Follow detikFinance
Senin, 17 Sep 2018 06:56 WIB

Sudahkah Anda Tertipu Hari Ini? (1)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Tertipu cinta alias kena PHP (pemberi harapan palsu) bisa membuat anda merasa sakit berhari-hari tapi anda akan 'sembuh', tapi tertipu secara keuangan sering kali membuat anda nyesek, bahkan tidak jarang membuat anda masuk ke jurang kesulitan keuangan.

Apabila anda sudah paham mengenai penipuan ini maka anda bisa membaca polanya. Ketika kita semua ikut merasakan kondisi ekonomi mulai sulit seperti beberapa tahun terakhir ini, apa-apa semua semakin mahal, biaya hidup juga naik, maka di saat itu penipuan keuangan marak dan tumbuh subur.

Dan konon menurut riset di Amerika Serikat (AS), kaum milenial justru banyak yang terkena penipuan secara keuangan ini. Seperti apa saja sih contohnya? Yuk kita bahas bersama.

Penipuan 'Gendam'
Sebenarnya tidak ada nama khusus untuk penipuan ini, tapi banyak orang menyebutnya penipuan gendam atau hipnotis. Sebagai seorang yang mengerti tentang ilmu perhipnotisan saya sangat tidak setuju bila kejadian penipuan tersebut dikaitkan dengan keilmuan alam bawah sadar tersebut.

Apabila anda pernah belajar ilmu 'otak dan alam bawah sadar' maka, anda akan paham bahwa tidak semua orang mempunyai pola pikir yang sama. Ada orang yang selalu waspada terhadap keadaaan sekelilingnya, tapi ada juga orang yang selalu menganggap orang lain baik. Nah, orang seperti inilah yang menjadi sasaran empuk penipuan jenis ini.

Tidak perlu ilmu khusus untuk melakukan penipuan jenis ini (apalagi sampai belajar hipnotis), anda cukup diajak ngobrol ngalor ngidul, kemudian orang tersebut mencoba untuk mendapatkan kepercayaan anda sampai di satu titik anda diminta untuk menarik uang dari ATM atau mentransfer uang tersebut.

Nah penipuan jenis ini bisa dilakukan secara langsung atau juga melalui telepon. Biasanya penipuan melalui telepon dilakukan secara random. Mereka akan mengirimkan SMS atau pesan secara acak dan menunggu siapa diantara orang-orang tersebut yang membalas pesannya. Bila pesan dibalas maka anda akan menjadi target yang empuk pula.

Penipuan melalui telepon juga biasa dilakukan memanfaatkan momentum kepanikan seseorang. Yang sering dipakai sebagai contoh adalah seorang teman atau anak atau orang tua yang ditahan di bandara atau kantor polisi karena diduga terlibat sesuatu,

Kemudian korban diminta untuk melakukan transfer sejumlah dana untuk membantu menyelesaikan masalah. Ketika anda panik pikiran logika anda sering kali mendadak buntu, maka anda dapat melakukan hal-hal di luar nalar seperti mentransfer uang ke rekening orang yang anda tidak kenal.

Penipuan Online
Penipuan Online sendiri banyak jenisnya, ada yang penipuan transaksi online (seperti di onlineshop atau market place), dan ada juga penipuan yang dilakukan melalui media komunikasi online seperti chatting, email dll.

Sementara untuk penipuan transaksi online akan kita bahas di artikel lainnya. Penipuan melalui media online ini ada beberapa macam, contohnya antara lain:
• Anda menang Lotere
• Tawaran Bisnis Rumahan Menggiurkan
• E-mail jebakan/spam
• Putra Mahkota atau Putri Raja dari Negeri Antah Berantah
• Produk Online palsu seperti antivirus, dll

Salah satu cara agar anda tidak mudah tertipu adalah dengan selalu waspada, cara lain adalah dengan mengetahui metode dan transaksi keuangan serta investasi yang benar.


Hal tersebut bisa dipelajari dengan mengikuti kelas dan workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksa Dana.

Karena banyak permintaan setelah sukses kelas pertama dua bulan lalu maka bulan Oktober akan diadakan lagi kelas Kiat Sukses Berbisnis Properti Sewaan. Selain itu akan dibuka kelas perdana yang seru dan kontroversial dan pertama di Indonesia, namanya Divorce Planning alias Perceraian.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket).

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Kembali ke topik di atas yaitu penipuan yang sering dilakukan, akan kita bahas lebih detail satu persatu di artikel berikutnya. Stay tuned ya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed