Menurut Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno bagi mereka yang rumahnya sering dilanda banjir seharusnya sudah melakukan persiapan untuk mengantisipasinya. Salah satunya dengan menyiapkan dana darurat.
"Dana darurat ini dipakai sebagai antisipasi untuk menghadapi bencana, bukan hanya untuk banjir bisa untuk kebakaran atau bahkan untuk gempa," terangnya saat dihubungi detikFinance, Senin (5/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana darurat dikumpulkan dari pemasukan setiap bulannya. Untuk besarnya tergantung dan diukur dari rata-rata pengeluaran setiap bulannya.
Bagi yang masih hidup sendiri siapkan dana darurat sebesar 3-6 kali dari pengeluaran setiap bulannya, sementara untuk yang berkeluarga 6 bulan sampai 1 tahun pengeluaran.
Dana darurat tersebut bisa dipakai memperbaiki rumah jika rusak karena banjir. Bukan hanya rumah, dana tersebut juga duntuk biaya hidup selama mengungsi ataupun pengobatan jika ada yang sakit.
"Jadi dana darurat yang memang digunakan saat keadaan darurat. Dana ini juga bisa digunakan jika kita butuh bala bantuan untuk membersihkan rumah setelah banjir," tambah Mike.
Selain dana darurat, jika memiliki kartu kredit maka pastikan agar selalu dibawa. Kartu kredit bisa menjadi cadangan jika uang tunai yang dipegang tidak cukup.
Mike juga menyarankan, agar warga langganan banjir memiliki asuransi harta benda termasuk asuransi properti. Ajukan asuransi yang juga mencakup perlindungan untuk banjir dan gempa. (hns/hns)











































