Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 27 Nov 2018 06:38 WIB

Tunai atau Kredit? (3)

Mohamad Taufiq Ismail - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Kembali ke pertanyaan dari artikel sebelumnya tentang kasus seorang karyawan bernama Ratri. Apakah salah jika Ratri membeli smartphone tersebut apabila tujuannya konsumtif?

Semua itu kembali kepada diri Ratri sendiri. Toh uang yang digunakan juga uang Ratri sendiri. Jika ingin tetap membeli ya silakan.

Yang harus diingat adalah apakah dengan pembelian smartphone tersebut memengaruhi kondisi keuangannya? Apakah dengan membeli smartphone secara tunai, maka keuangannya di bulan berikut akan terganggu? Apakah Ratri sanggup membayar cicilan bulanan apabila dia membayar secara kredit?

Di sinilah kita perlu memerhatikan kondisi keuangan kita. Jika kita membeli secara tunai, maka harus dilihat apakah pengeluaran bulanan kita di bulan-bulan selanjutnya akan terganggu?

Apabila iya, maka kita harus menabung terlebih dulu. Sisihkan dana Anda di rekening khusus agar tidak tercampur dengan dana belanja bulanan.

Apabila kita menggunakan metode cicilan kredit, maka jumlah cicilan bulanan sebaiknya tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan kita. Rasio ini sudah umum digunakan, bahkan bank juga menggunakan rasio yang sama.

Terkadang ada yang bisa memberikan hingga 40%. Namun tentunya itu sudah melalui pertimbangan tertentu.

Maka, pertimbangankanlah pembelian Anda terlebih dulu. Apakah ini sebuah kebutuhan atau keinginan? Apakah Anda hanya lapar mata saja, atau memang membutuhkan barang tersebut?

Coba biasakan bertanya kepada diri sendiri sebelum membeli sesuatu, apalagi untuk barang yang nilainya tinggi. Apakah aku membutuhkan barang ini? Apakah aku masih bisa hidup apabila tidak membeli barang ini?

Apakah pekerjaanku terganggu apabila aku tidak membeli barang ini? Apa tujuan saya membeli barang ini?

Apabila Anda sudah memutuskan tujuan pembelian barang tersebut, kemudian tinggal disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Apabila tujuannya memang untuk kebutuhan Anda atau untuk tujuan produktif, maka sah-sah saja Anda langsung membelinya secara kredit, pastikan bahwa Anda memiliki kemampuan membayar cicilannya dengan lancar.

Namun apabila tujuan pembelian Anda bersifat konsumtif dan hanya untuk keinginan Anda, maka sebaiknya belilah secara tunai. Artinya di sini Anda memang memiliki kemampuan untuk membeli barang tersebut secara langsung.

Jangan paksakan diri membeli barang konsumtif apabila Anda tidak memiliki kemampuan membeli barang tersebut. Jika Anda memang sangat menginginkan barang tersebut, maka menabunglah terlebih dulu.

Sebaiknya semua barang yang kita beli untuk tujuan produktif, kalaupun ada yang bertujuan konsumtif setidaknya harganya tidak terlalu mahal atau bisa mendatangkan penghasilan dari barang yang kita beli tersebut sehingga tidak hanya sekedar menjadi barang tapi bisa juga menjadi sebuah aset.


Hal seperti ini bisa anda pelajari di kelas dan workshop perencanaan keuangan dan investasi yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed