Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Des 2018 06:57 WIB

Asuransi Jiwa Itu Seronok! (1)

Bareyn Mochaddin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Bila selama ini anda menganggap asuransi jiwa itu adalah sebuah hal yang berkonotasi negatif, maka besar kemungkinan anggapan anda itu belum tepat. Sesungguhnya, asuransi jiwa itu tidaklah negatif melainkan sangatlah seronok.

Banyak hal yang bisa membuat asuransi jiwa dapat dikatakan sangat seronok dan menimbulkan keseronokan. Tapi yang paling menyeronok dari asuransi jiwa adalah fungsinya yang dibuat khusus untuk melindungi keluarga anda dari segi ekonomi bila terjadi sebuah risiko kematian.

Katakanlah, anda adalah kepala keluarga dan sebuah hal terburuk terjadi kepada anda, yaitu kematian. Maka selanjutnya asuransi jiwa yang akan mengambil alih peran anda sebagai penopang ekonomi untuk menghidupi keluarga anda melalui uang pertanggungannya.

Begini logikanya. Saat ini anda adalah seorang kepala keluarga yang baru mulai merintis karir - berkeluarga - dan mengumpulkan aset, artinya anda belum memiliki cukup banyak aset dan harta. Lalu bayangkan hal terburuk, anda sebagai kepala keluarga meninggal dunia.

Apa yang akan anda wariskan kepada anak dan pasangan anda? Bagaimana anak dan pasangan anda bisa hidup, bila ternyata mereka menggantungkan hidupnya secara ekonomi kepada anda?. Siapa yang akan menopang kehidupan mereka bila sumbernya telah tiada?

Nah, di sinilah asuransi jiwa mengambil peran. Meski anda saat ini belum memiliki apa-apa untuk diwariskan kepada anak dan pasangan anda bila meninggal, nantinya akan ada uang pertanggungan dari asuransi jiwa yang bisa digunakan untuk membiayai hidup oleh anak dan pasangan anda.

Jadi, asuransi jiwa itu sungguhlah seronok, bukan?

Sayangnya, banyak hal yang bisa mengurangi keseronokan asuransi jiwa. Di antaranya: memilih asuransi jiwa yang belum tepat, tidak tahu apa produk asuransi yang dibeli, dan/atau memilih asuransi yang tidak melindungi keluarga. Kok bisa?

Yang pertama, memilih asuransi jiwa yang tidak tepat. Coba deh anda kilas balik dan kembali pada saat pertama kali membeli asuransi jiwa. Apakah anda pernah dijelaskan apa produk yang anda pilih oleh agen yang menawari anda?

Bila ternyata anda tidak pernah dijelaskan tentang produk asuransi jiwa oleh agennya, tenang saja, anda tidak sendirian karena banyak orang juga demikian. Tapi, anda tidak boleh tenang karena bisa jadi anda tidak memilih produk asuransi jiwa yang anda butuhkan.


Nah, tahu dari mana anda sudah memilih produk yang benar dan dibutuhkan atau malah salah membeli produk? Anda bisa belajar tentang asuransi di kelas dan workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Belum selesai sampai di sini pembahasan tentang asuransi. Asuransi ini adalah produk yang unik dan rumit, dibutuhkan keahlian untuk bisa menjelaskan produk asuransi ini. Itu sebabnya akan kita bahas lebih detil lagi di artikel berikutnya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed