, agar Anda bisa mengetahui perkembangan saham perusahaan yang Anda pilih tersebut, hal ini berkaitan erat dengan hasil invetasi yang akan Anda peroleh.

Jika perusahaan memiliki rencana bisnis yang bagus dan bertumbuh sehat, sahamnya juga akan mengalami hal yang sama.

Setelah anda memahami analisa fundamental, tidak ada salahnya anda juga memahami dan melakukan analisa teknikal secara sederhana dengan melihat grafik saham, sehingga anda tahu waktu yang tepat untuk beli dan jual. Dengan demikian anda dapat yakin bahwa anda membeli saham perusahaan tersebut dengan nilai dan waktu yang tepat.

Selain anda melakukan analisa fundamental dan teknikal untuk perusahaan yang akan anda beli, sebaiknya anda juga mengamati beberapa faktor eksternal yang mungkin akan berpengaruh terhadap saham yang anda beli, antara lain kondisi perekonomian (perlambatan ekonomi atau percepatan ekonomi) dalam negeri, kondisi ekonomi global, stabilitas kondisi politik dalam negeri, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kebijakan pemerintah dan lain sebagainya.

Membuka Rekening Saham
Akhirnya sampailah di tahap yang ditunggu-tunggu yaitu membuka rekening saham. Pembukaan rekening saham dilakukan ke perusahaan sekuritas. Secara umum, membuka rekening saham mirip dengan pembukaan rekening tabungan, yaitu mengisi form pembukaan disertai dengan kartu identitas diri dan kelengkapan data lainnya.

Beberapa tahun yang lalu, ketika membuka rekening saham, anda diwajibkan menyetor uang sebagai saldo awal berkisar di angka Rp 5-10 juta. Beruntungnya anda, saat ini untuk membuka rekening saham tidak perlu saldo hingga jutaan rupiah.

Hanya bermodalkan KTP dan mengisi kelengkapan data, anda sudah memiliki rekening saham, sehingga ketika anda hanya memiliki uang Rp 100.000 pun, anda sudah bisa berinvestasi. Maka sudah tidak ada alasan lagi menunda berinvestasi bila masih beralasan 'investasi itu mahal'.
Namun bila anda masih saja bingung dan belum yakin untuk berinvestasi di saham, anda bisa berkonsultasi langsung atau mengikuti pelatihan tentang investasi.

Berinvestasi adalah cara yang bagus untuk mencapai tujuan jangka panjang anda dan meningkatkan aset yang Anda miliki. Saham memang salah satu instrumen investasi jangka panjang yang menguntungkan, namun anda harus tetap bijak dalam berinvestasi di saham, jangan mudah tergoda dengan penawaran dari perusahaan yang tidak jelas tapi memberikan hasil return yang tinggi.

Harapannya dengan anda sudah mempelajari analisa teknikal dan fundamental serta berkonsultasi dengan ahlinya, anda dapat segera berinvestasi saham.

Tapi sebelum berinvestasi di saham pastikan anda sudah mengerti cara mengatur keuangan dan ilmu dasar berinvestasi agar tidak salah dan tidak takut terhadap risiko investasi.

Nah, ilmu ini bisa dipelajar melalui kelas dan workshop yang dilakukan baik oleh AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB maupun IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy.

Info workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana bulan depan 2018 buka di sini http://bit.ly/WRD0218. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info di sini http://bit.ly/PMM0218.

Untuk di Bali atau anda ingin belajar sambil liburan bisa ikutan di bulan Februari workshop mengelola keuangan, info http://bit.ly/PMDPS02, dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan Reksa Dana di Bali, info http://bit.ly/RDDPS02 lumayan bisa jalan-jalan liburan sambil belajar lho.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Intermediate Financial Planning info lihat di sini http://bit.ly/IMD0318.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik disini t.me/seputarkeuangan.

Happy Planning. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed