Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 24 Okt 2018 06:56 WIB

Bingung Pilih Reksa Dana? Ini Tipsnya (3)

Ila Abdulrahman-Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi Foto: Dok Bank Mega Ilustrasi Foto: Dok Bank Mega
Jakarta - Salah satu pertanyaan klasik yang ditanyakan banyak orang ketika datang ke acara talkshow, wawancara media, bahkan di kelas reksa dana yang diadakan oleh Bang Aidil Akbar adalah "reksa dana mana yang sebaiknya saya pilih?" dan "Bagaimana cara memilihnya?"

Pada artikel sebelumnya telah dibagi 3 trik dan tips pertama memilih reksa dana, di artikel ini saya akan tambahkan lagi pegangan yang bisa anda pakai.

4. Komponen Biaya
Pegangan selanjutnya dalam memilih reksa dana adalah memperhatikan komponen biaya, agar menghasilkan keuntungan yang diharapkan, seperti biaya atau fee pembelian, penjualan dan biaya pengelolaan. Biaya-biaya ini harus diperhitungkan dengan rinci sehingga keuntungan yang didapat maksimal.

5. Dana Kelolaan
Dana kelolaan disebut juga AUM (Asset Under Management) adalah jumlah dana yang di kelola MI, yang berasal dari jumlah keseluruhan dana yang dipercayakan oleh investor ditambah hasil pengembangannya. AUM bisa naik atau turun karena kepercayaan investor dan kinerja pasar atau kombinasi dari keduanya.

Semakin besar tingkat AUM, maka semakin besar tingkat kepercayaan investor, atau semakin banyak investor yang menitipkan dananya untuk di kelola MI tersebut. Biasanya besar kecilnya AUM ditandai dengan kemampuan menembus angka Rp 1 triliun.

Lalu, apakah yang dana kelolaannya kecil, berarti tidak bagus? Belum tentu. Namun secara alamiah, Manajer Investasi berusaha mendapat kepercayaan dari masyarakat yang ditandai dengan banyaknya masyarakat yang berinvestasi, kecuali ada MI-MI tertentu yang membatasi reksa dananya.

6. Unit Penyertaan
Unit Penyertaan (UP) adalah satuan ukuran yang menunjukkan jumlah penyertaan yang dimiliki investor, atau NAB yang dipecah-pecah ke dalam instrumen investasi yang dikelola reksa dana. Unit Penyertaan bertambah atau berkurang sesuai dengan transaksi investor. Setiap kali investor melakukan pembelian reksa dana, maka UP akan bertambah, sebaliknya ketika investor melakukan penjualan UP akan berkurang.

7. Tingkat Return atau Imbal hasil
Pada akhirnya tujuan investasi adalah mencari tingkat return atau imbal hasil yang tinggi sesuai dengan profil risiko, karena tingkat pengembalian yang tinggi akan memberikan keuntungan yang tinggi juga, dengan hasil akumulasi akhir setidaknya minimal sesuai jumlah yang direncanakan.

Mengukur return reksa dana dapat membandingkan dengan benchmark tertentu. Riwayat kinerjadapat menunjukkan performanya terhadap IHSG atau benchmark lain yang digunakan. Return yang diharapkan adalah yang konsisten di atas pembanding (benchmark) tersebut.

Namun ini bukanlah merupakan suatu jaminan karena biasanya hal ini menjadi bagian dari strategi marketing perusahaan investasi. Oleh karena itu, sebagai investor harus jeli dan melakukan cross check lagi terhadap besaran yang real yang akan diterima per tahun jika menggunakan reksa dana dari perusahaan tersebut.

Selain melihat pertumbuhan yang konsisten diatas pembanding, perlu dilihat, alfa, beta dan standard deviasi reksa dana tersebut. Namun ini adalah pekerjaan yang lumayan membutuhkan pengetahuan.

Nah sudah mendapat pegangan, saatnya mulai beraksi, berinvestasi untuk impian-impian Anda di masa mendatang. Selamat merencanakan hidup dan selamat berinvestasi.

Ke semua ini akan kita bahas detil di artikel-artikel berikutnya. Akan tetapi sebenarnya bila anda penasaran ingin belajar lebih detil lagi sampai ke pemilihan produk mana yang bisa anda ambil akan lebih baik bila anda mengikuti workshopnya yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed