Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 02 Jan 2019 06:57 WIB

Milenial Jalan-Jalan Murah (3)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Ilustrasi (Thinkstock) Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Dalam dua artikel sebelumnya sudah dibahas tips dan trik tentang bagaimana cara bisa jalan-jalan murah, khususnya bagi kaum milenial. Beberapa yang bisa anda lakukan adalah dengan:
• Cari Tanggal Yang Tepat
• Pilih Hari Keberangkatan Dan Kepulangan Yang Tepat
• Cari Tahu Harga Terendah Maskapai Penerbangan Anda
• Lakukan Transaksi Online dan Lakukan Perbandingan Harga
• Pasang Price Alert di Aplikasi Online Anda
• Manfaatkan Travel Fair
• Travel Light

Nah, kali ini kita akan bahas apa lagi yang bisa membantu menurunkan atau meringankan biaya jalan-jalan dan liburan anda agar bersahabat dengan kantong anda.

Perhatikan Tempat Tujuan Wisata
Semakin umum dan popular, biasanya kompetisi dari travel dan penyedia layanan wisata ke tempat tersebut semakin ketat. Alhasil biaya untuk jalan-jalan atau liburan ke daerah tersebut akan menjadi lebih murah, dibandingkan daerah lain yang belum berkembang, kecuali memang ada subsidi dari pemerintah untuk memajukan daerah tersebut.

Sebagai contoh, siapa sih yang tidak tahu dan tidak kenal daerah wisata di Indonesia yang bernama Bali. Nah, Bali ini sudah berpuluh-puluh tahun tumbuh menjadi daerah wisata yang sangat maju. Segala macam fasilitas dan penyedia jasa wisata ada di Bali dan mereka harus bersaing untuk mendapatkan turis baik lokal maupun luar negeri.

Akibatnya bisa ditebak biaya untuk liburan ke Bali relatif tidak terlalu mahal. Anda bisa liburan dengan cara sederhana ataupun mewah, semua ada di Bali. Paling mudah dilihat adalah harga tiket pesawat ke Bali yang bervariasi dari yang paling murah ke yang paling mahal.

Nah, bandingkan dengan 10 tujuan wisata baru yang dipromosikan oleh pemerintah seperti Raja Ampat, Derawan, Labuan Bajo, dll. Beberapa dari daerah ini belum terlalu berkembang yang menyebabkan penyedia jasa wisata di daerah tersebut hanya dikuasai oleh sekelompok lokal yang bisa menentukan harga layanan sesuka mereka.

Akibatnya liburan ke tempat-tempat baru ini relatif lebih mahal dibandingkan liburan ke tempat lain yang sudah lama ngetop seperti Bali tadi.

Harga bisa berubah setiap saat
Ketika anda melakukan transaksi secara online, apakah itu untuk booking tiket perjalanan anda, atau booking penginapan, atau bahkan booking aktivitas (sangat penting bila anda travelling ke luar negeri), maka harga yang anda lihat saat itu bisa saja berubah setiap saat dalam hitungan menit dan detik.

Untuk harga di Indonesia kemungkinan masih bisa naik atau turun. Sementara untuk harga di luar negeri (contohnya aktivitas) biasanya bila anda booking jauh-jauh hari maka anda akan dapat harga yang murah dan bagus.

Mereka cenderung tidak akan memainkan harga dan siapa yang memesan terlebih dahulu akan mendapatkan harga yang bagus. So jangan menunggu terlalu lama untuk membuat keputusan.

Pilih Maskapai yang Sesuai
Dijaman sekarang dengan kemajuan teknologi, membeli tiket pesawat menjadi sebuah pekerjaan yang mudah semudah membeli tiket menonton di bioskop. Nah ada maskapai yang menawarkan fasilitas lengkap dengan kemewahannya, ada juga maskapai yang penting hemat. Pilih maskapai yang sesuai dengan kebutuhan anda dan sesuai juga dengan ukuran kantong anda.

Pilih Tempat Duduk
Di beberapa maskapai berbiaya murah, beberapa tempat duduk yang "nyaman" atau dekat dengan pintu keluar / jendela mengenakan biaya tambahan. Itu sebabnya pilihan tempat duduk mungkin saja bisa menyebabkan harga tiket anda menjadi lebih mahal. Lakukan perencanaan perjalanan anda dengan baik dan benar.

Tiket Murah Belum Tentu Menguntungkan
Terakhir, pernyataan ini sangat benar sekali. Sebagai orang yang sering bepergian untuk urusan pekerjaan, saya sudah mengalami bahwa tiket murah belum tentu menguntungkan.

Karena ketika terjadi suatu hal maka anda akan mengeluarkan biaya tambahan yang ujung-ujungnya jadi lebih murah. Sebagai contoh, biaya untuk memilih tempat duduk yang ideal seperti contoh di atas, biaya untuk membeli makanan dan lain sebagainya.

Contoh lain, di Indonesia ada satu maskapai yang terkenal dengan reputasi delay-nya yang sering kali melewati batas toleransi. Bila anda terkena delay yang berkepanjangan, maka pilihan anda adalah menginap di bandara atau mencari hotel terdekat, tentunya dengan biaya sendiri dengan biaya yang tidak sedikit.

Sehingga bila ditotal biaya yang anda keluarkan akan lebih mahal dibandngkan bila menggunakan maskapai berbiaya penuh. Belum lagi anda kehilangan momen dan hari bepergian tersebut.

Nah, apabila anda pergi dengan maskapai dengan harga tiket normal, maka ketika terjadi delay yang berkepanjangan anda akan diberikan fasilitas hotel menginap gratis dan makan pagi atau malam, dan anda akan diberangkatkan dengan penerbangan pertama keesokan harinya.

So, murah belum tentu menguntungkan. Belajar dan ikut kelas Perencana Keuangan dan Investasi yuk. Biar keuangan dan masa depan kamu lebih terjamin dan nggak jadi penyesalan di kemudian hari.


Ke mana ikutannya? Coba cek workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed