Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Mei 2018 06:49 WIB

Ini Investasi Mudah dan Murah Meriah (2)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Katanya, investasi di reksa dana itu mudah dan murah lhooooo... percaya nggak? Lho mengapa bisa dikatakan mudah dan murah? Seperti judul artikel ini yaitu investasi reksa dana mudah dan murah.

Tentu ini menjadi jawaban bagi masyarakat yang menginginkan produk investasi yang murah dan mudah. Reksa dana memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat untuk berinvestasi dengan nominal yang terjangkau.

Seberapa terjangkaunya?? Bisa dimulai Rp 100.000, iya seratus ribu rupiah. Mantap kan. tentu nominal Rp 100.000 tidak sebanding dengan pengeluaran kita yang seminggu sekali selalu ke coffee shop dan menghabiskan ratusan ribu rupiah.

Selain karena dapat memulai dengan nominal yang terjangkau, alasan lain memilih reksa dana adalah reksa dana dikelola oleh orang-orang yang profesional, tidak sembarang orang bisa masuk jajaran di perusahaan Manager Investasi. Hanya orang-orang yang berkompeten tentunya.

Jelas berkompeten, karena dana yang dikelola bukan ratusan juta saja, tapi bisa ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Kebayangkan angka nol nya ada berapa banyak.

Reksa dana juga mudah dicairkan atau bersifat likuid. Bila dibandingkan dengan properti yang tentu perlu waktu lama untuk dijual, lain hal dengan reksa dana yang dapat dicairkan selama hari bursa (hari kerja). Kurang lebih memakan waktu 2-3 hari kerja.

Setelah tadi kita sempat mencari Manager Investasi apa yang ingin kita bila, selanjutnya adalah memutuskan akan membeli reksa dana tersebut di mana. Apakah anda akan mendatangi kantor manager investasi untuk membuka rekening investasi? Atau mencoba membuka rekening investasi via online yang tentunya saat ini sudah bisa kita akses di manapun dan kapanpun via handphone masing-masing.

Bila masih terkendala juga via online, apakah anda akan datang ke bank yang menjual reksa dana? Sebagai tambahan, Perlu diketahui, bank hanya agen penjual saja dan reksa dana ini bukan produk perbankan.

Ketika anda sudah memutuskan akan membeli reksa dana menggunakan jalur yang mana, nantinya anda akan diminta untuk mengisi form sesuai dengan ketentuan masing-masing. Sampai sejauh ini mudah bukan untuk memulai investasi reksa dana?

Ditambah lagi untuk membuka rekening investasi reksa dana, anda tidak perlu membawa uang sampai jutaan rupiah, tidak perlu. Karena hanya dengan Rp 100.000 anda sudah bisa berinvestasi. Murah bukan?

Bila anda sedari awal memang ingin mencari informasi dengan tepat bukan sekedar ikut-ikutan, tentu anda akan mudah mendapatkan jawabannya, dan itu semua bukanlah persoalan yang sulit atau ribet, tapi melainkan, anda sendiri mau atau tidak?

Selama ini masih banyak orang yang kurang memahami investasi reksa dana ini karena kurangnya informasi yang didapatkan masyarakat dan berakibat munculnya pandangan bahwa investasi mahal serta ribet, apalagi sampai yang tertipu investasi bodong. Maka mencari tahu dan memahami reksa dana serta memulai berinvestasi di reksa dana bukanlah hal yang sulit, melainkan menyenangkan.


Selain kemudahan tadi tentang reksa dana, kita juga paham terkait risiko yang bisa saja terjadi. Semakin besar potensi keuntungan dari sebuah investasi, maka tentu akan semakin besar pula risiko yang terkandung di dalamnya. High Risk High Return.

Risiko inilah yang harus dipahami sejak awal, agar anda siap menghadapi bila terjadi. Jangan sampai perhitungan keuntungan yang besar, tidak diimbangi dengan antisipasi yang baik terhadap berbagai risiko yang mungkin datang, sebab hal ini bisa saja membuat investasi tersebut tidak berhasil.

Hal pertama yang harus anda lakukan sebelum memutuskan untuk berinvestasi adalah mengenali dengan baik dan detail instrumen investasi yang akan dibeli (reksa dana). Dalam reksa dana, untuk mengenali bagaimana kinerja reksa dana, kita dapat mempelajari pada prospectus dan fund fact sheet.

Meski portfolio reksa dana saham adalah saham, namun bukan berarti semua dana investasi yang disetorkan oleh anda akan dialokasikan ke dalam investasi saham secara penuh. Hal ini merupakan sebuah bentuk antisipasi, agar jika sewaktu-waktu investor ingin mencairkan unitnya, maka hal tersebut bisa dilakukan dengan segera.

Selain pertimbangan tersebut, pembagian dana ini juga penting dilakukan untuk mengatasi nilai portfolio yang bisa saja sedang buruk bersamaan dengan waktu pencairan yang dilakukan oleh anda. Pada umumnya, pembagian komposisi saham ini bisa dilihat secara jelas di dalam prospectus dan Fund Fact sheet.

Saham yang akan dibeli oleh manajer investasi bisa saja berbeda-beda, tergantung pada kebijakan yang diambil oleh manajer investasi yang bersangkutan. Namun, setiap investasi reksa dana saham, pasti akan dibagi dalam komposisi saham dan juga sejumlah dana tunai, seperti tabungan atau deposito. Misalnya: penempatan dana investasi akan dilakukan 80% untuk saham dan 20% dalam bentuk cash (tabungan atau deposito).

Potensi keuntungan yang besar berbanding lurus dengan risiko yang besar. Bisa saja dalam kurun waktu yang cukup lama saham akan mengalami kenaikan return, namun kemudian secara tiba-tiba nilainya juga akan merosot dengan tajam.

Dalam beberapa kejadian, kondisi ekonomi yang buruk seperti tahun 1998 dan 2008 tentu akan membuat nilai saham merosot dengan sangat tajam. Jika melihat contoh tersebut, maka sudah jelas bahwa reksa dana saham bukanlah sebuah investasi jangka pendek, meskipun dalam satu atau dua tahun saja investasi ini sudah memberikan keuntungan yang cukup baik.

Namun tingginya risiko dan juga fluktuasi harga yang bisa terjadi setiap saat merupakan hal yang wajib diwaspadai dan diantisipasi dengan baik sejak awal. Yang artinya investasi tidak ada yang aman, selalu mengandung risiko.

Tinggal bagaimana anda meminimalisir risiko tersebut. Untuk itu, sangat penting bagi anda untuk selalu menyesuaikan tujuan keuangan dengan pemilihan instrumen investasi ini sejak awal.


Nah semua ini bisa anda pelajari dan dapatkan ilmunya secara praktis di kelas dan workshop baik tentang topik perencana keuangan, asuransi, investasi maupun reksa dana.

Workshop yang direkomendasikan adalah yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di Jakarta dibuka workshop Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan sehari info http://bit.ly/PMM0418 dan Belajar Menjadi Kaya Raya dengan Reksa Dana, info http://bit.ly/WRD0418.

Sementara, di luar kota, dibuka worshop sehari Mengelola Gaji di Surabaya info http://bit.ly/PMSUB18 dan Workshop Kaya dengan Reksa Dana info http://bit.ly/RDSUB18. Tidak mau kalah dengan Surabaya, ada juga workshop di Bali info http://bit.ly/PMBL518 dan http://bit.ly/RDBL518 serta di Manado info http://bit.ly/PMMD518 dan http://bit.ly/RDMD518.

Sementara untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning, kelas baru di bulan Juli awal.

Siap-siap juga awal bulanan Ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info http://bit.ly/IFP0518, kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan Ramadan saja.

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan.

Jadi selain anda mendapat informasi mengenai kemudahan berinvestasi pada reksa dana, andapun perlu tahu dan harus paham berbagai risiko yang terkandung di dalam reksa dana sebelum akhirnya memutuskan untuk membelinya. Jangan lupa untuk selalu menyesuaikan tujuan keuangan sebelum berinvestasi, agar hasil investasi tersebut bisa tercapai dengan maksimal. Happy Planning.


(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com