Follow detikFinance
Jumat, 02 Feb 2018 06:56 WIB

Punya Apartemen, Dijual atau Disewakan?

Mohamad Taufiq Ismail – AAM & Partners - detikFinance
Foto: Moch. Prima Fauzi Foto: Moch. Prima Fauzi
Jakarta - Beberapa hari lalu ada seorang kawan saya yang bertanya tentang pendapat saya mengenai apartemennya. Jadi kawan saya saat ini memiliki apartemen, dan dia sedang bingung dengan apartemen tersebut. Apakah sebaiknya dijual atau disewakan?

Yang jelas saat ini kawan saya tidak ada keinginan menempati apartemen tersebut karena dia memiliki rumah tinggal sendiri.

Jadi sebenarnya lebih bagus diapakan apartemen Anda? Apakah lebih baik dijual atau disewakan? Sebelum Anda memutuskan hal tersebut, ada baiknya Anda mencoba mengingat-ingat kembali tujuan awal Anda membeli apartemen.

Jangan-jangan sebenarnya untuk ditempati sendiri karena lokasinya dekat kantor, bukan untuk dijual atau disewakan. Atau Anda hanya membeli saja tanpa tujuan karena lebih baik gaji bulanan Anda diwujudkan dalam suatu aset sehingga tidak habis untuk hal-hal yang konsumtif?

Masing-masing orang yang telah membeli apartemen tentu memiliki alasannya sendiri-sendiri pada awal pembeliannya. Jika lokasinya dekat kantor tempat bekerja, kemungkinan alasan pembelian adalah untuk ditempati sendiri.

Apabila lokasinya dekat dengan pusat perkantoran dan pendidikan, kemungkinan untuk disewakan, atau mungkin juga untuk tempat tinggal anak kelak saat kuliah, dan setelah selesai kuliah nanti apartemen bisa dijual. Atau bisa juga untuk dijual setelah apartemen selesai terbangun.

Ini biasanya untuk apartemen-apartemen yang masih dalam tahap awal pembangunan, karena harganya masih diskon. Jika sudah selesai pembangunan maka harga penawarannya sudah naik.

Maka dalam menjawab pertanyaan kawan saya tadi, saya akan bertanya balik, apakah tujuan awal dari pembelian apartemen tersebut? Jika untuk dijual, apakah target harga penjualannya sudah tercapai? Misalnya dibeli pada saat harga Rp 300 juta, kemudian saat ini harga sudah mencapai 450 juta.

Artinya ada kenaikan harga apartemen sebesar 50%. Apakah kenaikan 50% tersebut sudah memuaskan? Apakah sudah sesuai target? Jika sudah sesuai target, maka tunggu apa lagi? Segera saja iklankan di berbagai media.

Namun jika ternyata harganya belum sesuai, maka tidak ada salahnya apartemen tersebut disewakan terlebih dulu. Pertimbangannya adalah daripada aset apartemen tersebut menganggur dan tidak menghasilkan, lebih baik diberdayakan sehingga bisa menghasilkan passive income.

Namun perlu diingat bahwa masih diperlukan lagi modal tambahan untuk membeli perlengkapan dan perabotan agar apartemen siap dihuni. Ini tidak menjadi masalah karena dengan siap dihuninya apartemen dapat meningkatkan harga jual kepada pembeli.

Kemudian apabila memang tujuan awalnya untuk disewakan, lantas mengapa tidak segera disewakan? Bisa ada beberapa sebab.

Pertama, kebingungan seperti yang dialami kawan saya tadi. Tidak jelas apa tujuan awalnya membeli apartemen. Kedua, tidak ada yang mengurus masalah sewa apartemen ini, misal karena lokasinya jauh dari rumah, sedangkan calon penyewa tentu perlu melihat bagian dalam apartemen.

Ini sebenarnya bisa diatasi dengan mengunakan biro jasa, namun tentu harus mengeluarkan biaya lagi. Tentu itu semua merupakan konsekuensi atas kepemilikan apartemen, kita harus merawatnya agar tetap dalam kondisi yang baik untuk ditempati. Serta jika memang untuk disewakan, kita harus siap hadir saat calon penyewa ingin melihat kondisi apartemen.

Jadi dalam memutuskan nasib apartemen Anda yang saat ini sedang tidak digunakan, dan Anda bimbang dengan pilihan apakah apartemen yang saat ini Anda miliki akan Anda jual atau sewakan.

Kembalikan kepada tujuan awal Anda membeli apartemen tersebut. Kalaupun di tengah jalan terjadi perubahan rencana, selalu integrasikan perubahan tersebut dengan perencanaan keuangan Anda yang lain, karena keputusan menjual atau menyewakan apartemen bisa jadi akan berpengaruh kepada pencapaian tujuan-tujuan keuangan Anda yang lain.

Disewakan sendiri opsinya sudah banyak sekarang. Apa saja itu? Hal ini biasanya dibahas dan diskusikan di workshop Perencanaan Keuangan dan Investasi yang dilakukan baik oleh AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB maupun IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy.

Info workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana bulan depan 2018 buka di sini http://bit.ly/WRD0218. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info di sini http://bit.ly/PMM0218.

Untuk di Bali atau anda ingin belajar sambil liburan bisa ikutan di bulan Februari workshop mengelola keuangan, info http://bit.ly/PMDPS02, dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan Reksa Dana di Bali, info http://bit.ly/RDDPS02 lumayan bisa jalan-jalan liburan sambil belajar lho.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Intermediate Financial Planning info lihat di sini http://bit.ly/IMD0318.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik disini t.me/seputarkeuangan. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed