Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Sep 2018 06:56 WIB

Sebelum Menikah, Bicarakan Hal ini dengan Pasangan (1)

Stanley Christian – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Salah satu penyebab utama terjadinya perceraian di dalam sebuah Rumah Tangga selain perselingkuhan adalah masalah ekonomi alias keuangan rumah tangga. Hal ini banyak terjadi karena sering sekali terjadi komunikasi yang salah di dalam sebuah rumah tangga.

Nah untuk mencegah hal tersebut terjadi, apa saja sih yang harus anda bicarakan dengan pasangan anda, khususnya sebelum menikah? Yuk kita bahas lagi kelanjutannya.

Menyusun Anggaran Rumah Tangga
Apakah terlalu terburu-buru menyusun anggaran rumah tangga sebelum menikah? Tentu tidak. Karena ini menjadi modal persiapan anda ketika sudah memasuki pernikahan nanti.

Akan ada perbedaan menyusun anggaran untuk keuangan sendiri dan ketika sudah menikah. Dulu anda bisa memikirkan makan untuk diri anda sendiri, tapi sekarang anda harus memikirkan makan untuk berdua, apalagi kalau sudah memiliki anak, atau anda tinggal bersama orang tua atau mertua, semakin beda lagi lho dan ini harus anda bicarakan sedini mungkin.

Menyusun anggaran ini juga termasuk dalam mencapai tujuan keuangan. Ketika anda dan pasangan sudah sepakat untuk tujuan keuangan tertentu yang menjadi prioritas maka ini berhubungan dengan besaran alokasinya setiap bulan dan tentu ini terkait dengan anggaran kan.

Anggaran rumah tangga menjadi poin penting yang wajib dibahas sebelum menikah. Setiap orang tentu memiliki cara dan aturan yang berbeda terkait dengan anggaran keuangan, termasuk juga anda dan pasangan.

Tidak ada salahnya anda membuat beberapa kesepakatan bersama mengenai anggaran rumah tangga. Karena sangat percuma ketika anda dan pasangan memiliki penghasilan yang seharusnya cukup namun tidak dibicarakan sedari awal sehingga berpotensi jadi keuangan yang berantakan hingga defisit.

Tabungan dan Investasi
Setelah tadi anda menyusun anggaran dan di dalamnya terdapat hal yang ingin dicapai atau kita sebut tujuan keuangan, maka kita perlu instrumen keuangan yang tepat untuk membantu anda dalam mencapai tujuan keuangan tersebut.

Memiliki tabungan bersama sangat penting karena tabungan yang anda sepakati bisa menjadi pos dana darurat anda untuk mengatasi berbagai kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. Investasi juga menjadi hal yang perlu menjadi perhatian anda dan pasangan.

Mulai dari tujuan keuangan yang sudah beberapa kali tadi disinggung, besaran nominalnya berapa, di produk investasi apa yang akan dipilih hingga menggunakan nama siapa untuk membuka rekening investasi.ini semua bisa anda bicarakan dari sekarang agar memudahkan ke depannya.

Memiliki anak
Walaupun belum menikah, anda dan pasangan juga bisa berandai-andai untuk merencanakan untuk buah hati anda kelak.

Karena ketika masih single anda ditanya kapan menikah, setelah menikah pertanyaan yang muncul adalah "kok belum hamil, jangan ditunda ya" dan lain sebagainya bahkan ketika sudah memiliki anak, akan ada pertanyaan seri selanjutnya yaitu "kapan nambah lagi, dikasi adik dong, biar nggak sendirian" dan seterusnya akan selalu ada pertanyaan itu.

Ditambah lagi kita juga menyadari bahwa biaya melahirkan itu memiliki nominal yang harus kita siapkan juga termasuk biaya perawatannya hingga biaya pendidikan.

Untuk itu, anda dan pasangan perlu membahas kapan dan bagaimana mempersiapkan kehadiran si kecil tersebut. Kehamilan dan kelahiran bayi memerlukan perencanaan yang matang, terutama terkait dengan masalah biayanya.

Bukan itu saja, biaya perawatan dan pendidikan anak pun perlu perhitungan. Mendiskusikan dan mempersiapkannya sejak awal akan jauh lebih baik. Dengan begitu, kalian bisa merencanakan yang terbaik untuk si kecil yang akan hadir di tengah-tengah keluarga anda.

Orang tua
Meski sudah memiliki keluarga sendiri, bukan berarti kamu lantas melupakan orang tua. Bicarakan dengan pasangan anda mengenai uang bulanan yang diberikan kepada orang tua.

Memang tidak ada peraturan tertulis bahwa setiap anak harus memberikan bulanan kepada orang tua ketika sudah bekerja, namun kita memiliki pemahaman dan kultur budaya serta keluarga masing-masing.

Maka ini bisa menjadi salah satu bahan yang wajib kalian bicarakan terlebih bagi yang sudah terbiasa memberikan bulanan kepada orang tua tentu hal tersebut merupakan bentuk rasa syukur pada Tuhan dan wujud bakti kepada orangtua.

Kalau dirangkum dari tulisan di atas, maka yang terpenting untuk dilakukan adalah komunikasi yang baik dan ilmu tentang perencanaan keuangan keluarga yang baik.


Nah, untuk ilmu perencanaan keuangan anda bisa belajar melalui kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksa Dana.

Karena banyak permintaan setelah sukses kelas pertama dua bulan lalu maka bulan Oktober akan diadakan lagi kelas Kiat Sukses Berbisnis Properti Sewaan. Selain itu akan dibuka kelas perdana yang seru dan kontroversial dan pertama di Indonesia, namanya Divorce Planning alias Perceraian.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket).

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed