Nah dalam artikel kali ini akan kita bahas apa saja kelanjutan dari kendala-kendala tersebut.
Menghindari Atau Memperkecil Utang
Dalam perencanaan Keuangan Syariah disarankan untuk memperkecil bahkan tidak memiliki utang, meski tidak dilarang. Sehingga sebagian besar klien memilih rekomendasi berinvestasi untuk membeli rumah dan sementara mengontrak dibanding harus Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lainnya memilih mengontrak daripada KPR adalah karena mengikuti pendapat ulama bahwa bunga pinjaman termasuk bunga KPR di Bank Konvensional ataupun nisbah setara bunga di Bank Syariah sebagai riba.
Harus dilakukan investasi secara rutin baik jumlah maupun waktu untuk mengumpulkan dana agar dapat membeli rumah secara tunai, sesuai target.
Tidak Memiliki Uang Muka
Alasan berikutnya mengapa lebih baik mengontrak adalah, belum cukup dana sebagai uang muka.
Meski saat ini BI (Bank Indonesia) membebaskan masing-masing bank untuk menentukan kebijakan uang muka rumah pertama, sesuai praktik manajemen risiko yang ada, sehingga terdapat fasilitas uang muka 0%, namun perlu diperhatikan jumlah angsuran setiap bulannya.
Karena membeli rumah tanpa uang muka, akan memperbesar jumlah angsuran setiap bulannya. Semakin kecil uang muka, akan semakin besar angsuran tiap bulannya, apalagi tanpa uang muka. Maksimal besaran total cicilan hutang produktif termasuk cicilan KPR adalah sebesar 30% dari pendapatan. Sebenarnya KPR tanpa uang muka ini tidak mendidik.
Beban-Biaya Lainnya
Selain uang muka di atas, membeli rumah juga membutuhkan biaya-biaya lain, seperti: angsuran pertama, biaya notaris, biaya balik nama, biaya administrasi, biaya asuransi jiwa, dan biaya asuransi kebakaran, yang totalnya sekitar 5% dari harga rumah.
Pada akhirnya mengontrak menjadi pilihan, karena dana yang dimiliki hanya cukup untuk uang muka saja, sedangkan untuk biaya-biaya belum ada, sehingga harus dilakukan investasi untuk memenuhi kebutuhan biaya tersebut.
Berat Dengan Angsuran Bulanan
Ketika Anda memiliki uang muka dan biaya, namun ternyata cicilan bulanan melebihi 30 persen dari pendapatan, maka tak ada salahnya Anda mengontrak rumah, dengan budget yang disesuaikan, sehingga ada sisa dana yang diinvestasikan untuk membeli rumah.
Idealnya angsuran pinjaman pertama kali jauh di bawah 30% pendapatan, karena setelah menikah akan ada kebutuhan biaya kehamilan, persalinan, investasi pendidikan, dll. Sehingga jika porsi 30% dihabiskan hanya untuk 1 angsuran pinjaman, maka ke depan porsi investasi akan terpakai untuk keperluan utang konsumtif.
Kendala Lainnya
Kendala lainnya mengapa mengontrak lebih baik adalah karena faktor lainnya seperti; jarak rumah yang hendak di beli atau rumah mertua jauh dari tempat kerja, sehingga ongkos transportasi dan ongkos emosional lebih besar daripada mengontrak.
Faktor lain adalah ketidakcocokan lingkungan rumah mertua atau rumah yang hendak dibeli, meski bisa memilih rumah dengan lingkungan lainnya, namun memerlukan waktu yang lebih lama, padahal ingin segera mandiri.
Beberapa hal di atas menjadi alasan mengapa memilih mengontrak rumah sementara waktu, selain tentunya masih banyak pertimbangan lain, seperti pajak, biaya perawatan, dll.
Nah, Anda menikah tahun ini? Segera siapkan tempat tinggal dengan pasangan, sepakati hendak tinggal di mana. Jangan sampai permasalahan tempat tinggal menjadi lahan perselisihan setelah menikah.
Baca juga: Yuk Siapkan Dana Pensiun (2) |
Yang penting sesuaikan dengan keuangan Anda. Pelajari cara mempersiapkan dan melakukannya, dengan join workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia https://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.
Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan info http://bit.ly/CPM0818 dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksa Dana, info http://bit.ly/WRD0818.
Selain itu, atas permintaan banyak orang maka kami juga mengadakan workshop 1 hari tentang Property cara memilih dan berbisnis sewa-sewaan property, info bit.ly/PROP0818.
Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning, dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Agustus info http://bit.ly/INFP0818 dan http://bit.ly/ADFP0818.
Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com. Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan.
Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)











































