Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Apr 2018 07:17 WIB

Jangan Sampai Tertipu Travel Umrah Abal-abal, Ini Tipsnya (2)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid and Partners - detikFinance
Masjid Nabawi. Foto: Triono Wahyu Sudibyo/detikcom
Jakarta - Menyambung dari tulisan sebelumnya, bahwa belakangan ini marak sekali penipuan biro umrah yang gagal memberangkatkan jemaahnya ke tanah suci. Pertanyaan sebenarnya apakah anda bisa berangkat umrah dengan mempersiapkan dana sendiri tanpa harus DP dahulu ke biro perjalanan umrah dan haji?

Jawabannya adalah pasti bisa. Hanya yang kemudian jadi permasalahannya adalah bagaimana cara anda mempersiapkannya?

Salah satu cara yang sudah dibahas di tulisan sebelumnya adalah dengan mengikuti komunitas orang-orang yang akan berangkat umrah dan haji atau sudah pernah berangkat umrah atau haji. Hal berikutnya yang bisa anda ikuti adalah mengembangkan dana anda sendiri dengan berinvestasi.

Seperti apa? Kami bahas lagi berikut ini:

Mengembangkan Sendiri Dananya dengan Investasi
Cara kedua adalah mengumpulkan dan membiakkan dana sendiri melalui investasi. Selama ini biro umrah menjual tiket umrah dengan harga kisaran Rp 18 juta, dengan keberangkatan 1 tahun, 2 tahun kemudian, padahal agen atau biro lain menjual biaya umrah minimal diangka Rp 22 juta.

Karena tertarik maka Anda mendaftar karena berpikir murah, hanya Rp 18 juta, bukan Rp 22 juta. Padahal, jangankan berangkat tahun depan, berangkat besok saja, dengan biaya Rp 22 juta pun bisa batal.

Nah, untuk mengantisipasinya Anda dapat membiarkan uang Anda yg 18 juta itu atau mulai dari ratusan ribu, bekerja mencari teman-temannya melalui apa yang disebut dengan "investasi", yaitu menaruh uang pada instrumen investasi yang dikelola oleh pihak ketiga yang dijamin dan sudah terbukti keamanannya, tingkat hasil dan kredibilitasnya, misal sukuk, reksa dana ataupun logam mulia kemudian diambil sesuai target tahun berangkat. Banyak Biro yang bisa mendaftar sejak 1 bulan sampai 3 minggu sebelum keberangkatan.


Bagaimana Cara Berinvestasi?
Sebelum berinvestasi, harus ditentukan dahulu kapan Anda berangkat dan biayanya berapa?
Misalkan Anda berencana umrah 4 tahun mendatang, dengan biaya saat ini sekitar Rp 25 juta, maka dengan inflasi sekitar 10%, biayanya di 4 tahun yang akan datang akan berpotensi menjadi Rp 36 jutaan. Asumsi saat ini belum memiliki biaya sama sekali.

Untuk berinvestasinya secara sederhana tanpa memperhitungkan return ataupun profil risiko, Anda dapat membaginya dengan sisa waktu berangkat, yaitu Rp 36 juta dibagi 48 bulan, sekitar Rp 750 ribu per bulan atau Rp 25 ribu per hari. Kecil bukan? Hanya seharga satu cangkir kopi di kota Jakarta.

Jika ternyata Anda sudah memiliki dana Rp 18 juta, maka tinggal menambah sisanya sebesar, Rp 18 juta dibagi 48 bulan, sekitar Rp 375 ribu per bulan atau Rp 12.500 per hari. Nah kan mudah bukan menyiapkan sendiri.

Angka tersebut akan semakin kecil jika diperhitungkan dengan return alias potensi keuntungan yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing, apakah konservatif, seimbang, moderat atau agresif, sehingga diketahui apakah berinvestasi di deposito, logam mulia atau reksa dana.

Nah, untuk mendapatkan angka tepat sesuai dengan jangka waktu dan profil risiko ini Anda dapat menggunakan bantuan jasa seorang financial planner, tidak hanya untuk menghitung investasi umrah, namun seluruh kebutuhan keuangan keluarga Anda secara komprehensif.


Nah itu dua hal yang dapat dilakukan untuk berangkat umrah tanpa khawatir tertipu. Selain menggunakan jasa seorang Financial planner, Anda juga dapat belajar merencanakan keuangan sekaligus belajar berinvestasi dengan baik dan benar dengan mengikuti kelas-kelas pelatihan, di antaranya yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di Jakarta dibuka workshop Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan sehari info http://bit.ly/PMM0418 dan Belajar Menjadi Kaya Raya dengan Reksa Dana, info http://bit.ly/WRD0418.

Sementara, di luar kota, dibuka worshop sehari Mengelola Gaji di Surabaya info http://bit.ly/PMSUB18 dan Workshop Kaya dengan Reksa Dana info http://bit.ly/RDSUB18.

Sementara untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning di sini http://bit.ly/BFP0418.

Siap-siap juga awal bulanan Ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info http://bit.ly/IFP0518, kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan Ramadan saja.

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan atau membaca artikel-artikel Kami yang terangkum dalam www.shilafinancial.com.

Selamat ke tanah suci, semoga artikel ini bermanfaat, rencanakan keuangan Anda bersama Ahlinya, dan salam Finansial! (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com