Follow detikFinance
Senin, 20 Agu 2018 06:56 WIB

6 Ciri Hidup Mapan, Anda Termasuk Nggak? (1)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Hidup mapan adalah dambaan dan kewajiban setiap orang. Karena kita diberi Allah kekayaan dan kecukupan, bukan kekayaan dan kemiskinan.

Jadi siapa yang menjadikan kita miskin, adalah diri kita sendiri, akibat tidak merencanakan keuangan dengan baik, sehingga timpang dan tidak proporsional dalam membagi pos-pos keuangan.

Beberapa contohnya karena tidak mengeluarkan hak Allah, pelit dalam berinfak sedekah, boros, dan banyak mengeluarkan harta secara sia-sia. Rejeki memang Allah yang memberi, namun manusialah yang seharusnya pandai mengatur agar cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan baik di dunia dan akherat kelak, sehingga kemapanan dapat dicapai.

Aidil Akbar Madjid dalam kata-kata mutiaranya menulis, jika hidupmu mapan, maka wajahmu (yang tak tampan) akan termaafkan." Sepakat, karena setelah mapan, ketampanan itu bisa diusahakan. So, jika hidupmu mapan, pasangan rupawanpun bukan sekedar impian. Ya kan?

Apa saja ciri hidup sesorang atau keluarga yang sudah mapan?

1. TERPENUHI KEBUTUHAN SANDANG, PANGAN DAN PAPAN
Ciri pokok kehidupan seseorang mapan adalah ketika kebutuhan sandang, pangan, tempat tinggal terpenuhi. Ia tidak harus berpikir besok makan apa, makan di mana atau makan sama siapa. Juga tak pusing akan tinggal dimana, semua teranggarkan dengan baik dan disiplin.

2. DERMAWAN
Orang yang telah mencapai kemapanan, konstan atau istiqomah dalam bersosial, tanpa terpengaruh kondisi finansial, baik dalam berzakat (dalam agama islam), berinfaq maupun bersedekah dan bentuk kedermawanan lainnya, baik yang bersifat kewajiban ataupun tidak. Sedangkan dalam agama lain, bisa dalam bentuk perpuluhan ataupun derma.

Orang yang mapan, menempatkan kewajiban terhadap Tuhan, sebagai prioritas pertama dalam cash flow, sebelum pengeluaran-pengeluaran lainnya.

Berapa besarannya? Setidaknya bagi yang beragama islam, sebesar 2,5% dari pendapatan yang telah mencapai nisab,rutin dikeluarkan zakatnya, dan ditambah sebagai porsi sedekah maupun infaq.

Bagaimana jika penghasilan belum mencapai nisab? Tetap keluarkan sebagai latihan berzakat, infaq dan sedekah.

3. BEBAS DARI JERAT UTANG
Hidup mapan ditandai dengan terbebas dari jeratan utang. Jikapun ada utang, hanya utang yang bersifat produktif, tidak ada utang konsumtif.

Utang konsumtif, adalah utang yang sifatnya buruk, ia tidak ada asetnya, atau ada asetnya namun nilainya menurun dan tidak menunjang produktivitas. Contoh utang konsumtif ini, kredit panci (emang masih ada ya kredit panci), kredit perlengkapan dapur padahal bukan rumah catering, KTA, KPM, tarik tunai Kartu kredit, dll.

Utang konsumtif menghambat pencapain kemapanan finansial. Orang yang masih berkutat dengan utang konsumtif, jangankan investasi untuk pencapaian tujuan keuangan, dana daruratpun tak punya.

Utang produktif adalah utang yang ada assetnya dan jangka panjang nilai asset tersebut meningkat dan di akhir pembayaran, melebihi jumlah utang yang harus dibayarkan, seperti Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA).

Ataupun tidak ada assetnya namun menunjang produktivitas, seperti komputer untuk bekerja bagi seorang programer, kamera bagi fotografer, dsb.

Besaran maksimal cicilan utang produktif ini dalam kisaran 30% dari penghasilan per bulan. Nah, cek coba, cicilan kalian, memakan berapa persen dari gaji?


Cek juga apakah pengelolaan utang dan pengelolaan keuangan anda sudah benar atau belum? Bila dirasa masih kurang, anda bisa menggunakan jasa konsultan atau dengan mengikuti workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia https://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan info http://bit.ly/CPM0818 dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksa Dana, info http://bit.ly/WRD0818.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Agustus info http://bit.ly/INFP0818 dan http://bit.ly/ADFP0818.

Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com. Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan.

Mau tahu ciri-ciri lainnya (4-6?) kita akan bahas di artikel berikutnya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed