Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Okt 2018 06:57 WIB

Bingung Pilih Reksa Dana? Ini Tipsnya (1)

Ila Abdulrahman-Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Dok. Mandiri Sekuritas Foto: Dok. Mandiri Sekuritas
Jakarta - Reksa dana, menjadi salah satu pilihan investasi segala usia, baik karena rekomendasi perencana keuangan, ataupun inisiatif pribadi, baik yang sudah berpengalaman dalam investasi ataupun pemula, karena selain bisa dimulai dengan angka ratusan ribu, juga kemudahan akses, melalui online.

Selain itu ada kelebihan dalam investasi reksa dana, yaitu diversifikasi, yaitu dana investasi akan dipecah ke dalam beberapa perusahaan, sehingga jika saham perusahaan A turun, tidak serta merta nilai investasi turun, karena masih ada saham perusahaan-perusahaan lain.

Mengutip data Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) dari detik.com, Direktur Pengelolaan Investasi Sujanto menjelaskan, hingga 25 Juli 2017 total jumlah AUM reksa dana mencapai Rp 387,2 triliun. Angka tersebut tumbuh 14,3% jika dibandingkan dengan jumlah AUM reksa dana di akhir 2016 (year to date/ytd) sebesar Rp 333,7 triliun. Jumlah Manajer Investasi (MI) aau fund manager juga bertambah 73 MI baru, sehingga total MI menjadi 1493 hingga 21 april 2017.

Banyak yang bertanya secara pribadi ataupun melalui grup percakapan, bingung memilih reksa dana yang bagus seperti apa? Saya suka bercandain, "cari pegangan kalau bingung." Karena orang yang bingung, jika ketemu orang yang salah bisa hilang, diculik, ditipu, dirampok, dihipnotis. Serem kan?

Begitu juga dalam berinvestasi, jika bingung, bisa-bisa duit melayang tertipu investasi abal-abal, atau salah penempatan di luar kemampuan kita menerima risiko, pupuslah rencana dan impian yang sudah di angan-angan.

Nah apa saja yang harus diperhatikan oleh kita yang mau berinvestasi (investor) dalam memilih reksa dana?

1. Profil Risiko
Sebelum memilih reksa dana calon investor harus mengetahui seberapa besar kesanggupan dalam menerima kerugian, karena yang namanya investasi berfluktuasi, kadang untung, kadang rugi, kadang stagnan, gak nambah-nambah.

Kemampuan dalam menerima risiko ini dinamakan "profil risiko". Bagaimana mengetahuinya? Dengan mengisi semacam kuisioner yang tersedia di agen-agen reksa dana, marketplace reksa dana atau dapat menghubungi salah satu perencana Keuangan yang tergabung dalam Aidil Akbar Madjid & Partners.

Mengapa penting mengetahui profil risiko ini, agar dikemudian hari tujuan atau goal dalam berinvestasi dapat tercapai tepat waktu.

Selain profil risiko diatas, ada banyak hal lagi yang harus diperhatikan sebelum memilih suatu reksa dana yang cocok untuk anda. Nah, hal apa saja itu? Berikut daftarnya
• Tujuan Investasi;
• Manajer Investasi;
• Usia reksa dana;
• Komponen Biaya;
• Dana Kelolaan;
• Unit Pernyertaan; dan
• Tingkat Return


Semua ini akan kita bahas detil di artikel-artikel berikutnya. Akan tetapi sebenarnya bila anda penasaran ingin belajar lebih detil lagi sampai ke pemilihan produk mana yang bisa anda ambil akan lebih baik bila anda mengikuti workshopnya yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana.

Karena banyak permintaan setelah sukses kelas pertama dua bulan lalu maka bulan Oktober akan diadakan lagi kelas Kiat Sukses Berbisnis Property Sewaan. Selain itu akan dibuka kelas perdana yang seru dan controversial dan pertama di Indonesia, namanya Divorce Planning alias Perceraian.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket).

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Dengan ikut workshop anda bisa mengambil keputusan berdasarkan ilmu yang benar. Daripada beli reksa dana tapi salah beli kan? Anda rugi uang dan rugi waktu.

Jangan lupa tunggu tulisan sambungan saya tentang reksa dana di artikel-artikel berikutnya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed