Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Jul 2018 06:56 WIB

Keuangan Keluarga, Peran Siapa? (1)

Marviarum Eka Ramdiati - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Pernikahan merupakan gerbang utama dalam membentuk sebuah keluarga. Keluarga ibarat institusi yang di dalamnya terdapat pemimpin dan anggota yang memiliki peran dan tugas masing-masing.

Dalam proses pembagian peran dan tanggung jawab keluarga yang terpenting adalah komunikasi. Terutama komunikasi antara pasangan suami dan istri.

Dalam hal mengatur dan merencanakan keuangan, komunikasi tidak hanya untuk urusan duit, tetapi juga dalam hal-hal lainnya dan salah satunya adalah hal teknis yaitu pembagian tugas dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Sejak awal berkeluarga tentukan siapa yang bertanggung jawab utama terhadap pengaturan keuangan keluarga atau manajer keuangan di rumah tangga, di antara salah satu suami atau istri atau dikelola secara bersama.

Lalu bagaimana polanya. Hal ini dibuat agar tidak saling tumpang tindih dan bermasalah di kemudian hari.

Banyak anggapan bahwa yang paling tepat mengatur keuangan adalah istri karena dianggap lebih detail, lebih teliti dan lebih mengetahui prioritas semua kebutuhan keluarga mana yang lebih penting dan tidak jadi sebaiknya semua uang diserahkan ke istri.

Tetapi ada anggapan juga mengatakan bahwa perempuan kebanyakan boros, suka belanja dan menghabiskan uang berlebihan. Eits... tunggu dulu, tidak semua anggapan itu benar.

Ada juga lho suami yang detail, teliti dan lebih bijak dalam menentukan sekala prioritas kebutuhan keluarga. Dan ada juga laki-laki yang suka menghambur-hamburkan uang hanya untuk kesenangan dan hobi.

Dalam membagi tugas dan peran mengatur keuangan tidak ada pakem yang mengharuskan istri atau mengharuskan suami. Semua itu perlu adanya penyeimbang dan kerja sama antar pasangan suami dan istri.

Salah satu klien menceritakan bahwa di awal pernikahan semua pendapatan yang diterima oleh suaminya semua diberikan kepadanya. Sehingga semua teknis mengatur keuangan keluarga istri yang berperan, suami hanya minta biaya operasional sesuai dengan kebutuhannya.


Seiring berjalannya waktu klien saya yang juga bekerja menyadari bahwa dia kurang lihai untuk mengatur semuanya sehingga mengubah pola pengaturan degan melakukan kompromi kembali bersama suami.

Kesepakatan yang dibuat bersama dengan saling terbuka tentunya menghindari konflik antara suami dan istri. Kali ini polanya adalah dengan membagi tugas, suami yang memenuhi dan membayarkan kebutuhan pokok seperti listrik, telpon, cicilan rumah, belanja, sekolah dan iuran-iuran pokok lainya sedangkan klien saya lebih fokus pada pos investasi dan pos tambahan seperti liburan.

Apa yang dilakukan klien saya tentunya bisa menjadi gambaran bagaimana mengatur mekanisme keuangan keluarga. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan dalam mengatur keuangan keluarga agar tidak terjadi perselisihan.

Saling Terbuka
Keterbukaan dengan pasangan adalah kunci komunikasi yang efektif dalam hubungan suami-istri. Dengan saling terbuka tentunya menghilangkan rasa sungkan dan menciptakan rasa nyaman.

Begitu juga dalam urusan keuangan, berapa pun pendapatan yang diterima maupun pengeluaran yang digunakan baik pengeluaran untuk pribadi maupun untuk kebutuhan bersama atau keluarga, terbukalah terhadap pasangan.

Tidak terkecuali istri terhadap suami, begitu juga suami terhadap istri. Dengan saling terbuka, maka kompromi dan kesepakatan terhadap alokasi anggaran pendapatan akan lancar, menimbulkan rasa nyaman dan saling percaya.

Jika tidak bisa saling terbuka tentunya akan menciptakan rasa tidak nyaman, curiga yang menimbulkan konflik dan dapat berujung pada perceraian.

Kompromi
Tidak ada aturan khusus siapa yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan keluarga. Meskipun yang lebih berkewajiban memberi nafkah keluarga adalah suami, tidak harus suami atau istri saja yang mengelola keuangan.

Masing-masing baik suami ataupun istri bisa mengambil peran. Pembagian peran baiknya dikompromikan sebelum menikah. Dalam perjalanan berumah tangga dengan melakukan kompromi tugas dan peran keuangan bisa disesuaikan, misal yang tadinya membayar listrik dilakukan oleh suami bisa dialihkan ke istri.

Di dalam ilmu Perencanaan Keuangan di luar negeri ini dikenal juga dengan istilah Family Planning atau perencanaan keluarga. Banyak orang yang terkaget-kaget ketika menikah mereka belum punya pemahaman yang sama tentang mengatur keuangan keluarga.


Itu sebabnya penting untuk suami dan istri saling belajar melalui kelas dan workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan info http://bit.ly/CPM0718 dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksa Dana, info http://bit.ly/WRD0718.

Selain itu, atas permintaan banyak orang maka kami juga mengadakan workshop 1 hari tentang Property cara memilih dan berbisnis sewa-sewaan property, info bit.ly/PROP0818.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning di July ini info http://bit.ly/BFP0718, dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Agustus info http://bit.ly/INFP0818 dan http://bit.ly/ADFP0818.

Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com. Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan.

Dalam tulisan berikutnya akan dibahas tiga pola pengaturan keuangan keluarga yang bisa anda lakukan dalam keluarga anda agar tidak terjadi kesulitan dan kesalahpahaman dalam pengaturan keuangan keluarga.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed