Follow detikFinance
Rabu, 20 Jun 2018 08:10 WIB

Waspada Setelah Hari Raya

Eko Endarto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Hari Raya Idul Fitri telah berakhir. Hingar-bingar mudik, silaturahmi dengan kerabat, pertemuan dengan rekan lama menjadi kenangan yang harus ditinggalkan untuk dijadikan rencana lagi di tahun depan.

Kegiatan di hari raya, sadar atau tidak memberikan efek yang membekas di keuangan, karena kegiatan di hari besar tadi sedikit banyak bisa menjadikan pole hidup kita berubah kalau tidak segera disadari bahwa kegiatan hari raya hanya boleh dinikmati saat hari raya saja.

Pengaruh perubahan pola hidup ini bisa sangat mempengaruhi kehidupan seseorang di keuangan, yang akibatnya membahayakan bagi masa depan keuangan mereka.

Nah apa saja hal-hal yang berpotensi bisa mengubah pola hidup kita, dan harus diwaspadai karena bisa mengganggu kondisi keuangan di depan kelak?

1. Makan di Luar
Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh keluarga saat hari raya adalah makan di luar. Memang sih di rumah juga disediakan makanan khas di hari raya Lebaran. Tapi kalau enggak makan bareng di luar bersama-sama sepertinya tidak lengkap.

Nah hal ini kalau hanya dilakukan saat hari raya dan Lebaran saja sih enggak masalah. Namun akan menjadi masalah bila kegiatan ini menjadi kebiasaan yang tanpa sadar menjadi wajib untuk dilakukan.

Akibatnya jelas, kondisi kantong bisa bocor karena penghasilan setelah Lebaran tidak berubah, namun ada kebiasaan baru yaitu makan di luar yang dilakukan rutin setelah Lebaran.

2. Lalai dengan Utang
Ketika hari raya kemarin mungkin Anda terpaksa harus berutang karena adanya kebutuhan yang harus dikeluarkan saat itu. Janji untuk segera melunasi mungkin telah Anda canangkan ketika mengambil utang.

Tapi setelah Lebaran dan gaji diterima. Janji tadi menjadi sekedar janji dan tidak ditepati, maka akibatnya keuangan Anda menjadi ada beban tambahan yaitu pembayaran utang pokok dan bunga.

Dan ini bisa sangat besar bila kita terus melalaikannya. Jadi sebaiknya bila kemarin Anda utang saat hari besar atau Lebaran, saat gajian besok langsung sisihkan untuk pelunasan utang, jangan tunda.


3. Mengabaikan Perawatan
Salah satu kegiatan saat hari besar adalah mudik. Informasi di detikcom menyebutkan lebih dari 1 juta kendaraan keluar dari Jakarta saat hari Lebaran 2018 kemarin. Kita harus menyadari bahwa ketika kendaraan tadi dibawa untuk bepergian tidak seperti kebiasaanya maka perlu perawatan lebih agar kondisinya tidak turun.

Saat akan berangkat mudik, semua orang memperhatikan kondisi kendaraannya dengan service sebelum berangkat. Namun harus diakui hanya sedikit yang melakukan service lagi sepulang mudik.

Padahal bisa jadi kendaraan tadi akan langsung dipakai untuk bekerja harian setelah digunakan untuk jarak yang jauh. Untuk jangka pendek mungkin tidak masalah, toh kendaraan akan tetap jalan, tapi jangka panjang, jangan heran bila kendaraan tadi bisa menjadi penguras kantong karena ada beberapa part yang harusnya dirawat setelah jalan jauh kita abaikan.

Karenanya setelah kembali dari mudik, usahakan untuk melakukan check-up kendaraan kita segera.

4. Berubah Pola Pengeluaran
Kalau sempat, coba untuk menghitung berapa kira-kira pengeluaran saat Lebaran atau hari raya kemarin, pasti jauh lebih besar dari pengeluaran harian.

Itu wajar saja karena saat Lebaran kemarin akan ada penghasilan berlipat dari gaji dan THR. Nah banyaknya pemasukan tadi otomatis menjadikan kita merasa mudah untuk mengeluarkan uang karena tabungan yang biasanya terbatas, saat Lebaran kemarin menjadi seolah-olah lebih longgar batasannya karena adanya tambahan dana.


Masalah menjadi besar ketika kita kembali ke kehidupan normal dan penghasilan hanya dari gaji. Kebiasaan saat Lebaran kemarin dengan dana yang lebih banyak mengakibatkan pengeluaran untuk keinginan bisa menjadi kebutuhan karena dananya ada.

Maka sebaiknya ketika kita selesai dengan hari raya, sebaiknya selesai juga kebiasaan belanja bebas kita, kembali ke konsep awal sebelum hari raya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed