Follow detikFinance
Rabu, 22 Agu 2018 08:00 WIB

Berniat Pensiun? Pikirkan Dulu Hal Ini

Eko Endarto - detikFinance
Foto: Tim Infoografis: Fuad Hasyim Foto: Tim Infoografis: Fuad Hasyim
Jakarta - Membicarakan pensiun mungkin tidak pernah ada habisnya. Banyak yang merasa pensiun adalah hal yang menakutkan karena kondisi yang selama ini sudah mapan dan nyaman dijalani harus hilang. Bukan hanya finansial, tapi juga mental dan sosial menjadi penting untuk diperhatikan akibat perubahan status ini.

Tidak lagi berangkat jam 6 pagi dan jam 11 siang masih ada di rumah, tidak lagi memiliki anak buah untuk berbagi pekerjaan dan mungkin bercanda atau penghasilan bulanan yang tidak lagi diterima sama seperti sebelumnya adalah beberapa hal yang harus disadari dan
diterima oleh para pensiunan. Sehingga nggak heran 9 dari 10 orang karyawan tidak siap untuk pensiun.

Padahal harus diakui, pensiun adalah kenyataan nyata yang akan dihadapi semua orang, dan pensiunan adalah kondisi yang bisa diprediksi kapan akan terjadi. Sehingga seharusnya semua orang tidak was-was dengan pensiunnya dan tidak takut degan pensiunnya.

Dengan kondisi berubah dibandingkan masih bekerja, maka tidak heran ketakutan akan pensiun dialami hampir semua orang. Untuk Anda yang mungkin ingin mempersiapkan pensiun dengan nyaman, maka risiko-risiko ini mungkin bisa menjadi pertimbangan.

1. Usia hidup setelah pensiun

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seorang karyawan masih menjalani kehidupan sebagai non karyawan selama 26 tahun sejak dirinya pensiun. Artinya bila asumsi pensiun adalah usia 55 tahun maka masih ada 26 tahun lagi untuk menjalani hidup sampai dengan seseorang karyawan tersebut meninggal.

Jadi pensiun sebenarnya bukan akhir dari perjalanan kehidupan kita, namun bisa jadi itu adalah tahapan kedua dari kehidupan seseorang. Jadi anggapan bahwa pensiun adalah selesai dari kehidupan sangat salah!

2. Biaya (untuk) hidup

Harga atau biaya menjadi hal lain yang membuat risiko pensiun menjadi tinggi. Dalam 10 tahun terakhir, dengan mengacu laporan inflasi dari pemerintah, kita mengalami inflasi rata-rata di atas 5% per tahun. Artinya harga dan biaya mau nggak mau harus naik sebesar 5% tiap tahun.

Jadi kalau kita pakai hitungan bodoh, bila Anda punya 100 juta saat pensiun dan kenaikan harga 5% tiap tahun dan Anda menggunakan 1 juta tiap tahun, maka Anda akan dihadapkan pada 2 pilihan, tetap menggunakan angka 1 juta tapi pembelanjaan Anda akan makin rendah mutu dan jumlah tapi bisa bertahan 10 tahun, atau Anda menyesuaikan pengeluaran dengan menaikkan biaya tiap tahun sebesar 5% yang mengakibatkan uang tersebut akan habis sebelum tahun ke 10.

3. Menjadi sehat makin mahal

Apa perbedaan biaya kesehatan saat muda dan saat kita tua? Saat muda, biasanya biaya kesehatan akan didominasi oleh biaya perawatan kesehatan. Sedangkan saat tua, biaya kesehatan didominasi oleh biaya penyembuhan kesehatan.

Dan tidak perlu disangsikan bahwa biaya penyembuhan jauh lebih besar dari biaya perawatan. Kenapa itu terjadi? Karena ibarat mesin, maka tubuh terdiri dari komponen sistem yang bisa aus, rusak dan mungkin juga mati karena sudah terlalu lama digunakan. Sama seperti
mobil kan, biaya pergantian oli sebagai langkah perawatan lebih murah dibandingkan harus ke bengkel untuk perbaikan komponen dan onderdil.

4. Lahan makin sempit

Dua puluh enam tahun Anda harus hidup setelah pensiun. Jadi sebenarnya itu bukan waktu untuk menikmati namun tetap waktu untuk terus berkarya dan berjuang untuk hidup namun dengan kondisi berbeda. Berbeda karena Anda bukan lagi seperti usia 20-an yang bisa dengan mudah memilih profesi, 30-an dengan mudah berganti tempat kerja atau 40-an ketika Anda mencapai puncak karir.

Adapun 26 tahun kehidupan dengan kondisi tidak lagi diharapkan perusahaan karena risiko kesehatan tinggi. 26 tahun hidup tanpa punya daya tawar tinggi untuk penghasilan karena kemampuan lapangan sudah jauh berbeda dan 26 tahun hidup dengan lapangan kerja yang harus bersaing dengan para tenaga dan pemikir muda. Artinya lahan untuk mencari nafkah main terbatas dan makin tidak banyak pilihan. Kalau bisa dikatakan makin sempit.

Apakah ini artinya pensiun adalah situasi yang menakutkan? Bisa ya, bisa juga tidak, bergantung dari sisi mana kita memandang dan menjalaninya. Bila kita menjalani dan memandang pensiun tadi dari sisi 9 yang tidak siap, maka memang pensiun adalah hal menakutkan. Tapi bila Anda adalah 1 orang diantara 10 tadi, maka pensiun nggak harus menakutkan asalkan kita telah siap. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed