Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 04 Jan 2019 06:56 WIB

5 Alasan Dana Darurat Harus di-Update Berkala (2)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Dalam banyak kasus, orang sering lalai untuk mengumpulkan dan mempersiapkan dana darurat. Sementara itu sebagian orang yang sudah berhasil mempunyai dana darurat kemudian merasa senang dan mulai berinvestasi di saat yang bersamaan melupakan untuk melirik dana darurat lagi karena merasa sudah cukup terpenuhi. Ternyata hal tersebut salah.

Dana darurat harus selalu diupdate secara berkala. Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas 2 dari 5 alasan mengapa Dana Darurat penting dan harus diupdate secara berkala.

Naiknya Penghasilan Diiringi dengan Naiknya Pengeluaran
Naiknya penghasilan biasanya mempengaruhi naiknya pengeluaran, sehingga jumlah dana darurat pun harus disesuaikan dengan pengeluaran yang baru.

Mengapa dasar penghitungannya adalah pengeluaran, dan bukan penghasilan? Mengapa hayo?

Perubahan Status
Perubahan status, misal dari single menjadi menikah, atau sebaliknya, dari menikah menjadi melajang lagi, membutuhkan penyesuaian ketersediaan dana darurat yang harus dibentuk. Besarannya dapat mengikuti panduan umum di awal artikel. Khusus dalam status melajang lagi bisa disertakan dana darurat untuk emotional cost yang biasanya menerpa orang-orang dalam posisi lajang kedua, alias cerai hidup.

Lama Tidaknya Mendapatkan Pekerjaan Kembali
Alasan lain mengapa harus me-review dana darurat, karena sangat mungkin seiring waktu jenis pekerjaan mulai banyak saingan dan tergerus waktu. Dunia beralih dari tenaga manusia menjadi tenaga robot, sistem konvensional menjadi sistem digital. Mungkin 5th-10 th yang lalu, kita adalah satu dari sekian keahlian dalam bidang kita, namun seiring waktu, bidang tersebut sedikit yang membutuhkan. Dampaknya adalah, ketika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), butuh waktu lebih lama dibanding keahlian langka, yang pagi di-PHK, sore sudah dipinang perusahaan lain, seperti teknisi serat optik bawah laut, teknisi otomatisasi mesin-mesin.

Dana Darurat yang tadinya hanya butuh 3-4 kali pengeluaran per bulan, disesuaikan, mungkin menjadi 9-12 kali pengeluaran atau lebih.

Bagaimana Jika Kondisi Darurat Tiba, Padahal Belum Update Jumlah Dana Darurat?
Anda tahu film The Martian, yang diperankan oleh Matt Damon? Film ini menceritakan seorang astronot yang terjebak tertinggal di Mars, dengan persediaan makanan yang terbatas.

Dalam film tersebut digambarkan bagaimana Mark Watney mulai berhitung cadangan makanannya, yang sedianya untuk cadangan 68 sol (hari di mars) untuk 6 orang di-adjustment sepanjang mungkin,sehingga cukup sampai 400 sol. Hal berikutnya yang dia lakukan untuk bertahan hidup adalah memanfaatkan potensinya sebagai ahli botani, bertanam kentang di Mars untuk hidup selama 3 tahun, saat proyek Ares berikutnya diluncurkan ke Mars.

Dua pelajaran dari film tersebut adalah, pertama menyesuaikan gaya hidup dengan ketidakpastian kapan makanan ada lagi, sambil mengerahkan kemampuan untuk menambah sumber makanan. Begitulah salah satu hal yang bisa diterapkan dengan dana darurat kita, dimana ketika belum menambah ketersediaan dana darurat, yang dapat dilakukan memperkecil penggunaan untuk memperpanjang waktu.

Misal biasanya alokasi belanja per hari Rp 100 ribu, diperkecil menjadi Rp 75 ribu misalnya. Dengan begitu dana darurat yang sedianya untuk kebutuhan hidup selama 3 bulan, bisa diperpanjang untuk bertahan hidup sampai 4 bulan, sampai mendapatkan pekerjaan kembali.

Pelajaran kedua yang dapat dilakukan adalah menambah sumber penghasilan dari passion, hobi atau skill yang dimiliki, contoh sederhana seperti yang pernah dibahas di grup telegram, menjadi suplayer kemangi bagi warung-warung pecel lele. 1 Ikat kemangi Rp 500, per warung pecel lele butuh sekitar 20 ikat, hari buka warung 25 hari. Budidaya bida memanfaatkan halaman rumah. Nah, bisa dihitung kan potensi penghasilannya? Mau coba ahh.

Nah, update segera ya dana daruratnya, agar tak perlu menjadi Mark Watney. Semoga bermanfaat dan salam financial!


Belajar lebih detil tentang perencanaan keuangan dan investasi termasuk mempersiapkan dana darurat bisa lakukan dengan mengikuti workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia https://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed