Follow detikFinance
Selasa, 17 Apr 2018 06:56 WIB

Banyak Anak Banyak Rezeki? (1)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Data yang ada di Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)tahun 2016, angka ibu melahirkan masih 2,6%. Artinya, rata-rata setiap ibu di Indonesia melahirkan tiga anak. Faktanya 1 orang ibu ada yang memiliki 10 orang anak.

Selama ini dalam masyarakat terpatri kepercayaan, banyak anak banyak rezeki. Benarkah? Benar atau tidak tergantung kepercayaan masing-masing individu. Anak sendiri merupakan sebuah bentuk rezeki.

Dan hal lain tentang memiliki anak dalam hadits, "Apabila manusia itu telah mati maka terputuslah dari semua amalnya kecuali tiga perkara":
1. Shadaqah jariyah
2. Atau ilmu yang bermanfaat
3. Anak shalih yang mendoakannya", Inilah puncak tertinggi dari mempunyai anak, yaitu anak yang shalih yang bermanfaat bagi orang tua di dunia dan di akhirat.

Alasan inilah yang dipakai sebagian orang, dengan memiliki banyak anak, berharap peluang anak yang sholeh-sholehah semakin banyak.

Di sisi lain, bahwa yang dimaksud banyak anak banyak rezeki tidak hanya berupa finansial di atas kebutuhan, namun kesehatan, kesempatan dan kebahagiaan memiliki keturunan, ada penerus dan pewaris, dengan hubungan yang saling menyayangi adalah juga bagian dari rezeki.

Telegraph UK menyatakan bahwa para perempuan yang memiliki satu atau banyak anak merasakan dirinya lebih berharga, dan menjadi lebih bahagia dalam menjalani hidup. Suasana hati yang tenang dan jarang bergejolak membuat seorang manusia mampu melakukan apa saja, bahkan hal yang paling berat sekalipun.

Namun, anggapan banyak anak banyak rezeki menimbulkan ketidaknyamanan, bagi pasangan, yang baik dengan terencana atau tidak, belum memiliki keturunan. Tidak atau belum memiliki keturunan dianggap, tabu bahkan aib. Padahal tidak demikian. Memiliki anak atau tidak menuntut konsekuensi masing-masing.

Apakah dengan memiliki banyak anak akan banyak rezeki, sebelumnya mari membahas kewajiban apa saja sebagai orang tua saat kita memiliki anak.

"Berkata Anas r.a. telah bersabda Rasulullah Saw: "Seorang anak disembelihkan aqiqah, diberi nama dan dibersihkan dari (kotoran) yang membahayakan pada usia tujuh hari. Apabila telah sampai usia enam tahun didiklah. Jika telah sampai usia sembilan tahun pisahkan tempat tidurnya. Apabila telah sampai usia tiga belas tahun telah melaksanakan shalat dan apabila telah sampai umur enam belas tahun nikahkanlah, lalu pegang tangannya dan katakan: Sungguh telah aku didik engkau dan telah kuberi ilmu dan telah aku nikahkan engkau maka aku berlindung kepada Allah dari fitnahmu di dunia dan adzabmu di akhirat."

Berdasarkan hadits di atas, di antara kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah memberi nama yang baik, memberi nafkah, mendidik dan menikahkannya setelah sampai waktunya untuk menikah (baligh).

Memberi Nama yang Baik

Sebelum memberi nama, tentunya didahului dengan hadirnya anak yang diawali dengan kehamilan, perlu biaya selama kehamilan baik untuk pemeriksaan ataupun obat-obatan dan biaya persalinan. Biaya ini besarannya perlu disiapkan jauh-jauh hari, bahkan sejak anda menikah.

Berapa besarannya? Tergantung apakah persalinan normal atau ada kemungkinan cesar? Juga kelas perawatan menentukan besaran biaya. Biaya ini bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan bisa juga tidak, tergantung kepesertaan yang diikuti.

Namun BPJS kesehatan asal Anda mendaftar dan membayar, persalinan, kacamata masuk dalam benefit/manfaat yang diberikan. Cek biaya di rumah sakit mana nanti Anda hendak melakukan persalinan, berapa biayanya, dan berapa yang ditanggung oleh asuransi Anda, siapkan selisih yang harus dibayar sendiri.


Dalam hal Anda melahirkan mendadak dapat menggunakan Dana Darurat, dan berlaku hukum meminjam.

Sebagai contoh, Biaya persalinan normal di kota Solo tahun 2017, berkisar antara Rp 500 ribuan hingga Rp 6 juta tergantung siapa yang menolong persalinan apakah bidan atau dokter kandungan, juga tergantung kelas kamar yang ditempati.

Kewajiban pertama sebagai orang tua terhadap anak adalah memberi nama yang baik, dalam islam biasanya disematkan saat pelaksanaan aqiqah. Pelaksanaan penyembelihan Aqiqah, bisa 1 ekor atau 2 ekor kambing atau domba, tergantung jenis kelamin anak.

Jika jenis kelamin anak perempuan, maka cukup menyembelih 1 ekor kambing, jika jenis kelamin anak laki-laki, maka 2 ekor kambing atau domba. Harga 1 ekor kambing berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 2 jutaan, tergantung besar kecilnya.

Nah, berapa biaya untuk aqiqah ini? Tergantung harga kambing dan jumlah undangan saat walimah aqiqah. Biaya Aqiqah ini juga dipersiapkan dengan berinvestasi jauh-jauh hari, selambat-lambatnya sejak Anda atau pasangan hamil.


Apakah cukup saja dengan memberikan nama yang baik? Belum cukup. Itu baru bagian pertama. Informasi seperti ini diberikan dikelas dan workshop Perencana Keuangan (terutama Syariah), pengelolaan gaji bulanan dan investasi, yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di Jakarta dibuka workshop Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan sehari info http://bit.ly/PMM0418 dan Belajar Menjadi Kaya Raya dengan Reksa Dana, info http://bit.ly/WRD0418.

Sementara, di luar kota, dibuka worshop sehari Mengelola Gaji di Surabaya info http://bit.ly/PMSUB18 dan Workshop Kaya dengan Reksa Dana info http://bit.ly/RDSUB18.

Sementara untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning di sini http://bit.ly/BFP0418.

Siap-siap juga awal bulanan Ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info http://bit.ly/IFP0518, kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan Ramadan saja.

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan atau membaca artikel-artikel kami yang terangkum dalam www.shilafinancial.com.

Kembali ke pertanyaan di atas, apakah memberi nama yang baik saja sudah cukup? Jawabannya belum. Lalu apa lagi yang harus anda lakukan dan berikan kepada anak anda?

Tunggu jawabannya di artikel berikutnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed