Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 09 Okt 2018 06:57 WIB

Tertarik Asuransi yang Ada Investasinya? Baca Ini Dulu (2)

Bareyn Mochaddin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Saat anda bertemu dengan agen asuransi untuk bertanya tentang produk maka kemungkinan besar akan menawarkan anda produk yang ada investasinya atau dikenal dengan nama unitlink. Seolah-olah produk asuransi murni yang sebenarnya jauh lebih baik, murah dan proteksi besar 'hilang' dari pasaran.

Akibatnya banyak orang yang salah ketika membeli asuransi unitlink ini. Nah, dalam artikel sebelumnya sudah dibahas 1 dari 3 hal yang harus anda pertimbangkan sebelum membeli asuransi jenis ini. Pada artikel kali ini kita akan bahas 2 pertimbangan berikutnya.

Pertimbangan Kedua, hal yang harus pertimbangkan adalah tentang perlindungan yang diberikan oleh asuransi yang ditawarkan oleh agennya. Pertimbangannya sederhana saja, apakah perlindungannya akan cukup untuk melindungi anda dan keluarga bila pada akhirnya terjadi sebuah risiko kepada anda dan keluarga?

Bila perlindungannya berupa uang pertanggungan, berapa banyak uangnya?

Nah, bila agen asuransi yang menawarkan sebuah asuransi dengan pertimbangan kemampuan premi yang bisa anda bayarkan, maka lagi-lagi anda harus waspada karena harusnya perlindungan lah yang jadi fokus utamanya.

Apalagi bila ternyata, asuransi yang ditawarkan kepada anda adalah asuransi yang ada investasinya. Asuransi jenis ini biasanya membebankan premi lebih mahal, dan memberikan perlindungan yang 'tidak seberapa'.

Maka, sebelum anda memutuskan untuk memiliki sebuah asuransi, katakanlah asuransi jiwa. Anda harus tahu dulu apa manfaat dari asuransi jiwa, apa saja jenis asuransi jiwa, dan tentu saja berapa kebutuhan asuransi jiwa untuk anda.

Jangan-jangan, anda masuk ke dalam kategori orang yang tidak membutuhkan asuransi jiwa? Bila ternyata kondisinya demikian, maka asuransi jiwa anda adalah hal yang sia-sia. Sayang kan uangnya?

Tapi kan ada investasinya? Bila itu adalah pertanyaan anda, silakan kembali ke bagian awal untuk mencari jawabannya. Bila sudah, silakan lanjut ke pertimbangan selanjutnya.


Oke, hal selanjutnya yang bisa menjadi bahan pertimbangan anda bila ingin membeli asuransi yang ada investasinya adalah: Kalimat, "anda cukup membayar premi selama 5 tahun, setelah itu anda tidak perlu lagi membayar preminya", tidak sepenuhnya seperti apa yang anda kira.

Setelah tahun keberapapun, bila anda tetap ingin manfaat yang ditawarkan oleh asuransi, maka anda harus membayar preminya.

Ini bukan mengada-ada, tapi memang seperti ini kenyataannya. Undang-undang Asuransi nomor 40 tahun 2014 mengatakan (bila disederhanakan) bahwa asuransi adalah sebuah perjanjian antara nasabah dan perusahaan asuransi yang menyatakan perusahaan asuransi bisa mendapatkan premi dari nasabah dan sebagai imbalannya, perusahaan asuransi memberikan beberapa perlindungan atas risiko yang mungkin akan menimpa nasabah.

Dengan kalimat lain, perusahaan asuransi hanya akan memberikan perlindungan bagi nasabah yang melakukan pembayaran premi saja. Bila tidak, ya bukan menjadi kewajiban mereka. Lalu, silakan anda tanya kepada agen asuransinya, bagaimana bisa, anda tetap dapat menikmati benefit dari asuransinya sedangkan anda tidak pelu lagi membayar uang premi setelah tahun ke-lima?

Boleh anda tanyakan juga pada agennya, apakah ada kemungkinan setelah tahun kelima atau tahun kesekian memang anda digratiskan dari membayar premi asuransinya?

Bila ternyata iya, hebat juga ya perusahaan asuransinya. Atau mungkin, agen asuransinya yang membayarkan premi asuransi anda dari komisi yang dia dapatkan. Hebat juga ya!

Apa malah, ternyata uang premi tetap harus anda bayarkan tapi tidak dari kantong anda, tetapi dari hasil investasi yang menempel dengan asuransinya? Kalau ini terjadi sih berbahaya juga ya.

Ingat tadi, investasi anda memberikan imbal hasil yang tidak seberapa, setelah itu, hasil investasinya juga dipotong untuk membayar premi asuransinya setelah tahun kelima. Kalau begini adanya, masih mau asuransi yang ada investasinya?

Kalau masih bingung pelajari ya di workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Chao!


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com