Follow detikFinance
Selasa 06 Feb 2018, 08:04 WIB

Menghitung Kebutuhan Pensiun

Mohamad Taufiq Ismail – AAM & Partners - detikFinance
Menghitung Kebutuhan Pensiun Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Apakah Anda sebelumnya sudah pernah mencoba untuk menghitung berapa kebutuhan bulanan untuk hidup Anda dan keluarga pada saat pensiun nanti? Jika belum pernah, tidak ada salahnya setelah Anda membaca artikel ini Anda mencoba untuk menghitung kebutuhan saat pensiun.

Salah satu manfaat apabila Anda mengetahui berapa perkiraan jumlah kebutuhan hidup bulanan saat pensiun adalah untuk dibandingkan dengan hasil investasi dana pensiun Anda saat ini. Apakah jumlahnya sudah mencukupi, mendekati, atau bahkan masih jauh dari target?

Dengan demikian kita akan dapat menentukan apakah kita perlu menambah jumlah investasi atau dapat mengalihkan porsi investasi dana pensiun ke tujuan keuangan lain yang juga menjadi prioritas.

Rata-rata kebutuhan bulanan pensiun di Indonesia saat ini adalah sekitar 75-80% dari penghasilan terakhir sebelum pensiun. Namun tidak semua dari Anda mengetahui berapa penghasilan terakhir nanti sebelum pensiun bukan?

Terkecuali Anda saat ini sudah mendekati masa pensiun, sepertinya gaji terakhir tidak akan terlalu jauh jumlahnya dengan gaji saat ini.

Untuk Anda yang masih memiliki waktu pensiun yang lama, ada satu cara lain untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan pensiun bulanan Anda. Yaitu dengan menggunakan pendekatan dari jumlah pengeluaran saat ini.

Caranya adalah dengan menghitung dari berapa kebutuhan pokok untuk hidup saja. Seperti belanja untuk keperluan dapur sehari-hari, transportasi, biaya kesehatan, biaya perawatan rumah, perawatan kendaraan dan biaya-biaya lain yang Anda anggap masih dikeluarkan pada saat pensiun nanti.

Bagaimana dengan biaya pendidikan anak? Untuk biaya pendidikan anak tidak perlu dimasukkan, karena asumsinya pada saat Anda pensiun nanti anak-anak sudah besar dan sudah tidak sekolah, sehingga tidak ada lagi biaya pendidikan yang dikeluarkan.

Mungkin masih ada satu anak bungsu Anda yang masih kuliah, namun seharusnya untuk masalah biaya pendidikannya sudah Anda siapkan sebelum Anda pensiun. Demikian pula dengan cicilan utang.

Seluruh utang diasumsikan sudah lunas. Biasanya lembaga pemberi utang juga sudah mempertimbangkan usia pensiun Anda. Untuk utang yang berasal dari kantor Anda bekerja, biasanya akan dilunasi dengan menggunakan uang hari tua Anda.

Langkah selanjutnya setelah Anda menghitung seluruh kebutuhan pokok Anda dengan nilai pengeluaran saat ini, cobalah hitung dengan menggunakan rumus future value untuk menemukan berapa jumlah kebutuhan bulanan Anda saat pensiun nanti.

Hitunglah future value pengeluaran saat ini dengan rumus n sama dengan berapa tahun lagi Anda akan pensiun. Itulah kebutuhan bulanan Anda nanti saat pensiun.

Usahakan sedini mungkin untuk membentuk dana pensiun Anda, karena dana pensiun cukup besar jumlahnya. Artinya dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membentuk dana tersebut, kecuali gaji Anda jumlahnya sangat besar saat ini.

Investasikan paling tidak 5-10% dari penghasilan bulanan Anda saat ini untuk dana pensiun. Namun apabila Anda sudah mendekati usia pensiun sebentar lagi, jumlah ini bisa Anda gandakan hingga 20% dari penghasilan Anda.

Jika Anda sudah mendapatkan dana pensiun dari kantor saat ini, cobalah cek apakah jumlah dana investasi yang terbentuk nanti sudah cukup atau masih kurang dengan kebutuhan Anda. Apabila tenyata jumlahnya cukup, maka Anda bisa mengalihkan dana investasi Anda ke tujuan lain.

Namun jika jumlahnya kurang, maka segeralah menambah jumlah iuran dana pensiun di kantor Anda, atau ambil dana pensiun di lembaga keuangan lain secara mandiri.

Menghitung kebutuhan pensiun dan mempersiapkan dana pensiun bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keahlian dan keterampilan khusus. Salah dalam menghitung mengakibatkan anda tidak bisa pensiun atau pensiun tanpa rasa nyaman sesuatu keinginan.

Itulah sebabnya direkomendasikan untuk anda belajar cara membuat dan merencanakan pensiun yang baik dan benar dengan menghubungi Perencana Keuangan profesional dari IARFC Indonesia.

Atau anda bisa mengikuti workshop yang dilakukan baik oleh AAM & Associates https://ow.ly/pxId30gC3BB maupun IARFC Indonesia https://ow.ly/NbPy30gC3Dy.

Info workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana bulan depan 2018 buka di sini https://bit.ly/WRD0218. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info di sini https://bit.ly/PMM0218.

Untuk di Bali atau anda ingin belajar sambil liburan bisa ikutan di bulan Februari workshop mengelola keuangan, info https://bit.ly/PMDPS02, dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan Reksa Dana di Bali, info https://bit.ly/RDDPS02 lumayan bisa jalan-jalan liburan sambil belajar lho.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Intermediate Financial Planning info lihat di sini https://bit.ly/IMD0318.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik disini t.me/seputarkeuangan. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed