Follow detikFinance
Selasa, 02 Okt 2018 06:57 WIB

Hei Milenial, Ini Pentingnya Investasi Selagi Muda

Prita Hapsari Ghozie - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Apakah Anda termasuk ke dalam generasi milenial? Global Investment Survey di 17 negara yang dilakukan oleh Legg-Mason pada tahun 2017 menyatakan bahwa kelompok masyarakat yang lahir pada tahun 1982-2000 kerap disebut sebagai generasi milenial.

Salah satu ciri khas generasi milenial adalah senang memiliki gaya hidup yang nyaman, meski pun penghasilan masih terbatas. Bahkan, 48% dari generasi milenial ingin memiliki gaya hidup yang lebih baik di masa depan. Bagaimana caranya?

Milenial memiliki banyak kebutuhan dan keinginan. Biaya untuk memenuhi berbagai tujuan tersebut pasti akan naik setiap tahunnya karena adanya inflasi. Rp 1,5 juta tahun ini mungkin dapat membeli makan seseorang untuk satu bulan. Namun, 10 tahun lagi, Anda mungkin membutuhkan uang setidaknya Rp 3,9 juta untuk membeli jenis makanan yang serupa.

Menyisihkan penghasilan untuk ditabung lebih sesuai untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Sedangkan, untuk menjaga agar gaya hidup dapat dipertahankan di masa depan maka milenial butuh untuk berinvestasi.

Investasi pada hakikatnya adalah menunda konsumsi hari ini dengan harapan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menikmati konsumsi di masa depan. Hasil investasi terbaik akan dinikmati dalam jangka panjang.

Meskipun sebagian dari kaum muda mulai paham tentang bahaya dari risiko inflasi, sayangnya dari hasil beberapa survei lainnya, generasi milenial juga kerap melakukan beberapa kesalahan dalam pengelolaan keuangannya.

Kesalahan pertama adalah generasi milenial tidak suka membeli aset. Kaum muda jaman sekarang lebih suka membelanjakan kelebihan uangnya untuk pengeluaran berbasis pengalaman seperti liburan, menonton konser musik, dan lainnya. Bahkan, milenial mengalokasikan porsi pengeluaran untuk makan di restoran yang paling besar dibandingkan generasi sebelumnya.

Kesalahan kedua adalah tidak mengalokasikan cukup uang untuk dana pensiun. Masa pensiun adalah masa yang masih jauh perjalanannya bagi kaum muda. Jika target usia pensiun adalah 55 tahun, maka generasi milenial masih memiliki setidaknya 18 tahun bahkan lebih untuk mempersiapkan dana pensiun.

Sayangnya, semakin lama seseorang menunda investasi, maka semakin besar modal investasi yang dibutuhkan.

Kesalahan ketiga adalah melupakan pentingnya proteksi dalam perencanaannya. Banyak kejadian yang memiliki dampak finansial meski pun di usia muda seperti sakit kritis, kecelakaan, bahkan kematian di usia muda.

Akibat menyepelekan faktor risiko tersebut, bisa saja dana yang sudah dihimpun dalam aset investasi akhirnya terpaksa hilang saat berbagai kejadian tak terduga tersebut dialami. Oleh sebab itu, selain harus mulai berinvestasi, kaum muda pun juga harus memiliki proteksi secara berdampingan.

Investasi terbaik bagi kaum muda idealnya dilakukan secara berkala, dengan nominal berapa pun, namun sedari dini. Alokasi pengeluaran untuk investasi idealnya minimal 10% dari penghasilan.


Bahkan, jika masih lajang, Anda seharusnya dapat mengalokasikan minimal 15% dari penghasilan. Mengalihkan pembelian kopi impor 4 kali dalam sebulan menjadikan kaum muda punya modal Rp 200 ribu untuk berinvestasi.

Jika diinvestasikan ke dalam dana kelolaan berbasis saham selama 20 tahun ke depan, potensi pengembangan dana dapat mencapai Rp 200 juta.

Pemilihan aset investasi pun memegang peranan penting dalam kesuksesan berinvestasi selagi muda. Untuk tujuan jangka pendek, kaum muda boleh saja memiliki aset yang lebih konservatif seperti tabungan mau pun emas.

Namun, untuk tujuan jangka panjang, aset investasi yang dipilih sebaiknya yang berpotensi memberikan imbal hasil melebihi tingkat inflasi tahunan. Secara statistik, beberapa contoh aset investasi yang dapat digunakan untuk jangka panjang contohnya adalah reksa dana berbasis saham, porsi investasi unit-link berbasis saham, mau pun aset seperti properti.

Pahami bahwa setiap aset investasi mengandung risiko dan tidak dijamin hasilnya seperti tabungan biasa. Namun, jika tidak berani berinvestasi, maka risikonya adalah kaum milenial berpotensi tidak dapat memiliki gaya hidup yang nyaman di masa depan.


Disiplin dalam menyisihkan penghasilan adalah kunci sukses berinvestasi. Hal ini dapat dibantu apabila kaum muda berkomitmen untuk mengikuti program investasi yang mengajak investor untuk berinvestasi secara berkala.

Yuk, jangan lupa merancang masa depan yang sejahtera dengan tepat berinvestasi selagi muda. Live a Beautiful Life! (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed