Follow detikFinance
Rabu, 14 Mar 2018 06:56 WIB

Jangan Investasi Reksa Dana Sebelum Baca Ini!

Annissa Sagita - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Reksa dana adalah produk pasar modal yang merupakan investasi kolektif, di mana investasinya dikelola oleh manajer investasi (MI), sedangkan uang investor dititipkan di bank kustodian. Reksa dana memiliki 4 jenis yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham dimana keempat jenis ini bisa disesuaikan dengan tujuan Anda berinvestasi.

Reksa dana cocok untuk investor pemula karena bisa dimulai dari nominal yang cukup terjangkau, Rp 100.000. Apa saja hal-hal yang harus Anda mengerti sebelum berinvestasi di reksa dana?


1. Profil Risiko
Profil risiko adalah standar seberapa tahan Anda terhadap risiko investasi yang selalu membayangi. Profil risiko dipengaruhi oleh banyak faktor, beberapa di antaranya adalah pengalaman berinvestasi, pola pikir, pekerjaan, lingkungan dan lain sebagainya.

Misalnya, jika Anda belum pernah berinvestasi, atau pekerjaan Anda sehari-hari selama beberapa tahun terakhir adalah pekerjaan di balik meja/bukan merupakan pekerjaan yang pengambil risiko seperti sales/decision maker, maka kemungkinan besar profil risiko Anda adalah konservatif, yaitu belum berani mengambil risiko.

Dengan demikian, sebaiknya Anda memulai berinvestasi dengan produk yang risikonya paling minim.Anda akan diminta untuk mengisi formulir profil risiko di agen penjual/manager investasi sebelum Anda membeli reksa dana untuk mengetahui profil risiko Anda, namun akan lebih baik jika Anda sudah mengetahui profil risiko Anda sendiri sebelum datang ke agen penjual/manager investasi.

2. Tujuan Berinvestasi
Tujuan berinvestasi penting untuk dimiliki karena tujuan ini yang akan menentukan produk reksa dana seperti apa yang akan Anda miliki. Tujuan berinvestasi harus mencakup jangka waktu berapa tahun Anda berinvestasi.

Mengetahui jangka waktu berapa lama berinvestasi bisa menghindarkan Anda dari kegagalan investasi. Mengapa demikian? Karakteristik setiap jenis reksa dana berbeda-beda. Semakin pendek jangka waktu investasi, sebaiknya semakin konservatif atau aman produk yang Anda pilih.

Demikian juga sebaliknya, semakin panjang jangka waktu investasi, Anda bisa memilih produk investasi yang agresif/kenaikannya cukup tinggi untuk mengalahkan inflasi. Jika tidak mengerti prinsip ini atau Anda tidak memiliki tujuan, bisa saja Anda memilih produk agresif untuk jangka pendek. Ketika tiba saatnya investasi dicairkan, Anda akan rugi jika investasi Anda ternyata turun sangat tajam.

3. Tentukan Produknya
Data dari OJK per Februari 2018 menyebutkan bahwa ada total 830 produk reksa dana konvensional di seluruh Indonesia. Tahukah Anda produk yang mana yang cocok untuk tujuan keuangan Anda? Sebaiknya produk yang diinginkan telah diketahui sebelum Anda membeli reksa dana melalui agen penjual/manager investasi langsung. Jadi tentukan dulu produknya, baru datang ke agen penjual/manager investasi.

Mengetahui produk sebelum berinvestasi juga mencegah Anda terpengaruh oleh customer service/front office yang melayani Anda, karena mereka ditarget penjualan produk tertentu. Bisa jadi bukan reksa dana yang ditawarkan kepada Anda, namun malah produk asuransi atau lainnya. Selain itu, belum tentu juga CS/front office yang melayani Anda lebih mengerti dari Anda tentang reksa dana.

4. Risiko Reksa Dana
Berinvestasi di produk yang diregulasi secara sangat ketat oleh OJK bukan berarti uang Anda aman dari risiko. Setiap produk investasi mengandung risiko. Nah risiko apa saja yang mungkin terjadi? Ada beberapa risiko reksa dana yang perlu Anda ketahui.

Risiko penurunan NAB, bisa terjadi jika harga saham dan obligasi turun atau ada obligasi yang gagal bayar dan menurunnya IHSG. Resiko lainnya yaitu resiko likuiditas, bisa terjadi apabila ketika investor ingin mencairkan uangnya di reksa dana, reksa dana tidak memiliki cukup uang karena terjadinya pencairan besar-besaran. Risiko seperti itulah yang harus Anda pahami sebelum Anda memutuskan untuk menaruh uang Anda di reksa dana.

5. Cara Kerja Reksa Dana
Tentu saja Anda harus mengerti apa dan bagaimana reksa dana itu sendiri. Hindari masuk ke produk tertentu karena testimoni teman/rekan/keluarga, karena poin nomor 1 (profil risiko) dan 2 (tujuan investasi) setiap orang tentu berbeda-beda.

Banyak ya? No itu baru sedikit dari persyaratan dan persiapan untuk berinvestasi di produk bernama reksa dana. Ingat, setiap produk ada kelebihan dan kelemahannya.


Dan semua itu bisa anda pelajari di kelas dan workshop reksa dana yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di luar kota, dibuka kelas di Bali untuk warga Bali dan sekitarnya atau anda yang ingin belajar sambil liburan info http://bit.ly/PMDPS02, dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan reksa dana di Bali, info http://bit.ly/RDDPS02.

Selain Bali dibuka juga kelas di Yogya, info http://bit.ly/PMJGS18 dan di sini http://bit.ly/RDJGS18. Di akhir bulan Maret dibuka lagi workshop mengelola gaji bulanan biar nggak cepat habis, info http://bit.ly/PMM0318 dan cara kaya dengan reksa dana, info http://bit.ly/WRD0318.

Siap-siap juga awal bulanan ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info http://bit.ly/IFP0518, kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan ramadan saja.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning di sini http://bit.ly/BFP0418.

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan.

Nah, setelah mengetahui hal-hal di atas, Anda sudah lebih mengerti tentang reksa dana dan lebih siap untuk berinvestasi di reksa dana. Namun jika ada istilah-istilah yang belum Anda mengerti, maka Anda mungkin belum siap untuk berinvestasi. Anda bisa belajar di kelas keuangan.

Tunggu apa lagi? Selamat berinvestasi! (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed