Follow detikFinance
Kamis, 18 Okt 2018 06:56 WIB

Mau Cepat Kaya? Tidak ada yang Instan Bro (2)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partner - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Mau instan? Ya makan mie aja atau minum kopi. Kalau dilihat hal-hal yang sifatnya instan memang cukup lumayan enak tapi tidak seenak dan seoriginal yang harus dibuat (kerjakan) dulu.

Sama juga dengan cita-cita anda ingin menjadi kaya, tidak ada yang instan. Nah di artikel sebelumnya udah dibahas tuh sedikit bagaimana caranya. Artikel ini lanjutannya apa saja yang harus anda lakukan kalo mau jadi kaya?

Kerja keras dan lakukan kerja sampingan
Untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan, kita memerlukan kerja keras. Di era globalisasi seperti saat ini, kita menyadari adanya persaingan yang ketat, kita berkompetisi, tidak hanya dengan sesama warga Indonesia, kita juga bersaing dengan warga negara asing yang bekerja di Indonesia.

Maka jangan terlalu terburu-buru untuk puas diri ataupun bersenang-senang. Perjalanan kita masih panjang. Kita dapat memaksimalkan diri kita lebih baik untuk bersaing. Di saat teman-teman masih nongkrong ke coffee shop demi coffee shop, anda bias sesekali saja sekaligus menyelesaikan pekerjaan sampingan atau mencari penghasilan tambahan di weekend.

Bukan berarti nggak bisa gaul, lho! Yang penting jangan kebanyakan gaul daripada kerja keras. Sebab, yang bisa mempercepat untuk mencapai kekayaan anda adalah usaha anda sendiri.

Berani memulai investasi
Masih banyak masyarakat yang ragu ketika mendengar kata investasi. Padahal "cuma" menabung saja tidak akan membuat anda bertambah kaya, bisa lebih sulit malah. Kita sama-sama tahu bahwa inflasi tidak sebanding dengan return yang diberikan oleh bank.

Mau nggak mau, anda harus mulai memberanikan diri untuk berinvestasi. Tentunya bukan tanpa modal pengetahuan. Anda harus terlebih dahulu membuka pikiran untuk menerima informasi baru mengenai dunia investasi.

Dengan pengetahuan yang tepat, nantinya anda bisa mulai memberanikan diri untuk berinvestasi di pasar modal seperti reksadana sampai dengan saham. Tingkat pengembalian investasi yang variatif setiap tahunnya Tentu bakal bikin uang anda selamat dari inflasi kan.

Detail pada hal kecil
Bila kita menengok kepada para miliuner dunia, banyak yang masih hidup sederhana. Kita bisa Lihat Mark Zuckerberg yang sampai sekarang masih setia dengan kaos abu-abunya.

Kemudian, Warren Buffet yang setia tinggal di rumah tuanya. Anda pun bisa mulai menyederhanakan pengeluaran anda dari hal kecil. Mungkin anda anggap sepele, namun bila anda detail terhadap pengeluaran kecil ini, tentu bisa berdampak pada keuangan anda.

Contoh sederhana adalah langganan bulanan. Apakah anda masih langganan majalah bulanan, tabloid dwimingguan, hingga Koran harian.

Saya coba bertanya kepada anda, apakah yakin anda membutuhkan itu semua? atau karena malas untuk berhenti langganan? Di jaman serba teknologi saat ini, rasa-rasanya sudah sangat jarang anda membaca seperti itu, semua dapat anda baca di gadget anda. Coba perhatikan kembali mengenai langganan yang satu ini.

Berlangganan sport club/ member gym bisa jadi ini pengeluaran yang tidak perlu. Banyak yang kami temui ternyata sudah 2 tahun terakhir bergabung dengan salah satu tempat gym, tapi tidak menggunakannya sama sekali.

Sungguh disayangkan bukan hal seperti ini. Maka sebaiknya anda mulai perhatikan lagi kebutuhan anda, apakah hanya sesekali untuk berolahraga, atau memang rutin berolah raga di gym. Bisa jadi anda bisa mengalokasikan ke tempat gym yang lebih hemat di dekat rumah anda dibanding harus ke gym yang berada di mal.

Di era serba teknologi dan informasi, tentu anda membutuhkan akses internet yang cepat dan umumnya anda akan memasang internet di rumah anda. Lagi-lagi yang sering terbuang adalah berlangganan tv kabel yang sudah satu paket dengan internet.

Coba anda perhatikan kembali, apakah Tv kabel tersebut benar-benar ada yang menonton atau tidak? Anda juga bisa memilih kecepatan internet sesuai penggunaan anda di rumah, apakah memang membutuhkan yang tinggi atau biasa saja.

Selain itu bila anda tidak membutuhkan layanan telepon rumah, ya sebaiknya anda tidak perlu pasang. Saat ini komunikasi sudah terbiasa via handphone dan lebih praktis kan. Maka mulailah perhatikan apakah itu sebuah keperluan atau tidak.

Lumayan banyak ya yang bisa anda perhatikan dengan detail dari pengeluaran anda. Pengaturan ini dikenal juga dengan sebutan manajemen cash flow, dan ini adalah salah satu materi utama yang harus anda kuasai dalam mengelola keuangan.


Materi ini bisa dipelajari di workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Jadi, sudah siap kan untuk mempercepat dalam mencapai kekayaan anda? Maka segeralah action dengan penuh komitmen dan disiplin yang tinggi. Happy Planning!


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed