Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Apr 2018 07:20 WIB

Jangan Sampai Tertipu Travel Umrah Abal-abal, Ini Tipsnya (1)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid and Partners - detikFinance
Foto: Triono Wahyu Sudibyo/detikcom
Jakarta - Maraknya penipuan atau penggelapan dana jemaah umrah oleh biro penyelenggara membuat masyarakat yang sudah mendaftar di biro lain ataupun yang hendak mendaftar was-was, takut uangnya akan digelapkan juga.

Tidak semua kasus penipuan langsung meletus dengan gagal berangkat, namun ada berbagai macam, mulai dari yang mundur dari jadwal yang dijanjikan, diminta menambah biaya, apalagi dengan adanya peraturan baru dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi tentang tambahan biaya, biro nakal memiliki alasan untuk menarik iuran lebih, hingga akhirnya meledak dengan korban mencapai jutaan jemaah.

Saat berkunjung ke luar daerah, banyak yang curhat, belum jadi berangkat, katanya diundur semula Februari menjadi Maret, itu pun tanpa kejelasan tanggal berapa. Setelah saya tanya biro penyelenggaranya, ternyata mereka tidak tahu, bahwa biro yang dipakai sudah bermasalah dan masuk dalam laporan ke pihak terkait dan dibekukan. Nah lho.

Berawal dari faktor kepercayaan akibat kekerabatan, pertemanan, atau iklan dengan menggunakan sosok public figur-lah, rata-rata mereka ikut biro yang sudah disuspen izinnya oleh Kemenag. Memang sebagian besar kasus tipu menipu berhubungan dengan uang ini seperti juga kasus investasi bodong, memiliki karakteristik yang sama dalam hal, merekrut, mengajak berdasarkan persaudaraan, pertemanan, dan persosialitaan (apa pula ini).

"Mana mungkin teman sendiri nipu, mana mungkin saudara sendiri melarikan duit kita."

Pak, bu, mungkin saudara bapak, ibu yang menjadi marketing atau agen di cabang tidak menggelapkan, namun pemilik bironya itu lho yang gelap mata, sebagian besar OKB alias orang kaya baru, dia khilaf, padahal kekayaan itu bukan miliknya namun milik ribuan, bahkan jutaan jemaah.

Berdalih duit dikembangkan agar menutupi kebutuhan minimal biaya umrah, pihak biro beramai-rami promo dengan biaya umrah murah. Walhasil, zonk, karena sebagian besar pemilik biro tidak memiliki pengetahuan, atau tidak membayar jasa profesional di bidang mengembangbiakkan duit alias investasi.

Nah, bagaimana caranya agar bisa tetap umrah tanpa khawatir tertipu dan gagal berangkat?

Ikut Komunitas
Cara pertama adalah dengan ikut kelompok atau komunitas umrah, sekelompok orang bersama-sama berangkat ke tanah suci, dengan membeli tiket sendiri, mengurus Visa dan LA sendiri. Biasanya salah satu atau beberapa orang berbagi tugas dan saling membantu. Berangkat dengan cara ini relatif murah biayanya. Untuk biaya transport bisa berkisar Rp 13-16 jutaan.

Pengalaman bergabung dalam grup umrah di komunitas, member dibantu mulai dari pembuatan pasport, pembelian tiket, boleh beli sendiri atau melalui admin dengan cara langsung transfer ke travel agent-nya tidak ke adminnya. Begitu juga dengan Visa dan lain-lain.

Yang perlu diwaspadai bahwa selalu saja ada orang yang berusaha mengambil keuntungan dari sebuah peluang. Biasanya member yang sudah berminat umrah dan aktif bertanya di grup, akan dijapri oleh member lain dan diajak untuk berangkat ke tanah suci melelaui biro di mana ia menjadi agennya, dengan nama biro yang hampir mirip bahkan sama.

Terutama bagi calon jemaah yang harus melampirkan surat keterangan dari biro umrah dalam pembuatan pasport. Surat keterangan ini dijual dengan harga bervariasi, dari Rp 500 ribu hingga jutaan. Ada biro yang kemudian menjadikan biaya ini sebagai bagian DP (Down Payment) atau uang muka biaya umrah, namun ada juga yang tidak.

Mengembangkan Sendiri Dananya dengan Investasi
Cara kedua adalah mengumpulkan dan membiakkan dana sendiri melalui investasi. Selama ini biro umrah menjual tiket umrah dengan harga kisaran Rp 18 juta, dengan keberangkatan 1 tahun, 2 tahun kemudian, padahal agen atau biro lain menjual biaya umrah minimal di angka Rp 22 juta.

Karena tertarik maka Anda mendaftar karena berpikir murah, hanya Rp 18 juta, bukan Rp 22 juta. Padahal, jangankan berangkat tahun depan, berangkat besok saja, dengan biaya Rp 22 jutapun bisa batal.

Jadi bagaimana cara mengembangkannya? Akan dibahas lebih detil di artikel berikutnya, beserta cara berinvestasinya.


Hal-hal simple dan praktis ini bisa anda pelajari di kelas dan workshop perencana keuangan yang yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia https://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di Jakarta dibuka workshop Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan sehari info http://bit.ly/PMM0418 dan Belajar Menjadi Kaya Raya dengan Reksa Dana, info http://bit.ly/WRD0418.

Sementara, di luar kota, dibuka worshop sehari Mengelola Gaji di Surabaya info http://bit.ly/PMSUB18 dan Workshop Kaya dengan Reksa Dana info http://bit.ly/RDSUB18.

Sementara untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning di sini http://bit.ly/BFP0418.

Siap-siap juga awal bulanan Ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info http://bit.ly/IFP0518, kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan Ramadan saja.

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan.

Di artikel berikutnya masih menyambung dari artikel ini yaitu membahas keuntungan lain dari memiliki kartu kredit. Tunggu artikel selanjutnya.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com